Fate! You Must With Me!

Author: starralova ( @ajtvillu )

Leght: Twoshoot

Main Cast: Kyuhyun ‘Super Junior’ & Sooyoung ‘Girls Generation’

Support Cast: Jonghyun ‘CN Blue’ & Yoona ‘Girls Generation’

Genre: Romance and little bit a action

Rating: PG-16

Disclaimer: Ide cerita terispirasi dari tokoh Heiji Hattori dan Kazuha Toyama dalam serial komik Detective Conan. Castnya gak bisa diganggu gugat! Kyuhyun ya sama Sooyoung! Sooyoung ya sama Kyuhyun! Lainnya gak boleh!!! Wekkkk…😛

Yang gak suka couplenya jangan Bashing, oke?😉

Happy READING!!!!

*** *** *** *** ***

‘Cinta itu takdir yang siapapun tidak akan mengerti seperti apa akhirnya. Seperti aku yang sudah terikat denganmu, aku tidak pernah tau kenapa dan bagaimana itu semua bisa terjadi’

*** *** ***

Author POV

Seoul tahun 1997

Seorang yeoja kecil berjalan sendirian di lorong kantor polisi. Sampai dari arah depannya seorang namja cilik yang berselisih 2 tahun diatas yeoja tadi, berjalan kearah si yeoja kemudian menarik tangan si yeoja dan membawanya ke salah satu ruangan.

“Youngie, ayo kita bermain. Aku jadi detektif dan kau jadi penjahatnya, ne?” kata si namja.

“Ya! Andwae! Kenapa aku jadi penjahat? Aku juga mau jadi detektif, Hyunie” jawab si yeoja tidak mau kalah.

“Aish, kau kan seorang yeoja. Tidak mungkin kau jadi detektif. Jadi aku yang jadi detektif dan kau penjahatnya” kata si namja kemudian memborgol tangan si yeoja dengan borgol yang sejak tadi ia genggam.

“Andwae!” teriak si yeoja. Si namja tidak peduli dan tetap memborgol tangan kanan si yeoja.

“Biasanya detektif itu, kalau satu borgol untuk si penjahat satunya lagi untuk detektif” kata si namja dengan bangga, lalu memborgol tangan kirinya. Setelah sebelumnya mengaitkan tangannya pada ujung kaki meja diruangan itu.

Klik! Borgol terkunci.

“Hyunie, ini tidak bisa lepas. Apa yang harus kita lakukan?” kata si yeoja dengan mata yang kini berkaca-kaca. Si namja hanya berdecak sebal mendengar rengekan sang yeoja.

“Aish, inikan hanya permainan jadi tidak mungkin tidak bisa lepas. Mana? Aku akan melepas borgolmu! Setelah ini aku tidak mau lagi bermain denganmu. Kau cengeng sekali” kata si namja kemudian melepas borgolnya. Gagal. Borgol itu sudah terkunci dan si namja tidak tau dimana kuncinya. Dengan berkeringat dingin, si namja menatap si yeoja yang kini sudah terisak.

“Andwae. Kenapa ini bisa terkunci?” tanya si namja pada dirinya sendiri. Si yeoja tetap terisak bahkan kini terdengar lebih kencang.

“Yah, Youngie jangan menangis. Sttt.. uljima. Jangan menangis, Youngie” si namja kini mengelus kepala si yeoja yang masih mengusap air matanya dengan tangan kirinya.

“Aku takut, Hyunie. Kalau, ini, tidak, bisa, terbuka, selamanya, hiks hiks..” kata si yeoja dengan terbata.

“Sttt,. Tenang saja, kan ada aku disini. Jadi kau tidak perlu khawatir, ne?” kata si namja menenangkan si yeoja. Dengan satu tangan yang saling terborgol keduanya duduk di sudut ruangan sambil bersandar pada dinding. Menunggu siapa saja yang masuk ke ruangan yang jarang dipakai ini.

