kyu-9

Author: starralova ( @tvilluajeng )

Main Cast: Cho Kyuhyun Super Junior & Choi Sooyoung SNSD

Other Cast: Lee Donghae, Jessica Jung, Choi Siwon, Tiffany Hwang & member Super Junior-SNSD

Rating: PG-17

Genre: Romance, Sad, Family and a little comedy

***

Anyyeonggggggggggggg!!!!!!!!! *tereak-tereak diatas tower SUTET

Readers tercinta, adakah yang merindukan sayaa???😄

Lama banget ya lanjutannya Forever? Maaf banget yaaa… saya emang ababil banget soalnya, abis idenya manja banget sih pake acara ngambek gak mau keluar jadi ya gini nulisnya lama (ngeles mode: ON) :3

Kalau boleh jujur itu semua gara-gara dosen saya yang gak tau kenapa kejem-kejem banget (kejemnya gak kalah sama tentara kompeni) saat mendekati UAS gini dan bahkan saat UAS TT.TT #KambingHitamkanDosen #ApaSalahDosen? #DosenJugaManusia #DosenBukanKompeni #StopBullyDosen  -__________-

Tapi untunglah UAS saya sudah berakhir!!! Yeyeyyyy… *prokprokprok

Jadi gak sempet bahkan ngelupain dunia per-fanfic-an sementara (walaupun masih aktif jadi readers dibeberapa ff KyuYoung) Huh, rasanya lega buanget bisa nyelesaiin part ini, part terlama yang saya kerjakan dan semoga hasilnya tidak mengecewakan pembaca, kalau-kalau ada typo juga maap yee… soalnya ngeditnya pun sendiri -___-

Makasih banget buat yang ngingetin saya buat lanjutin fanfic series ini dikomentarnya :”D hampir lupa kalau ada tanggungan yang belum selesai😄 yang setia nunggu sama kayak saya yang setia nunggu si Kyungsoo nerima cinta saya😄 makasih juga, ternyata fanfic yang absurd ini banyak yang suka dan nunggunya lamaaaaaaaaa banget :”)

eh, iya dua hari lagi saya ultah loh😄 ad kah yang mau ngucapin ke saya??? #reader kompakan: ENGGAKKKK!!!

*Readers: “woi!!! Kebanyakan omong lu, thor! Mana woi? Mana lanjutannya????”

*Author: “ya ampun kagak sabar banget sih, ini kan masih pidato kambek dulu.

Aish… ye udah deh, tuh baca dibawah tuh!”

Dont forget!!! RCL pleaseeee😀

Happy Reading!!!!!

*** *** ***

‘sekali ini saja biarkan aku jujur dengan hatiku, kau tau nyatanya aku tak pernah mampu untuk melupakanmu. tapi masihkan bisa kau menerima lelaki pengecut ini?’

Author POV

Seoul, 10 Februari 2008

“Appa aku mohon kali ini hanya hari ini, ijinkan aku menemuinya. Aku mohon, appa..” suara yang bergetar terdengar jelas di ruang besar keluarga Choi. Seorang yeoja dengan air mata yang telah menggenang dipelupuk matanya tengah berlutut dihadapan seorang lelaki paruh baya yang dipanggil Appa oleh yeoja itu.

“Appa..aku mohon.. aku mohon..kali ini saja..” sang appa tetap diam. Rasanya hanya sia-sia air mata yang jatuh dari yeoja itu dan tak berarti kata permohonan yang terucap dari mulutnya.

***

Waktu sekarang….

Kyuhyun tengah berbaring diranjangnya, disampingnya Sooyoung tengah sibuk memeras air dingin yang digunakan untuk mengompres Kyuhyun yang saat ini terbaring lemah.

Ya, kedatangan Sooyoung petang ini diapartement namja itu benar-benar sangat tepat. Kyuhyun yang sudah dua hari ini tidak makan dengan benar dan mengabaikan kesehatan tubuhnya akhirnya ambruk tepat saat Sooyoung datang diapartementnya. Mungkin juga karena pikiran-pikiran yang memang sudah lama mengganggunya.

Tubuh gagah Kyuhyun kini hanya tergolek tak berdaya dengan suhu badan tinggi dan wajah putih pucatnya yang sekarang tampak lebih pucat.

