Gambar

 

Author: starralova ( @ajtvillu )

Main Cast: Cho Kyuhyun Super Junior & Choi Sooyoung SNSD

Other Cast: Lee Donghae, Jessica Jung, Choi Siwon, Tiffany Hwang & YongSeo Couple (Cameo)

Rating: PG-17

Genre: Romance, Sad, Family and a little comedy

*** *** ***

Anyyeonghaseyo~~~~

Adakah yang merindukan author ababil ini???

Akhirnya akhirnya akhirnyaaaaaa…. xD

Setelah setahun part 11 dari series ini, akhirnya hari ini saya berhasil nyelesaiin juga part 12-endnya😀😀😀 #prokprokprok #sujudsyukur

Penuh perjuangan banget bagi saya bisa nyelesaiin part ending series Forever ini :”) dan dengan menunda hampir setahun dari postingan terakhir saya dipart 11nya, semoga gak mengecewakan para reader yang pada nunggu semua #bow

Part ini bisa saya selesaikan karena saya telah berhasil menata kembali hati saya dan kembali digaris terdepan untuk uri Kyuyoung tercinta, tak peduli tentang apa yang terjadi dikehidupan nyata keduanya! Karena saya akan tetap mencintai dua couple ini xD

Untuk para reader setia yang menunggu sangat lama kelanjutan ff series ini, maaf banget yaaa #bow setahunan belakangan saya lebih sering nulis cerpen daripada fanfic, jadi masih agak kaku untuk nulis fanfic lagi😀

Dan terimakasih karena sudah dengan setia menanti ff series ini. untuk proyek selanjutnya seperti yang telah saya katakan dipostingan sebelum ini, saya punya niatan untuk membuat lagi series anak-anak SNSD, setiap partnya aku buat satu cerita khusus satu member, jadi akan berjumlah 9 cerita (9 part) tapi untuk waktunya belum bisa saya katakan dengan pasti, karena masih banyak urusan yang bakalan menjadikan saya lebih sibuk lagi kedepannya. Jadi, tetep ditunggu saja yaaa ;D

Enggak banyak ngomong lagi. Silahkan membaca!!! Jangan lupa RCL nya!!!

Happy Reading!!!!

***** ***** *****

‘Tuhan memang benar-benar menyanyangiku, kau tau? Inilah buktinya’

*** *** ***

Author POV

Seoul, musim semi 2015

“Apa kau tetap akan seperti itu? memandang layar kotak itu terus menerus?” suara seorang namja terdengar begitu frustasi melihat sahabatnya yang tetap terfokus pada layar laptop dihadapannya dengan kacamata yang bertengger dihidung mancungnya. Yang diajak bicara tidak menyahut dan memilih tetap berkonsentrasi pada pekerjaannya.

“Aku tidak tahu bagaimana jalan fikiranmu, Cho Kyuhyun” kata namja itu lalu memilih berbalik keluar dari ruangan dengan tulisan direktur utama itu.

Setalah Donghae benar-benar keluar, Kyuhyun melepaskan kacamatanya dan baru mengalihkan tatapannya kearah pintu. Menghela nafas panjang dalam satu tarikan.

“Akupun juga tidak tahu jalan fikiranku sendiri, Lee Donghae” gumannya lalu memilih mengistirahatkan otaknya dengan menutup mata sejenak.

***

Tiga bulan ini Kyuhyun hanya menyibukkan dirinya dengan kertas-kertas kontrak kerja dan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan perusahaannya. Hanya seminggu setelah kedatangannya kembali ke Seoul setelah melanjutkan studi masternya di Amerika Serikat, Kyuhyun langsung mengambil alih segala urusan perusahaan yang sebelumnya ditangani sang ayah.