***

Seoul 15 tahun kemudian..

Seorang gadis baru saja turun dari mobil yang mengantarnya ke kampus dan sudah disambut oleh tatapan para namja yang menatap kagum kearahnya. Choi Sooyoung, siapa yang tidak mengenal gadis tinggi, ramah dan memiliki senyum manis ini di Kyunghee University. Salah satu gadis paling populer dan primadona fakultasnya. Mahasiswa semester akhir fakultas hukum yang sebentar lagi akan mendapat gelar sarjananya. Anak dari Choi Jungnam yang merupakan Kepala Senior Badan Intelijen Khusus Kepolisian Korea Selatan.

“Sooyoung-ah!” teriak seorang gadis sambil berlari kearah Sooyoung yang dengan cuek melewati segerombolan namja yang sejak dari tadi memperhatikannya.

“Yoong-ah!” Sooyoung balas berteriak kemudian memeluk sahabatnya itu. Sudah hampir satu bulan ini ia memang tidak pergi ke kampus untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

“Ah, aku sangat merindukanmu, Yoong-ah” lanjut Sooyoung saat melepaskan pelukannya dan tersenyum. Yoona yang juga merupakan primadona kampus ikut tersenyum, mereka memang seumuran hanya saja selisih beberapa bulan. Yoona masih semester 7, yang mengikuti program reguler. Berbeda dengan Sooyoung yang memang mengikuti program akselerasi dan lebih cepat satu semester dibanding program reguler.

“Kau ini sibuk sekali dengan tugas akhirmu sih. Bahkan untuk hangout bersama denganmu rasanya sangat sulit untukku” kata Yoona sambil merengut. Sooyoung tersenyum,

“Mianhae, chingu-ya. Kau tau sendiri, aku ingin semuanya cepat selesai. Ayo kita ke kelas” jawab Sooyoung kemudian keduanya berjalan kearah kelas mereka dengan saling bertukar cerita dan saling tertawa bersama.

***

“Kyuhyun-ah tolong kau lihat ulang laporan kasus ini! Pimpinan menginginkan kasus ini segera kau tangani” kata seorang detektif muda yang menjadi anggota di bagian Tim Penyelidik Khusus Kepolisian Korea Selatan, Kim Kibum pada seorang namja yang sedang asik bermain game komputer di mejanya.

“Aish, kau menggangguku saja, Jonghyun-ah. Abeoji senang sekali menyiksaku sih” jawab namja itu dengan nada sebal kemudian mengacak-acak rambut cepaknya setelah membaca map yang diserahkan Jonghyun. Jonghyun hanya tertawa geli melihat kelakuan rekan kerja sekaligus sahabatnya ini yang lebih terlihat seperti remaja berusia 15 tahun.

“Hey, kau ini seperti remaja saja. Sudah cepat kerjakan saja laporan itu. Oh iya, tadi Pimpinan memberitahukan padaku, kalau laporan itu harus selesai dimejanya jam 12 siang ini” kata Jonghyun sambil berlalu kearah mejanya. Kyuhyun semakin frustasi saja.

“Abeoji!!!!!” teriaknya frustasi. Rekan kerja yang mendengar teriakan Kyuhyun hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala saja.

Cho Kyuhyun, seorang detektif muda yang menjadi bagian di Tim Penyelidik Khusus Kepolisian Korea Selatan.Ayahnya adalah Cho Yeunghwan yang merupakan Kepala Dewan Senior Penasehat Badan Intelijen Khusus Kepolisian Korea Selatan. Seorang detektif muda, ceroboh dan bersifat kekanak-kanakan, lebih suka bermain game daripada menyelidiki kasus dilapangan.