Entah apa yang ada dipikiran Sooyoung saat ini, disatu sisi sangat khawatir dengan kondisi Kyuhyun tapi disisi lain Sooyoung merasa takut Kyuhyun akan menolaknya lagi seperti sebelumnya.

“Oppa.. sadarlah..” lirih Sooyoung sambil mengelus pipi hangat Kyuhyun dengan lembut.

“Jangan membuatku diposisi seperti ini. Kumohon.. jangan membuatku ragu lagi..” lanjutnya dengan sendu menatap Kyuhyun.

“Youngie..jangan pergi..kumohon..” rintih Kyuhyun dalam tidurnya, seketika air mata Sooyoung jatuh. Air mata yang logikanya sendiri tak mengerti penyebabnya, hanya hatinya yang mengerti. Hanya hatinya.

***

Sinar pagi menyambut Kyuhyun yang masih terbaring lemah ditempat tidurnya. Mencoba menyesuaikan sinar mentari yang tiba-tiba masuk ke retina matanya, lalu menyadari handuk kecil yang masih setengah basah menempel di dahinya.

“Siapa yang melakukannya?” lirihnya lalu mencoba bangun dari tempat tidurnya.

Suara yang sedikit gaduh diluar kamarnya, membuatnya semakin penasaran. Langkah kakinya membawanya ke pintu dan berjalan dengan sedikit tertatih kearah sumber suara yang ternyata berasal dari dapur apartementnya.

Matanya menyipit, saat melihat yeoja dengan tubuh ramping nan tinggi yang sibuk dengan kegiatan masak berdiri membelakanginya.

Kyuhyun tau betul siapa yeoja yang dengan tidak sopan berada di dapurnya pagi ini. Yeoja yang hanya mengikat asal rambut panjangnya tinggi keatas hingga sedikit menyisakan helai rambut yang tak ikut terkuncir jatuh menutupi lehernya, Choi Sooyoung. Kyuhyun tau betul yeoja itu.

Tak berniat mendekat, Kyuhyun hanya diam dari tempatnya berdiri menatap sendu punggung Sooyoung. Pikiranya kembali pada percakapan dengan ayahnya beberapa hari yang lalu.

flashback

“Kau tau Kyu-ah, 23 tahun lalu abeoji bertemu dengan seorang wanita. Dia wanita yang cantik dan periang, hampir satu tahun kami saling berbagi hingga dia berkata mengandung” kata ayah Kyuhyun dengan menerawang jauh pada kenangan masa mudanya.

“Kebodohan pertama yang abeoji lakukan adalah pergi meninggalkannya sendirian, keluarganya juga ikut membuangnya karena dia hamil diluar nikah. Waktu berjalan, setahun kemudian abeoji bertemu dengan seorang wanita lain, dia sangat anggun dan menawan dan karena itu abeoji seketika jatuh cinta padanya” lanjutnya kini menatap Kyuhyun.

“Dia adalah adik dari sahabat abeoji, Choi Jungnam” ayah Kyuhyun melihat adanya perubahan pada wajah anaknya.

“Hanya enam bulan abeoji menjalin kasih dengan wanita itu, tapi abeoji berani untuk menikahinya. Semuanya sudah terencana dengan sempurna. Gaun pernikahan, undangan pernikahan, gedung pernikahan, dan bahkan rencana bulan madu sudah terencana”

“Tapi entah bagaimana caranya, abeoji kembali dipertemukan dengan masa lalu. Masa lalu yang membuat abeoji menyadari betapa brengseknya abeoji ini. Wanita yang dengan tega abeoji tinggalkan saat mengandung buah hati abeoji, dia hidup sangat menderita karena sikap pengecut abeoji. Abeoji tak sengaja kembali bertemu dengannya saat abeoji akan membeli ramen di kedai ramen dipinggiran kota Seoul”

“Dia yang seumur hidupnya hidup dengan mewah dan tak pernah melakukan pekerjaan rumah sendiri, wanita itu melakukannya semuanya sendiri saat itu. Mencuci mangkuk, mengantar pesanan dan bahkan rela mendapat omelan dari pelanggan”

“Abeoji baru sadar, abeoji benar-benar lelaki yang tidak bertanggung jawab, Kyu-ah. Seorang wanita yang harusnya bisa hidup bahagia, semua itu abeoji renggut dan kemudian abeoji tinggalkan begitu saja” tersirat jelas penyesalan mendalam dalam mata ayah Kyuhyun.