Tiga tahun adalah waktu terkelam baginya setelah empat tahun sebelumnya. Untuk yang kedua kalinya, Kyuhyun harus berpisah dengan yeoja yang dicintainya. Setelah hari-hari bahagianya bisa kembali bersama Sooyoung, malam itu Kyuhyun harus menelan pil pahit dengan sebuah tiket dengan tujuan Amerika Serikat. Sang ayah hanya berkata dia harus melanjutkan studinya di sana dan kembali sebagai pewaris Cho Corp.

Choi Sooyoung? Di malam yang sama, Kyuhyun tidak bisa menghubungi gadis itu sama sekali. Rasanya Sooyoung seperti hilang ditelan bumi, sama seperti empat tahun sebelumnya.

Dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan, Kyuhyun memilih menuruti semua perintah ayahnya dan benar-benar melanjutkan studinya di Amerika Serikat dan tiga bulan ini menjadi pembuktian baginya, Cho Corp benar-benar mengalami perkembangan pesat ditangannya.

***

Drr.. drrr…

‘Kau harus datang ke acara besok! Aku akan membunuhmu kalau kau tidak datang, evil!’

Pesan berisi ancaman itu berasal dari sahabatnya yang beberapa waktu tadi mericuhi ruangannya, Lee Donghae.

“Beruntungnya kau, Hae-ah” senyum kecut diperlihatkan Kyuhyun dengan samar saat membaca undangan yang tadi dilempar begitu saja oleh Lee Donghae.

‘Lee Donghae & Jung Sooyeon’

Tatapan sayu Kyuhyun berubah kosong saat ingatannya berulang ke kejadian tiga tahun yang lalu, kejadian yang membuatnya kembali menjadi sosok dingin dan kelam. Berubah menjadi Cho Kyuhyun yang gila kerja dan dingin pada semua wanita didekatnya, termasuk sekretaris pribadinya sendiri.

***

Musim yang indah yang harusnya menjadi musim favorit Sooyoung pada tahun-tahun sebelumnya. Tak berbeda dengan Kyuhyun, Choi Sooyoung sekarang lebih suka menghabiskan waktunya dikantor dan berkutat dengan segala macam dokumen-dokumen perusahaan milik keluarganya di Jeju.

Tiga tahun lalu mengubah segalanya. Mengubah kehidupan Sooyoung, mengubah sikap Sooyoung, dan membekukan hati Sooyoung.

Ayahnya lagi-lagi mengirimnya tanpa pemberitahuan ke London, meneruskan studi bisnisnya disana dengan alasan kualitas pendidikan yang lebih baik disana. Alasan yang hanya sebuah alasan semata bagi Sooyoung, tentu saja ayahnya ingin memisahkannya dengan Kyuhyun lagi.

Rasanya Sooyoung sudah lelah untuk melakukan protes, terlalu lelah untuk membuang energinya dengan sia-sia bila akhirnya ayahnya lah yang akan menang. Choi Siwon sang kakak, tidak bisa berbuat apa-apa selain prihatin dengan keadaan sang adik.

Dan disinilah Sooyoung sekarang, memilih bekerja di cabang perusahaan di Jeju yang dipimpin oleh sang kakak dan istrinya serta dengan keputusan sang ayah juga harus memaksnyaa tinggal dengan pasangan suami-istri itu dibanding hidup mandiri disebuah apartement.

“Kau baru pulang?” suara tegas Siwon membuat Sooyoung menoleh sesaat sampai akhirnya memilih melanjutkan langkahnya ke kamarnya dilantai atas rumah Siwon.

“Choi Sooyoung!” geram Siwon saat sang adik tidak menanggapi kata-katanya.

“Oppa, cukup! Ini sudah malam, mungkin Sooyoung lelah dengan pekerjaannya” kata Tiffany Hwang, sang istri menenangkan Siwon dan mengajaknya kembali ke kamar mereka.

“Fany-ah, kau tahu sendirikan bagaimana Sooyoung menyiksa dirinya? Dia hanya larut dengan pekerjaannya, tidak ada pancaran keceriaan dari tatapan matanya. Aku gagal menjadi seorang oppa untuknya” Siwon hanya menunduk dan berjalan disamping sang istri. Tiffany menenangkan Siwon dengan menepuk lembut bahu pria yang mencintainya itu dan yang berhasil meluluhkan hatinya tiga tahun yang lalu.