Memiliki rekan kerja sekaligus sahabat yaitu Lee Jonghyun yang memiliki kepribadian 180 derajat berkebalikan dengannya. Tapi dibalik sikap ceroboh dan kekanak-kanakannya itu, setiap kasus yang diselidiknya selalu dapat terungkap. Memiliki kecerdasan yang tinggi dibalik sikap bodoh yang selalu di perlihatkannya.

***

“Abeoji, apakah kau sudah gila menyuruhku memeriksa ulang laporan yang baru kemarin aku selesaikan sejak seminggu yang lalu?” serobot Kyuhyun saat memasuki ruangan appanya. Hanya dibalas deheman oleh sang appa. Kyuhyun membuka lebar matanya saat tau ada orang lain yang berada diruangan appanya.

“Ah, mianhaeyo, Sanjangnim. Aku tidak tau kalau ada tamu” kata Kyuhyun dengan menunduk hormat, sang tamu yang ternyata kepala senior, yang kemudian berdiri dan berjalan kearah Kyuhyun.

“Gwaenchana. Pasti ada yang penting yang ingin kau sampaikan pada appamu, sampai kau terburu-buru seperti itu” kata kepala senior yang tak lain adalah atasan Kyuhyun juga.

“Anniya. Aku bisa mengatakannya nanti, silahkan lanjutkan pembicaraan kalian” jawab Kyuhyun lalu undur diri. Sebelum Kyuhyun keluar dari ruangan itu, suara appanya mengintrupsikan untuk tetap didalam.

“Ada yang ingin appa dan tuan Choi bicarakan denganmu. Kemarilah!” kata sang appa yang mendapat anggukan dari kepala seniornya, Choi Jungnam. Kyuhyun hanya duduk patuh disamping appanya dengan sejuta pertanyaan dikepalanya.

***

“Yoong-ah, aku sudah dijemput. Mianhae, tidak bisa menemanimu lagi kali ini” kata Sooyoung begitu melihat mobil buatan Eropa berwarna putih yang parkir tepat didepan fakultasnya. Menampilkan wajah penyesalan pada sahabat yang berada didepannya. Yoona hanya bisa tersenyum maklum. Sooyoung memang adalah putri sesungguhnya.

Sooyoung yang merupakan putri dari orang yang berpengaruh di Korea Selatan, tentu saja hidupnya sudah ditata dan selalu dikawal kemanapun dia pergi. Berbeda dengan Yoona yang bisa selalu bebas menjalani hidupnya. Orang tuanya yang selalu sibuk dengan bisnis keluarga dan perusahaannya tidak pernah memperhatikannya bahkan untuk menjaganya.

Yoona menghembuskan nafas panjang saat melihat punggung Sooyoung yang kian menjauh dan masuk ke mobil yang menjemputnya. Aku akan berbelanja sendiri hari ini, batinnya lalu melangkah keparkiran tempat mobilnya berada.

***

“Hah, melelahkan hari ini. Kim ajjhussi, aku ingin langsung pulang saja. Tidak perlu mampir dulu ke kantor appa” kata Sooyoung begitu mendudukkan tubuhnya di kursi belakang. Seorang supir yang dipanggil Kim ajjhussi itu diam tanpa merespon perkataan Sooyoung. Sooyoung mengernyit tanda merasa ada yang aneh.

Tiba-tiba Sooyoung melihat seringai menakutkan milik sang supir.

“Kya!!! Kau bukan Kim ajjhussi!! Siapa kau?? Kau penculik kan?? Kyaaa!!!” jerit Sooyoung saat tau orang yang menjadi supirnya sekarang bukanlah Kim ajjhussi.

Seorang namja muda, yang kira-kira 2 tahun diatas Sooyoung. Sooyoung masih saja histeris, bahkan sekarang memukul si supir dengan buku yang menjadi bahan tugas akhirnya ke kepala orang asing itu. Sang supir berteriak kesakitan dan mencoba menghalau pukulan Sooyoung. Hampir saja mereka menabrak mobil depan mereka karena insiden pemukulan di dalam mobil.