“Setelah itu diam-diam abeoji mencari tau bagaimana kehidupannya dan disana abeoji mengetahui dia hidup dengan seorang bayi berumur satu setengah tahun. Bayi yang abeoji tolak mentah-mentah kehadirannya di dunia karena keegoisan abeoji” tak ada kata yang keluar dari mulut Kyuhyun, dia masih dengan keras berpikir tentang apa yang sebenarnya dikatakan oleh abeojinya ini.

“Tepat dihari penting itu, hari pernikahan abeoji. Abeoji memilih pergi dan bertanggung jawab dengan apa yang abeoji yang lakukan di masa lalu. Meninggalkan wanita lain yang seharusnya tak pernah bertemu dengan lelaki pengecut seperti abeoji ini” Kyuhyun mulai paham dengan cerita abeojinya.

“Tapi kau tau, Kyu-ah? Setelah semua itu, abeoji tidak pernah menyesal harus kembali ke masa lalu. Karena nyatanya memang masa lalu itulah yang menjadi takdir masa depan abeoji, anakku..” Kyuhyun menatap sang ayah, meminta untuk melanjutkan ceritanya

“Wanita hebat itu adalah eommamu, Kyu-ah. Dan bayi itu adalah dirimu, Cho Kyuhyun” tutupnya sambil menggenggam tangan kanan Kyuhyun dengan hangat, “dan aku harap, kau tidak akan pernah menjadi lelaki pengecut seperti abeoji dulu, Kyu-ah. Hiduplah dimana duniamu itu ada, nak..”

***

Dengan perlahan, langkah Kyuhyun bergerak kearah Sooyoung berdiri. Sooyoung masih belum menyadarinya, masih terfokus pada mangkuk bubur yang resepnya ia peroleh dari internet.

Tepat dibelakang Sooyoung, tangan Kyuhyun terulur untuk merengkuh pinggang Sooyoung dari belakang, merapatkan badannya pada yeoja yang ia cintai itu. Tercekat, Sooyoung hanya bisa diam tak tau apa yang harus ia lakukan.

Dalam diam, keduanya sama-sama mengontrol detak jantung yang berdetak tak normal itu. Hangat. Sooyoung berani bersumpah, ini adalah pelukan terhangat yang ia rindukan.

Sungguh, Kyuhyun merasa nyaman kali ini. Memeluk Sooyoung seperti ini, membuat darah Kyuhyun kembali mendesir hebat.

“Oppa..” lama dalam hening Sooyoung berani bersuara lebih dulu.

“Jangan menyerah, Youngie…” lirih Kyuhyun masih dengan mendekap erat pinggang Sooyoung dari belakang, membenamkan wajahnya di kulit leher Sooyoung dengan posesif lalu mencoba menghirup dalam-dalam parfume Sooyoung yang masih tertinggal sama seperti empat tahun yang lalu.

Tindakan Kyuhyun ini, nyatanya juga membuat dada Sooyoung berdesir. Tangan bebas Sooyoung terulur mengelus tangan kokoh Kyuhyun yang mendekapnya dengan posesif.

“Cukup empat tahun aku menderita, cukup! Aku tak ingin mengulanginya lagi, Youngie..” lanjut Kyuhyun merapatkan kembali dekapannya.

Air mata Sooyoung menetes dengan sendirinya, lega tentu saja, bahagia tentu saja, terharu tentu saja. Ini seperti mimpi indah yang selalu ia harapkan.

Sooyoung melepas dekapan Kyuhyun lalu berbalik, sehingga kini mereka berdiri saling berhadapan. Tangan Kyuhyun masih menggurung pinggang Sooyoung. Tatapan sendu Kyuhyun menyiratkan kelelahan dan keputusasaan yang ia pendam sendiri selama ini.

“Kenapa kau menangis? Uljima, Youngie..” kata Kyuhyun saat melihat yeoja dihadapannya beruraikan air mata. Kedua tangannya menghapus bekas air mata itu, menghapus kesedihan yang dirasakan yeoja didepannya ini.

“Aku bahagia, oppa..” jawab Sooyoung saat kedua matanya menatap mata elang Kyuhyun yang sendu itu.