***

Pesta malam ini terasa sangat meriah dan romantis. Kedua orang yang menjadi pusat pesta sedang sibuk menyalami para undangan yang hadir malam ini. Berbanding terbalik dengan seorang namja yang hanya duduk termenung dipojok ruangan, memandang sendu pasangan yang berbahagia itu.

“Kau iri denganku, eoh?” sebuah suara terdengar mengejek disamping namja itu. Lee Donghae dengan wajah jahilnya dan kemudian merangkul sahabatnya itu, “Masih belum bisa melupakan Choi Sooyoung, eoh? Tidak penasaran dengan keberadaannya saat ini?” cerocos Donghae saat Kyuhyun tetap tidak menanggapi ucapannya. Manik mata hitam nan tajam menatap langsung ke mata Donghae.

“Aku katakan jangan ungkit masalah itu lagi!” kata-kata tajam meluncur dari mulut Kyuhyun dan menyentakkan tangan Donghae yang masih bertengger dibahunya, “Selamat atas pernikahanmu dengan Jessica, aku pulang!” lanjutnya tanpa menatap Donghae.

Lee Donghae hanya bisa bertampang cengo melihat sahabatnya yang kini berubah sedingin es kutub itu.

***

“Appa memintamu kembali ke Seoul, kantor disana perlu dirimu” ucapan Siwon menghentikan suasana hening sarapan pagi. Sooyoung menghentikan makannya dan menghela nafas panjang,

“Baik, mungkin sebulan lagi aku akan kembali ke Seoul. Tolong sampaikan pada appa, Oppa. Aku masih harus menyelesaikan proyek yang kau serahkan padaku bulan ini” jawab Sooyoung dengan tenang dan kembali melanjutkan makannya.

Siwon hanya menghela nafas. Sifat adiknya yang tenang kali ini mengingatkan Siwon dengan sfat sang ayah. Tenang dan terkontrol.

“Apakah kau sudah menyerah untuk Kyuhyun?” nama yang harusnya menjadi nama yang terlarang itu terucap bebas dari bibir Siwon.

Sooyoung kembali menghela nafasnya, mengusap mulutnya dengan tisu dan berdiri, “Aku sudah selesai, aku berangkat sekarang. Anyyeong!”

“Oh, hati-hati di jalan, Sooyoungie” jawab Tiffany yang sedari tadi hanya diam melihat kakunya percakapan kedua kakak beradik itu.

Setelah Sooyoung pergi, Siwon memilih menatap sang istri dengan dalam.

“Sungguh, aku tak tahu bila kau tidak ada diantara kami. Mungkin akan ada adu mulut hebat” kata Siwon dan menyudahi sarapannya, “Kajja! Kita juga harus berangkat sekarang” yang dibalas dengan senyum tulus sang istri dan ikut bangkit dari duduknya.

***

Sooyoung POV

Cho Kyuhyun.

Bagaimana kabarnya? Apakah dia hidup sehat? Apakah dia kembali menjadi Kyuhyun yang suka clubbing lagi? Apakah dia melupakanku? Apakah dia membenciku?

Ribuan pertanyaan selalu memenuhi kepalaku setiap namanya disebut. Ini adalaah tahun ketiga aku berpisah untuk kedua kalinya dengannya. Penyebabnya juga sama, appaku yang masih saja dengan keras kepala menentang hubungan kami dan memisahkan kami. Rasanya aku ingin marah pada appa saat itu, ingin kabur saat di bandara pada hari keberangkatanku ke London, ingin mengatakan apa yang sebenarnya aku rasakan. Tapi kupikir sungguh rasanya akan konyol bila nantinya malah akan menyiksa Kyuhyun bila aku menuruti egoku.