“YAH!!!” kata si supir dengan intonasi tinggi. Kemudian berbalik menghadap Sooyoung yang berada dibelakangnya, “kau ini suka sekali melakukan kekerasan padaku, ckck.. aku tidak percaya kalau kau adalah yeoja, tindakanmu brutal sekali. Dan lihat! Kepalaku benjol akibat pukulanmu itu” cerocos si supir, “hey, dan.. aish, jinjja?? Kau memukulku dengan buku setebal batu bata itu? Ckckck,,,” lanjutnya saat memandang buku yang ada digenggaman Sooyoung dengan wajah tidak percaya.

Mata Sooyoung seperti hampir lepas melihat namja yang berada didepan kemudi mobilnya sekarang adalah Cho Kyuhyun.

***

Kedua orang yang biasanya akan ribut bila bertemu, kali ini hanya diam dengan pikiran masing-masing. Kyuhyun mencuri pandang kearah yeoja di depannya, yang dipandangi hanya menatap ice cappucinno pesanannya.

Sooyoung terus saja diam, jujur dia masih sebal dengan namja yang duduk di depannya sekarang. Seenaknya saja mengaku sebagai Kim ajjhussi dan membawanya pergi bahkan kali ini mengajaknya duduk di cafe.

“Yah, kau marah padaku, hm?” kata Kyuhyun memecah keheningan keduanya. Tidak mendapat jawaban dari Sooyoung. Kyuhyun kini malah terkikik geli, Sooyoung kini menatap Kyuhyun dengan tajam,

“Apa yang kau tertawakan?” Kyuhyun hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menghentikan suara tawanya.

“Cih, kau sangat menyebalkan Cho Kyuhyun” kata Sooyoung kemudian berdiri dari tempatnya. Kyuhyun dengan segera menahan lengan kanan Sooyoung dan menatapnya dengan serius.

“Appamu yang memerintahkanku untuk menjemputmu hari ini. Dan aku pun juga tidak tau maksudnya, beliau bahkan juga memerintahkanku untuk membawamu ke sebuah butik” kata Kyuhyun saat mata Sooyoung kini kembali menatapnya dengan tajam. Kemudian menambahkan dengan lirih, “Apa kau sedang memesan gaun untuk pernikahan, hm?”

Sooyoung hanya menatap sengit, kemudian menghempaskan tangan Kyuhyun yang masih saja memegang lengan kanannya.

***

Sooyoung POV

Appa berhutang penjelasan denganku. Dengan tiba-tiba menyuruh namja setan ini menjemputku dan sekarang bahkan menyuruhku pergi ke butik. Aish, sebenarnya ada apa ini? Aku merasakan firasat yang tidak baik dengan hari ini. Semua terasa tiba-tiba. Aish, jinjja!!

“Hey, Choi Sooyoung, kau masih marah padaku ya?” suara namja setan disampingku ini sangat mengganggu, usil sekali sih namja ini. Cerewet seperti ajjhuma-ajjhuma saja. Aku tetap diam dan memilih memandang jalanan lewat jendela samping. Kali ini kami berada di jalan yang akan membawaku ke sebuah butik. Dia sekarang diam, itu lebih baik.

***

Kyuhyun POV

Aish.. yeoja ini memang menyebalkan. Aku diacuhkan sejak dari tadi. Aku terus berfikir apa yang harus aku lakukan agar dia tidak mengacuhkanku lagi.

Mungkin dia masih marah padaku tadi, tapi aku kan sudah menjelaskan semua yang appanya perintahkan padaku. Aku sendiripun tak tau maksud dari appanya yang menyuruhku untuk menemani Sooyoung ke butik.