“Benarkah?” pertanyaan Kyuhyun hanya dibalas anggukan mantap dari Sooyoung.

Senyum kelegaan terpancar diwajah pucat itu. Tak menunggu lama, didekapnya dengan erat yeoja didepannya itu.

“Gomawo, Youngie.. gomawoyo..” sebagai jawabannya Sooyoung merapatkan pelukan itu, meletakkan dengan nyaman kepalanya di dada bidang Kyuhyun.

Kyuhyun meregangkan pelukannya, lalu mengangkat dagu Sooyoung untuk menatapnya. Mata mereka bertemu dan perlahan saling mendekat hingga kedua hidung mereka saling menyentuh, deru nafas yang saling menerpa wajah. Tak ada kesepakatan, hanya insting yang meyakinkan mereka saat kedua bibir saling menyetuh. Mengalirkan aliran listrik yang entah sejak kapan ada, yang pasti begitu menggelitik perut keduanya.

Ciuman yang pada awalnya hanya kecupan ringan, kini berubah menjadi ciuman intens dan dalam saat tangan Sooyoung yang awalnya menarik ujung kaos Kyuhyun kini berpindah mendekap leher namja itu. Kedua tangan Kyuhyun pun yang awalnya hanya mengelus pipi Sooyoung kini mendekap pinggang Sooyoung dengan erat dan posesif hingga tak ada jarak diantara mereka.

Sooyoung segera mengakhiri ciuman itu saat merasa oksigen disekitarnya yang menghilang, mencoba mengatur nafasnya yang sedikit tak beraturan. Tapi hanya sejenak, lalu kembali menautkan bibirnya pada Kyuhyun yang masih dengan intens menatap dirinya dengan mata elangnya.

Sooyoung tak menyadari, saat kini tubuhnya sudah membentur dinding di dekat pantry. Kyuhyun masih mengurungnya, mengurungnya dengan kedua tangan yang mendekap pinggangnya dan bibir yang mengunci rapat bibirnya. Tangan Sooyoung yang juga masih setia berada dileher Kyuhyun bahkan kini menelusupkan jari-jarinya disela rambut Kyuhyun untuk semakin memperdalam ciuman mereka.

Rasanya kaki Sooyoung sudah tak sanggup tegak berdiri lagi tapi untung saja Kyuhyun mendekapnya begitu erat sehingga masih membuatnya berdiri. Baginya ciuman Kyuhyun bisa dengan cepat melumpuhkan cara kerja organ tubuhnya dan bahkan kini otaknya juga ikut lumpuh.

***

Siwon seperti kebakaran jenggot pagi ini, tidak menemukan adiknya di kamar membuatnya begitu khawatir dan bingung.

“Kemana sebenarnya kau sekarang, uri saengie..” desahnya lelah masih mencoba menghubungi ponsel sang adik.

“Kau sudah bisa menghubunginya, Siwonie?” tanya sang eomma yang tak kalah khawatir. Siwon hanya menggeleng pelan.

“Apa aku harus lapor polisi, eomma?”

“Anniya. Jangan gegabah dulu bertindak, Siwonie” hanya dijawab anggukan pasrah dari Siwon.

“Eomma, mungkin dia menginap lagi dirumah Jessica. Aku akan menyusulnya kesana, Eomma jangan khawatir, ne?” kata Siwon sambil menyambar jaketnya dan berlari keluar rumah. Adiknya benar-benar membuatnya terpaksa membolos kerja hari ini, dan untungnya sang appa masih berada di Hongkong tidak akan mengetahui hal ini yang bila diketahuinya Sooyoung tidak akan bisa keluar dari rumah lagi, Siwon bisa jamin hal itu.

***

“Anniya, oppa.. Youngie tidak menginap disini kemarin malam, terakhir aku bertemu dengannya di taman kampus sore hari dan aku juga menyuruhnya segera pulang. Dan setelahnya dia tidak menghubungiku sama sekali” cerocos Jessica saat tamu tak terduga menemuinya pagi ini, kakak kandung Choi Sooyoung.

Siwon hanya mendesah lelah, mendengar penuturan yeoja berambut blonde didepannya itu.

“Gomawo, Sica-ssi. Lalu kemana perginya Youngie? Apa kau-”
Dering nyaring ponsel Siwon menghentikan kata-kata yang akan keluar dari mulutnya,

“Yeoboseo?”