Tak terasa aku sudah sampai diparkiran mobil kantor dan bertemu dengan Yonghwa, pria ramah yang menjabat sebagai manajer pemasaran di kantor ini.

“Eoh, Yonghwa? Kau juga baru tiba?” Yonghwa hanya tersenyum ramah dan berjalan ke arahku dari mobilnya.

“Ne, aku terjebak macet karena ya… aku bangun kesiangan” jawabnya dengan ragu dan tersenyum garing. Aku hanya tersenyum maklum lalu berjalan beriringan dengannya memasuki kantor.

***

Yonghwa adalah pria yang baik dan termasuk teman dekatku. Tak ragu diapun juga sering meminta saran padaku dalam menghadapi yeojachingunya. Dia termasuk pria setia pada seorang gadis, beruntunglah Seo Joohyun seorang pianis muda yang menjadi pacarnya sejak lima tahun belakangan walaupun harus berjauhan dengannya, Joohyun yang lebih sibuk di Seoul dan Yonghwa yang bekerja di Jeju.

Banyak karyawan kantor yang menganggap aku dan Yonghwa sedang menjalin hubungan asmara karena kedekatan kami. Yonghwa hanya menanggapinya seperti bahan candaan, berbeda denganku yang sedikit tidak nyaman pada yeojachingu Yonghwa.

“Tenang saja, Joohyun bukan orang yang cemburuan, kok” jawab Yonghwa dengan tenang saat aku mengungkapkan ketidak nyamananku tentang gossip kedekatan kami, “Lagian juga kau belum bisa beralih dari seorang Cho Kyuhyun, kan?” lanjutnya dengan nada jahil.

Dia adalah seorang teman yang tahu seperti apa kisah cintaku dengan Cho Kyuhyun, aku merasa lebih nyaman bercerita padanya daripada oppaku sendiri. Aku memilih menghubungi Yonghwa daripada Siwon oppa saat aku memerlukan seseorang. Jung Yonghwa, dia adalah teman yang kupercaya setelah aku tiba di Jeju setahun yang lalu.

***

Author POV

Pertemuan kali ini terasa lebih canggung bagi kedua namja dengan selisih umur hampir 30 tahun. Kyuhyun masih setia dengan ponsel yang baginya lebih menarik daripada sang ayah yang duduk dihadapannya.

“Untuk apa abeoji memanggilku hingga menyuruhku makan dirumah?” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

“Pergilah ke Jeju, ada proyek yang harus kau selesaikan disana” kata ayah Kyuhyun dengan tenang.

Kyuhyun mengernyit, “Kenapa aku harus turun langsung ke lapangan? Bukankah biasanya kepala bagian saja yang perlu mengurusi hal seperti ini?” pandangan Kyuhyun sudah teralih dari ponselnya.

“Abeoji cukup terganggu dengan dirimu yang hanya berhadapan dengan dokumen-dokumen dikantor pusat, sesekali kau harus turun langsung menghadapi pegawaimu yang berada diluar kota, arra?” jawab sang ayah.

“Ck, arraseo. Aku akan melakukannya seperti keinginan abeoji”

“Ah, dan jangan lupa! Tolong besok temui klien kita, dia ingin bertemu langsung denganmu” lanjut sang ayah yang hanya ditanggapi dengan gumanan malas oleh Kyuhyun.

***

Siang ini, Sooyoung memilih mengajak Yonghwa menemaninya makan siang sambil mengobrol ringan dengan namja itu.

“Kulihat kau sedang banyak pikiran, ya?” buka Yonghwa sesaat setelah mereka mendudukkan diri di restoran sushi yang berjarak lima puluh meter dari kantor.

“Eoh, seperti yang kau lihat. Akhir-akhir ini aku kembali memikirkannya” jawab Sooyoung dengan helaan nafas yang berat.

“Kyuhyun?” tanya Yonghwa yang kemudian mendapat tatapan kau-sudah-tahu-kenapa-bertanya dari Sooyoung.