“Ne, kalau kau memang tidak mau mendengarkanku atau memang kau tidak bisa mendengar suaraku? Aish, kau tidak mengalami masalah pendengaran kan, nona Choi?” dan dia menoleh kearahku dengan tatapan sengitnya

“Aku tidak tuli, setan” katanya dengan menekankan kata terakhir. Mwoya?? Dia memanggilku apa? Setan? Setan dia bilang?? Yeoja ini benar-benar, aish…

“Ya! Ya! Kau itu-”

“Waeyo? Kau tersinggung aku memanggilmu ‘setan’?” potongnya dan menatap tajam mataku.

“Tentu saja! Kau itu-”

“Aku kenapa? Apa aku salah berkata seperti itu? Bukankah itu sudah menjadi ciri khasmu, ‘setan’?” dia benar-benar memancing emosiku. Sabar, Cho Kyuhyun. Kau harus sabar menghadapi yeoja menyebalkan macam Sooyoung.

“Terserah apa katamu saja, nona Choi” tutupku. Aku tidak mau terus berdebat dengan yeoja keras kepala seperti yeoja yang duduk disampingku ini. Dia hanya tersenyum menang.

***

“Sekarang bawa aku pulang!” kata Sooyoung yang kini berjalan masuk ke mobil. Cih, tingkahnya seperti aku supirnya saja.

“Waeyo? Kenapa tidak cepat? Aku sudah sangat lelah, Cho Kyuhyun-ssi” aku hanya diam dan menatap tajam kearahnya. Dia berlagak tidak tau, cih.. aku yakin sekarang ini dia sedang tertawa menang.

Aku segera menjalankan mobil dan mengantarkan putri manja ini pulang. Jujur saja aku juga tidak akan mau menemaninya kalau bukan perintah dari appanya yang merupakan atasanku di kantor.

Di perjalanan, dengan bodohnya perutku ini berbunyi. Sooyoung menatap penasaran kearahku kemudian tertawa dengan sangat keras, bahkan sampai memegangi perutnya.

“Kau kelaparan, tuan Cho? Ckck, aku lupa harusnya aku mentraktirmu makan karena kau sudah menemaniku seharian ini. Mianhaeyo, ayo kita makan! Aku ingin makan ramyun yang pedas malam ini!” lihat saja, yang kelaparan siapa yang bersemangat siapa. Terpaksa aku menghentikan laju mobil ini dan berhenti di kedai ramyun langgananku. Sooyoung hanya menatap takjub.

“Wow, aku baru kali ini makan di tempat seperti ini?” dia seperti orang kampung yang baru melihat mall untuk pertama kali saja, “apakah tidak akan sakit perut kalau makan ditempat seperti ini?” tambahnya dengan lebih lirih. Aku berfikir keras dengan kata-katanya.

Aku tau sekarang, seorang Choi Sooyoung di sebelahku ini memang anak rumahan yang selalu terlindungi dan tidak pernah menikmati dunia dengan bebas. Ayahnya terlalu over protektif dengan semua yang berhubungan dengannya. Ketakutan akan musuh yang mengincar Sooyoung menjadi alasan beliau bersikap seperti itu pada putri semata wayangnya ini. Aku tersenyum geli melihat pertanyaan polos yang meluncur dari gadis berumur 22 tahun ini.

***

Author POV

“Apa tidak apa-apa mereka pergi berdua? Aku takut akan ada perang kalau mereka dibiarkan berdua saja?” tanya sang istri mendengar rencana sang suami. Si suami hanya tersenyum maklum mendengar kekhawatiran istrinya

“Anniya. Aku percaya seratus persen pada Kyuhyun, dia akan menjaga Sooyoung. Walaupun sikap mereka sama kerasnya, tapi aku yakin mereka itu bisa bersama. kau tidak perlu khawatir, yeobo” kata sang suami menenangkan sang istri.

“Tapi mereka itu kan selalu-”

“Mereka itu sudah aku jodohkan, sekarang saatnya mereka saling mengenal dan memahami” potong sang suami. Si istri hanya mengangguk paham.