“….”

“Jinjja, eomma? Ne, aku akan segera pulang. Anyyeong”

Klik!

Siwon bernafas lega, Jessica masih bingung melihat rauh wajah namja didepannya itu. Tadi begitu khawatir kini raut kelegaan dan senyum lebar yang bisa memikat semua yeoja ia sunggingkan.

“Sooyoungie sudah pulang, Sica-ssi. Maaf merepotkanmu pagi-pagi seperti ini” kata Siwon saat melihat raut kebingungan Jessica, lalu melangkah masuk ke mobilnya dan melesat dengan cepat meninggalkan Jessica yang masih terbengong.

“Mimpi apa aku kemarin, tiba-tiba didatangi malaikat tampan pagi buta seperti ini” gumannya saat akan melangkah masuk ke dalam gerbang rumahnya. Sebelum akhirnya suara yang sangat ingin Jessica hindari, terdengar sukses di kedua telinganya.

“Hey, nona es siapa tadi yang datang? Bukankah dia kekasih Sooyoung yang baru? Kenapa dia bisa menemuimu, ha?” kata Donghae dengan sinis dan berjalan mendekat kearah Jessica.

“Mwo? Kekasih Sooyoung yang baru?”

“Ne, aku sering melihatnya mengantar dan menjemput Sooyoung di kampus. Dia kekasih baru Sooyoung kan?” kata Donghae masih dengan nada suaranya yang terdengar sinis.

Pletak!

Tangan kanan Jessica dengan cepat memukul kepala Donghae.

“Aww! Ya! Kau ini kenapa suka sekali memukul sih??” protes Donghae masih memegangi kepalanya yang dipukul Jessica.

“Karena kau itu begitu babo tau! Dia itu kakak kandung Sooyoung tau, dia baru saja satu bulan di Seoul setelah menyelesaikan studi masternya di Amerika. Ck, lagipula itu semua juga tidak ada hubungannya dengan kau, tuan ikan. Jadi jangan suka ikut campur!” sembur Jessica dan dengan cepat berjalan masuk ke gerbang rumahnya lalu menutupnya dengan dongkol.

“Jinjjayo? Aish, tapi kenapa dia bisa menemuimu? Ya! Jessica Jung, buka gerbangnya!”

***

Sooyoung POV

Penuturan Kyuhyun oppa pagi ini benar-benar membuatku terkejut dan bahagia. Tak pernah terpikirkan olehku dia akan mengatakannya pagi ini. Aku benar-benar senang pagi ini. Kalau bukan karena aku yang tidak pulang ke rumah dari kemarin malam, aku akan tetap memilih di apartement Kyuhyun oppa.

“Waeyo? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu dari tadi?” suara berat Kyuhyun oppa mengintrupsiku untuk sadar dari lamunan. Aku menggeleng, tapi tetap tersenyum lebar padanya. Dia juga ikut tersenyum dan mengacak pelan rambutku.

Aku ada di mobilnya kali ini, karena dia bersikukuh untuk mengantarkanku pulang walaupun aku khawatir dengan badannya yang masih belum sehat.

***

“Sampai!” serunya dengan semangat. Aku kembali menatapnya untuk meyakinkan semua kejadian pagi ini, semua yang ia lakukan pagi ini bukanlah hanya mimpi yang bila aku terbangun dari tidurku semuanya akan menghilang tak tersisa.

“Ini bukan mimpikan?” tanyaku. Dia tersenyum padaku, kembali mengacak rambutku.

“Anniya, ini buktinya..” jawabnya lalu mengecup bibirku kilat. Aku membeku sesaat. Benar ini tidak mungkin mimpi, ini semua nyata.

“Gomawo, oppa..” sesaat setelah aku turun dari mobilnya. Dia masih saja tersenyum dengan manis. Aku sangat menyukai senyuman itu, senyumannya yang membuatku merasa nyaman.

“Annyeong” tutupnya lalu mobilnya melaju menjauh dari rumahku.

***

“Astaga Youngie… darimana saja kau? Oppamu terpaksa membolos hari ini untuk mencarimu, sayang? Kau kemana saja?” bertubi-tubi pertanyaan eomma lontarkan padaku saat aku baru masuk rumah, hanya kutorehkan senyum manis sebagai jawabannya.