“Siapa lagi?”

Yonghwa terkekeh dengan jawaban Sooyoung, gadis dihadapannya ini memang tipe gadis yang sensitif tapi akan berbicara blak-blakan pada orang yang dipercaya. Dan sedikit berbangga, orang yang dipercayai gadis itu adalah dirinya.

“Boleh aku memberi saran?”

“Apa saranmu Jung Yonghwa?” tanya Sooyoung dengan malas. Seperti sebelum-sebelumnya, namja didepannya ini pasti akan memberikan saran atau bisa dikatakan pendapat yang tidak masuk akal yang akan menjadi hiburan tersendiri bagi Sooyoung.

***

“Kau yakin akan memilih tinggal di apartement?” kata Yonghwa yang saat ini mengemudikan mobilnya ke alamat apartement yang akan mereka kunjungi.

“Ye, dan kau harus menutupi hal ini dari Siwon oppa! Awas saja kalau mulutmu itu ember Jung Yonghwa!” ancam Sooyoung.

“Dan aku tidak pernah berani dengan ancamanmu, nona Choi!” jawab Yonghwa dengan bergidik, yeoja disampingnya ini memang galak dan ia sadar itu sejak pertama kali bertemu dengan putri pemilik perusahaan itu. Sooyoung tertawa puas melihat ekspresi berlebihan yang ditunjukkan Yonghwa.

***

“Aku rasa apartement ini cocok untukmu, cukup dekat dengan kantor dan tempatnya strategis, Soo-ah” pendapat Yonghwa sambil mengelilingi apartement yang cukup luas ini.

“Aku rasa juga begitu” jawab Sooyoung.

“Hei, katakan padaku sejujurnya! Kau ingin pindah ke apartement, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?” lirih Yonghwa sambil meyipitkan matanya.

Pletak!

“Ya! Kenapa memukul kepalaku?” protes Yonghwa.

“Aku tahu maksudmu, Jung Yonghwa! Pasti kau berfikiran yadong, dasar mesum!” jawab Sooyoung lalu berjalan keluar dari apartement itu.

“Hey, kau tidak berniat hidup bersama dengan seorang pria tanpa ikatan perkawinan di apartement ini, kan?” Yonghwa tak pantang menyerah. Sooyoung yang begitu sebal hanya mendecakkan lidah dan memilih berjalan cepat meninggalkan Yonghwa.

“Ah, aku tahu! Apa karena frustasinya dirimu tidak bisa bertemu dengan Kyuhyun, kau memilih hidup dengan namja lain, iya kan?” pemikiran yang penuh fantasi dari seorang Jung Yonghwa yang Sooyoung fikir dewasa ini.

“Aku sangat menyesal mengajakmu kesini, Jung Yonghwa! Kau cerewet sekali! Dan kutegaskan padamu, aku belum menyerah untuk Cho Kyuhyun” desis Sooyoung dan memilih masuk ke mobil lebih dulu. Berhasil! Umpan Yonghwa sepertinya dimakan oleh Choi Sooyoung, smirk samar terukir dibibir Yonghwa.

***

“Ahjussi?” suara Kyuhyu rasanya seperti tercekat, pandangannya tak teralih dari seorang pria seumuran ayahnya yang tersenyum tenang dan menunjukkan kharismanya sebagai pimpinan perusahaan berkelas internasional.

“Lama tidak berjumpa, Cho Kyuhyun. Bagaimana kabar abeojimu? Akhir-akhir ini aku belum sempat bertemu dengan abeojimu secara langsung. Duduklah!” kata-kata Choi Jungnam dan senyum yang tak lepas dari bibirnya semakin membingungkan bagi Kyuhyun.

“Waeyo?” tanya Choi Jungnam saat Kyuhyun tetap berdiri mematung dihadapannya dengan menatap tajam kearahnya.

“Anniya, tapi bisakah kau jelaskan semua ini?” jawab Kyuhyun dengan tegas, seseorang harus menjelaskan kebingungannya kali ini.