***

Ditempat lain, keheningan kembali hadir di mobil yang membawa Kyuhyun dan Sooyoung. Setelah makan malam tadi, Sooyoung merengek untuk segera pulang. Kyuhyun tidak mengerti arti rengekan Sooyoung, hanya berdecak sebal.

Kyuhyun yang merasa yeoja yang duduk disampingnya ini hanya diam, menengok kearah samping dan menemukan si yeoja sudah terlelap dengan damai. Kyuhyun tersenyum lega.

“Kalau sudah tidur, wajah galak dan sinismu akan berubah menjadi wajah malaikat ya.. ckck, kenapa selalu bersikap sinis bila bersamaku, hm? Yeoja aneh, apa kau tidak tau aku ini tampan dan banyak penggemar? Seharusnya kau merasa beruntung, kau bisa berdekatan denganku. Dasar yeoja aneh!” cerocos Kyuhyun tanpa henti sambil menatap yeoja yang sedang tertidur disampingnya ini. Dan entah kenapa, kini Kyuhyun menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan.

Kembali menatap Sooyoung yang masih damai dalam alam mimpinya. Kyuhyun tersenyum, kemudian merapikan beberapa helai rambut Sooyoung yang menutupi wajahnya dengan tangan kanannya. Cantik, batin Kyuhyun.

Masih dengan posisi yang sama, kini tangannya mengelus pipi Sooyoung. Tatapan Kyuhyun kini menjadi serius. Entah terbawa suasana atau memang ini yang ia rasakan, Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung. Lambat-lambat, kini bibir Kyuhyun menempel dengan lembut di pipi sebelah kiri Sooyoung. Cukup lama Kyuhyun mencium pipi Sooyoung sampai dengan sangat hati-hati dia melepaskan ciuman itu.

“Jaljayo” lirih Kyuhyun.

***

Kyuhyun POV

Sudah seminggu sejak aku bertemu dengan Sooyoung saat itu. Entah kenapa hari ini aku sangat ingin bertemu dengannya, melihat wajahnya yang cemberut bila melihatku membuat aku ingin menggodanya saja, kekekee..

“Hey, kau ini. Jangan senyum-senyum seperti itu. Kau membuat semua orang takut” kata Jonghyn yang berdiri di depan meja kerjaku. Ck, dia ini senang sekali menggangguku. Aku juga heran pada orang ini. Bila di depanku saja bisa tersenyum lepas seperti itu, tapi bila dihadapan gadis-gadis dia akan menjadi makhluk paling dingin yang pernah aku temui. Dia ini memang memiliki kepribadian ganda. Aku berdecak lidah kesal melihatnya yang kini tertawa dengan usilnya.

“Ya! Kau sendiri kenapa tertawa seperti itu? Sudah sana pergi! Kau juga harus mengerjakan laporan kasus kemarin kan” kataku kemudian berdiri dari meja kerjaku.

“Hey, Kyuhyun-ah! Kau mau kemana?” teriaknya.

“Mencari kopi, kau mau ikut?” jawabku tanpa menoleh kearahnya. Kudengar langkahnya mendekat. Mungkin sedikit berjalan-jalan akan membuat fikiranku menjadi lebih normal dan tidak memikirkan yeoja itu lagi.

***

Author POV

“Jinjja? Kau bisa menemaniku berjalan-jalan hari ini? Kau serius?” kata Yoona dengan antusias saat mendengar sahabatnya ini bisa menemani berjalan-jalan. Sooyoung hanya mengangguk dan tersenyum lebar. Yoona segera berteriak dengan histeris gembira dan memeluk sahabatnya itu dengan erat.

“Ya! Yoong, aku tidak bisa bernafas! Lepaskan!” Sooyoung hanya meronta-ronta minta dilepaskan saat Yoona dengan kuat memeluknya. Walaupun tubuh Yoona lebih kecil dari Sooyoung, tapi kekuatan yeoja itu melebihi namja menurut Sooyoung.