“Tunggu, eomma akan menghubungi oppamu agar ia kembali”

“Ne, aku mandi dulu eomma” aku segera memeluknya lalu dengan cepat berlari ke kamarku yang berada di lantai atas. Sekilas aku melihat eomma hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahku itu.

***

Kyuhyun POV

Senyumku masih saja terus mengembang, setelah mengantarkan Sooyoungie pulang kerumahnya aku bergegas pergi menemui abeoji, entah kenapa aku merasa berhutang padanya. Berkat ceritanya padaku beberapa waktu yang lalu, aku tidak mau nantinya aku akan menyesal bila kehilangan Youngie karena jujur aku pasti tidak akan bisa bertahan lebih lama bila tanpa dia.

Rasanya pagi ini sangat cerah dan indah. Aku seperti merasakan lagi perasaan ini, setelah terakhir empat tahun yang lalu aku merasakannya. Aku jatuh cinta, ya jatuh cinta dengan gadis yang sama seperti empat tahun yang lalu. Choi Sooyoung, saranghaeyo…

Sambil tetap tersenyum, media player di mobilku juga tak henti-hentinya memutar lagu yang  sesuai dengan perasaanku saat ini. Ah, awal hari yang sangat indah dan semoga tidak berakhir dihari ini juga.

***

Tinggal satu belokan lagi aku sampai dirumah, sebelum dering nyaring ponsel terpaksa membuatku menghentikan sejenak laju mobilku.

“Yeoboseo?”

“…” suaranya terdengar sangat familiar.

“Nuguseo?”

“…”

“Hyung? Siwon hyung?”

“…”

“Baiklah, nanti aku akan menemuimu, hyung. Anyyeong” Klik!
Siwon hyung ingin menemuiku? Kenapa aku menjadi gugup.

“Aish!” kembali kulajukan mobilku kerumah, setidaknya menemui abeoji dan melihat keadaannya terlebih dulu.

***

Author POV

Tidak sampai limabelas menit, Kyuhyun sudah tiba di kediaman keluarga Cho. Rumah megah yang terasa sepi dan dingin bagi Kyuhyun. Tempat dimana dirinya tumbuh dan menghabiskan hari-hari bahagia bersama kedua orangtuanya.

Saat turun dari mobil, Kyuhyun sudah disambut pelayan setia keluarganya yang tersenyum ramah padanya setelah sebelumnya membungkuk memberi hormat.

“Dimana Abeoji?” tanya Kyuhyun setelah membalas senyum pelayan itu.

“Tuan Cho ada di taman belakang, setelah pagi ini check up rutin” jawab sang pelayan, lalu dengan segera Kyuhyun berjalan masuk ke rumah dan menuju ke taman belakang.

Di taman belakang, seorang pria yang cukup berumur duduk santai dikursi rodanya. Udara pagi yang menginjak siang masih terasa menyejukkan untuk tubuhnya yang hampir sebulan hanya terbaring dikamar.

“Abeoji, kenapa tidak masuk? Ini sudah siang, aish” cerocos Kyuhyun sambil mendorong kursi roda ayahnya,

“Ya! Bocah nakal, kemana kau hampir tiga hari ini? apa kau marah lagi padaku?” Kyuhyun hanya menjawabnya dengan kekehan kecil, rasanya begitu senang akhirnya sikap ayahnya sudah kembali seperti dulu.

“Sebenarnya ada masalah yang harus aku selesaikan belakangan ini dan setelah itu semua selesai aku baru bisa menemui, abeoji” jawab Kyuhyun yang kini duduk di kursi yang terletak disebelah ayahnya.

“Masalah apa itu? Kalau tebakanku benar, apa masalah wanita?”

“Wah, abeoji hebat sekali bisa menebaknya. Haha” jawab Kyuhyun dengan semangat bahkan sambil bertepuk tangan dan tawa lebar, sang ayah ikut tertawa. Rasanya sudah sangat lama mereka tidak melakukan itu. Bersantai dan saling bergurau.

***

“Choi Sooyoung, sebenarnya kemana saja kau kemarin malam? Kau tidak menginap dirumah Jessica?” Siwon terlihat sangat marah saat ini. Setelah tadi pagi dibuat kelimpungan mencari dongsaeng satu-satunya ini nyatanya yang dicari telah tiba dirumah dengan senyum lebar dan wajah yang berbinar-binar. Sungguh mencurigakan batin Siwon.