“Kekuatanmu seperti namja saja, Yoong-ah” kata Sooyoung saat Yoona sudah melepaskan pelukannya. Yoona hanya tersenyum sambil menunjukkan deretan gigi putihnya. Sooyoung masih mendengus sebal kemudian berjalan kearah mobil Yoona terparkir.

***

“Ya! Yoong-ah, aku kapok menemanimu jalan-jalan tau! Ayo istirahat dulu. Aku lapar sekali” kata Sooyoung yang memang terlihat kelelahan. Berbeda dengan Yoona yang masih berjalan dengan cepat sambil menenteng beberapa kantong belanjaan.

“Tapi kita belum berkeliling ke semua butik di mall ini, Soo-ah” tolak Yoona.

“Mwoya??” teriak Sooyoung dengan frustasi. Seketika badannya melemah. Yoona tertawa puas, lalu berjalan menghampiri sahabatnya itu.

“Hahaha, aku hanya bercanda, Soo-ah. Kajja! Kita cari makan!” Sooyoung mendengus sebal. Sahabatnya ini hanya mempermainkannya saja.

“Ayolah, jangan ngambek lagi, ne?” kata Yoona sambil merangkul lengan Sooyoung lalu berjalan ke restoran Jepang yang berada didalam pusat perbelanjaan itu.

***

“Soo-ah, liatlah sebelah sana! Namja yang duduk disebelah sana, aku sepertinya jatuh cinta padanya” kata Yoona sambil terus menatap dua orang namja yang duduk di dekat jendela restoran.

Sooyoung penasaran dan menengok kearah belakangnya, seketika matanya membulat lebar melihat salah satu namja yang duduk ditempat yang dipandangi Yoona.

“Kau benar-benar sakit, Yoong-ah. Disana tidak ada namja yang tampan. Yang ada hanya seorang namja setan dan temannya” jawab Sooyoung setelah melihatnya. Yoona mengkerutkan kedua alisnya.

“Kau mengenal salah satu dari mereka? Jinjja? Ya, Soo-ah kenalkan aku, ya? Yang mana yang kau kenal? Yang memakai kemeja biru atau yang berjaket? ” cerocos Yoona. Sooyoung hanya menatap Yoona dengan malas.

“Shireo!”

“Ya, Soo-ah. Ayolah, ayo, ayo, ayo!” rengek Yoona, sekarang yeoja ini ber-aegyo. Sooyoung selalu tidak bisa menolak permintaan sahabatnya yang satu ini tiap kali melihat aegyonya.

“Aku mengenal yang berkemeja biru. Namanya Cho Kyuhyun. Sudah kan?” jawab Sooyoung dengan pasrah. Mata Yoona kini berbinar-binar senang.

“Huh, untunglah. Aku menyukai yang berjaket, Soo-ah. Ayo kita kesana saja. Palli! Palli!” kini Yoona malah menarik Sooyoung untuk bangkit dari duduknya.

“Mwoya? Apa kau gila, hah? Shirreo! Aku mau pulang saja!” ancam Sooyoung dengan suara yang meninggi. Tak sadar kini dia menjadi tontonan. Termasuk dua orang namja yang menjadi topik kekesalan Sooyoung. Salah satu namja itu tersenyum setan kemudian bangkit dari mejanya.

***

“Rupanya kita memang berjodoh ya, nona Choi?” sebuah suara berat khas namja menghentikan emosi Sooyoung pada Yoona. Tapi sesaat emosinya kembali meluap saat tau namja yang menyapanya itu adalah namja yang ingin dia hindari. Smirk namja itu sedikit membuat Sooyoung bergidik ngeri.

“Yoong-ah, ayo pergi!” kata Sooyoung tanpa menghiraukan Kyuhyun yang kini berdiri dihadapannya. Yoona hanya bengong, dengan tidak sabar Sooyoung segera menarik Yoona dan meninggalkan restoran itu.

Saat kedua yeoja itu telah menghilang dari pintu restoran, Jonghyun mendatangi Kyuhyun,

“Kau mengenal mereka?”

“Ne, salah satu dari mereka lebih tepatnya” jawab Kyuhyun, membuat kening Jonghyun mengkerut tanda bingung.

***

“Eomma, ada apa sebenarnya? Siapa tamu yang akan datang?” tanya Sooyoung saat melihat meja makan penuh dengan makanan dan kata-kata Eommanya yang memintanya untuk berdandan. Ada tamu spesial yang akan datang.

“Sudahlah, Youngie. Ini tamu yang sangat spesial. Jadi kita juga harus menyambutnya secara spesial, ne?” kata Eommanya masih membuat Sooyoung berfikir keras. Akhirnya ia memilih tidak peduli walaupun tetap menuruti keinginan sang eomma.

“Sebenarnya siapa sih yang akan datang? Presiden Korea Selatan? Raja Korea Selatan?” kata Sooyoung pada dirinya sendiri, lalu berjalan naik ke kamarnya yang berada di lantai atas.

Lima belas menit kemudian, Sooyoung sudah turun dengan dress simpel berwarna putih gading dengan aksen bunga-bunga dibagian dada, rambutnya dibiarkan terurai dengan poni yang menutupi keningnya.

“Wah, anak eomma cantik sekali!” puji sang eomma saat melihat Sooyoung turun dari tangga.

“Eomma..” jawab Sooyoung dengan manja sembari menghampiri sang eomma yang masih sibuk menata meja makan.

“Apa ada yang bisa aku bantu, eomma?” kata Sooyoung saat melihat eomma. Sang eomma hanya tersenyum lalu menjawab,

“Anniya. Sebentar lagi juga sudah selesai kok. Kau tunggu saja, sebentar lagi tamu spesial kita juga akan tiba”

Suara klakson mobil terdengar tak lama kemudian. Sooyoung dapat mendengar sang appa yang sedang mengobrol di depan. Mungkin tamunya sudah tiba batinnya lalu menyusul sang appa menyambut tamu ‘spesial’ nya itu.

Mata Sooyoung melotot lebar saat melihat namja yang memakai blazer coklat dengan kemeja putih garis-garis menempel ditubuhnya kini sedang berbincang-bincang dengan appanya.

Cho Kyuhyun, apa yang sedang dia lakukan disini? batin Sooyoung.

Sooyoung masih bergelut dengan pemikirannya saat sang eomma menepuk bahunya dan mengajaknya mendekat.

“Ah, Sooyoung-ah. Sudah lama kami tidak melihatmu” kata eomma Kyuhyun yang memang sudah Sooyoung kenal. Sooyoung tersenyum kaku padanya,

“Annyeonghaeseo, eommanim” Sooyoung memang sudah sejak dulu memanggil eomma ‘musuhnya’ seperti itu sejak mereka kecil.

“Sudah ayo kita lanjutkan didalam saja” kata appa Sooyoung. Mereka semua berjalan masuk kedalam ruang makan. Kyuhyun sempat memberi smirknya kearah Sooyoung, yang dibalas pelototan Sooyoung. Kyuhyun terkikik geli.

*** To Be Continue***

coret author: Akhirnya saya comeback juga, walau cuman bentar :”) disela kegiatan kuliah yang menumpuk segunung, saya masih bisa update fanfic baru yang inspirasinya udah lama sebenernya xD yang suka baca komik Detective Conan bakal tau xD dan mengenai KyuYoung yang banyak udah gak percaya mereka bakal jadi, saya gak peduli, saya masih mencintai couple ini sampai kapanpun!

untuk series Forever dipending dulu yaa..😀 idenya ngadat ini xD doain aja idenya muncul lagi, supaya cepet kelar dan ganti series baru lagi😀

RCL jangan lupa yaa😉