Sooyoung hanya menunduk pasrah. Disebelahnya, sang eomma duduk sambil mengelus punggungnya dengan sayang.

“Aku menginap dirumah temanku yang lain, oppa. Dan itu bukan dirumah Jessica” masih tak mau menatap wajah oppanya, Sooyoung memilih menjawabnya dengan menundukkan kepala.

“Temanmu yang mana, Youngie? Apa eomma mengenalnya?” sang eomma pun ikut bicara. Tatapan mata Siwon tetap tajam dan tersirat kemarahan disana. Sooyoung? Gadis itu tetap diam tidak berani menjawab lagi. Rasanya seperti tertangkap basah, apalagi oppanya ini adalah tipekal yang tak bisa dibohongi.

“Baiklah kalau kau tidak bisa menjawab, oppa akan melapor pada appa sekarang!” lalu Siwon mengambil ponselnya dari saku celana, bersiap menghubungi ayahnya yang memang belum pulang dari kunjungan bisnisnya di luar negeri.

“Andwae! Aku akan mengaku!” jawab Sooyoung segera. Menghubungi appanya akan menambah masalah ini lebih besar. Dan Sooyoung tidak mau itu terjadi. Siwon tersenyum lebar mendapati wajah ketakutan dongsaengnya.

“Jadi, dimana kau menginap kemarin malam?” ulang Siwon.
Sooyoung masih tetap diam. Dua menit. Siwon bersiap menekan angka 2 yang menjadi speed dial untuk appanya, sebelum suara lirih Sooyoung menghentikannya.

“Aku di apartement Kyuhyun oppa kemarin malam” Sooyoung semakin menundukkan kepalanya, “tapi aku berani bersumpah tidak terjadi apa-apa diantara kami, aku merawatnya kemarin. Dia demam kemarin malam. Mianhae eomma, oppa, jebbal?” ekspresi eomma sempat shock dan tampak tidak percaya sedangkan Siwon hanya tersenyum tipis.

Dugaannya tadi benar, berarti adiknya ini sudah berbaikan dengan Kyuhyun. Padahal baru tadi Siwon menghubungi Kyuhyun untuk bertemu dengan namja itu, memintanya untuk berbaikan dengan Sooyoung.

“Jangan katakan pada appa, eomma? Oppa? Aku benar-benar akan habis kalau appa sampai tau” kini tatapan Sooyoung sangat lucu aegyo andalannya keluar dan Siwon tidak tahan untuk tidak menertawakan adiknya itu, kalau sang eomma tidak menatapnya dengan sebal.

“Ehm, Youngie kau tidak boleh melakukan hal itu lagi apapun alasannya, mengerti? Oppa akan memaafkanmu kali ini dan tidak mengatakannya dengan appa” kata Siwon dengan bijak, sungguh sebenarnya dia tidak pernah bisa marah dengan dongsaengnya ini.

“Eomma?” tanya Sooyoung sambil menatap eommanya dengan tatapan memohon. Sang eomma hanya menghela nafas panjang lalu menganggukkan kepalanya. Putri bungsunya ini selalu membuatnya stres, kalau ia bisa jujur.

“Nah, masalah ini sudah selesai. Aku akan pergi kalau begitu” kata Siwon sesaat setelah melihat wajah eommanya tersenyum. Berdiri dari duduknya dan menyambar kembali kunci mobilnya.

“Oppa mau kemana? Kencan dengan Tiffany Hwang?” tanya Sooyoung dengan jahil dan membuat Siwon salah tingkah lalu mengacak rambut dongsaengnya dengan sayang.

“Kau ini selalu saja mau tau urusan orang. Aku hanya pergi sebentar, lagi pula Tiffany juga tidak mungkin mau berkencan denganku” jawab Siwon lalu melangkah keluar. Tak beberapa lama terdengar suara mobil yang melaju menjauh dari rumah itu.

***

“Apa yang kau tau tentang hubungan Kyuhyun-ssi dengan Sooyoung-ah, Lee Donghae? Katakan sekarang..” kata Jessica. Setelah pagi mengganggunya kini namja didepannya ini mengatakan kata-kata yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

“Ah, itu.. aish, baiklah aku akan bercerita” jawab Donghae dengan pasrah. Ya, karena kesalahan bodohnya itu kini Jessica minta dijelaskan semuanya. Tadi saat mereka bertemu di koridor fakultas, Donghae dengan bodohnya menjawab pertanyaan Jessica yang bertanya dimana Kyuhyun yang biasanya bersama Donghae. Dengan santai Dongahe hanya menjawab ‘dia seperti orang gila di apartement dan mungkin Sooyoung-ssi menginap di apartementku dan Kyuhyun’.

Jessica bengong mendapat penjelasan dari Donghae. Baginya cerita yang Donghae ceritakan itu seperti kisah drama yang selalu ditontonnya di televisi.

“Jeongmal? Benarkah Sooyoung-ah dan Kyuhyun-ssi dulunya berpacaran?” Donghae hanya menganggukkan kepalanya sambil menyesap expresso pesannya.

“Ah, daebak! Sungguh kisah yang menyentuh” kata Jessica wajah berbinar-binarnya, “kita harus membantu mereka untuk bersama!” kata Jessica dengan semangat. Donghae mengernyit tanda tidak mengerti.

“Ck, kau memang selalu lelet tuan ikan!” dengus Jessica dan tanpa pamit langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan Donghae yang masih bengong melihat sikap Jessica yang menurutnya aneh itu.

Lalu Donghae berguman dengan menatap arah  punggung Jessica yang sudah mengghilang, “Ck, kenapa membantu mereka kau hubungan kita saja tidak jelas seperti ini. Dasar aneh”

***

Sooyoung POV

Eomma benar-benar menghukumku. Satu minggu penuh harus berdiam diri dirumah kecuali untuk kuliah. Ah…. padahal aku begitu rindu dengan Kyuhyun oppa. Eh? Apa yang baru saja aku katakan? Bahkan belum ada sehari aku berpisah dengannya.

Aku jadi mengingat kembali kejadian tadi pagi di apartementnya. Tanpa sadar aku kembali menyentuh bibirku. Rasanya masih hangat sama seperti tadi saat Kyuhyun oppa menciumku. Aish, aku ketagihan dengan ciumannya. Aish, kenapa pikiranku melantur seperti ini sih?

“Hey saeng, apa yang kau pikirkan? Lihatlah pipimu bersemu” kata Siwon oppa tersenyum jahil yang entah sejak kapan sudah berdiri bersandar dipintu dapur dengan kedua tangan terlipat di dada. Aku panik, jangan sampai oppaku yang-tidak-bisa-dibohongi ini tau apa yang terjadi padaku.

Dengan sekali mendengusnya, aaku melangkah keluar dari dapur. Niatku untuk mengisi perut hilang sudah dan semua itu gara-gara kejahilan oppa.

“Kau marah padaku?” tanya Siwon oppa saat aku mengabaikannya, aku hanya terus cemberut lalu dia dengan seenaknya kembali mengacak rambutku dan dengan cepat memelukku,

“Ah, betapa aku merindukan dongsaengku yang kekanak-kanakan ini. Tiga hari lagi aku harus pergi ke Jeju dan dalam sebulan berada disana menyelesaikan pembangunan proyek. Doakan aku berhasil meluluhkan hati Tiffany Hwang ya? Sepertinya oppamu ini benar-benar mencintainya”

“Oppa benar-benar mencintainya? Jeongmal?” tanyaku tak percaya, seorang Choi Siwon yang bisa mendapatkan yeoja dengan kriteria yang dia inginkan bisa takluk dihadapan Tiffany Hwang? Ah, aku begitu penasaran dengan yeoja itu.

“Hm.. dan kabar baiknya dia akan pergi bersama oppa sebulan di Jeju” jawab Siwon oppa saat melepaskan pelukannya. Aku bisa melihat dia begitu bahagia, aku membalasnya dengan tersenyum lega.

“Aku akan sangat merindukanmu, oppa” kataku lalu memeluknya kembali dan dia membalas pelukanku.

To Be Continue…

Gimana? Makin absurd kah fanfic ini? -___-

Maap banget ya kalau makin gak jelas ini fanfic :”(

Jangan lupa tinggalkan komentar dikolom bawah🙂

Like nya juga jangan lupa😉