Choi Jungnam hanya tersenyum maklum melihat reaksi pemuda didepannya.

***

Tiga tahun yang lalu…..

“Cho Kyuhyun… Aku ingin kau mengirimnya ke luar negeri, kau setuju?” kata Jungnam setelah beberapa kali menimbang topik yang akan ia bicarakan dengan Insung kali ini.

Cho Insung sungguh kaget, kemarin ia sudah memohon untuk memberi restu pada putranya tapi kenapa Jungnam memintanya untuk mengirim Kyuhyun ke luar negeri.

“Mworago?”

“Aku ingin memisahkan mereka berdua..” jawab Jungnam dengan tenang.

“Bukankah kau ingin memikirkan untuk merestui mereka?” tanya Insung. Choi Jungnam hanya tersenyum singkat.

“Benar, tapi aku perlu bukti dari putramu. Aku tidak ingin melepaskan putriku pada namja yang masih belum memiliki masa depan. Kau mengerti maksudku, bukan?”

Insung hanya tertawa menanggapi ide gila sahabatnya itu, “Kau benar-benar tidak berubah, apa tidak masalah bila mereka kembali dipisahkan?”

“Kau tenang saja, hanya tiga tahun mereka berpisah. Setelah itu aku akan mempertemukan mereka kembali, kau hanya perlu mengikuti rencanaku, bagaimana?”

Rencana dari Choi Jungnam disetujui Cho Insung lalu terjadilah skenario takdir Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun.

***

Ekspresi Kyuhyun sudah tidak dapat terbaca lagi, ada kesal, sedih, marah dan bahagia akhirnya harapannya yang sejak dulu ia inginkan terkabul. Choi Jungnam, ayah Choi Sooyoung merestui hubungannya dengan sang putri.

“Mianhae, Kyuhyun-ah. Mungkin kau sangat kesal denganku” kata Jungnam sambil menepuk bahu Kyuhyun, “Dia ada di Jeju saat ini, kau bisa menemuinya disana. Aku merestuimu mulai saat ini” lanjutnya.

“Gomawo, ahjussi” hanya itu kata yang terucap dari bibir Kyuhyun, ekspresi wajahnya masih sama seperti tadi, kaget dan kosong. Belum menerima keseluruhan cerita dari sahabat ayahnya itu. Choi Jungnam sempat menahan tawa melihat bagaimana Kyuhyun menanggapi penjelasannya.

“Ini alamat Sooyoung di Jeju. Cepat temui dia karena aku dapat kabar dari Siwon, Sooyoung sedang dekat dengan seorang namja disana” kata-kata ayah Sooyoung dengan jahil dan beranjak dari ruang itu.

“Mwoya?!?” kata itu keluar begitu saja dari bibir Kyuhyun sesaat setelah ayah Sooyoung meninggalkan ruangan itu. Kesadarannya sudah seratus persen kembali dan rasanya seperti mimpi baginya kata-kata yang beberapa menit diucapkan oleh ayah Sooyoung.

***

Author POV

Baik Siwon maupun Sooyoung tidak ada yang memulai pembicaraan dimakan malamkali ini, yang terdengar hanyalah denting jam dinding yang terletak diruang makan itu.

Sungguh aneh melihat betapa canggungnya hubungan kakak beradik ini. Semuanya terjadi tiga tahun yang lalu, hanya berselang beberapa hari dengan perpisahannya dengan Kyuhyun, Sooyoung memilih sikap tertutup pada semua orang. Siwon yang saat itu masih berada di Jeju juga tidak tahu akan perpisahan yang kembali terjadi pada adiknya. Hingga kepulangannya yang disambut dingin oleh sang adik.

“Oppa tidak perlu mengurusi kehidupanku lagi”

Kata tertajam yang pernah didengar Siwon keluar dari mulut sang adik. Sejak saat itu lah hubungan kedua kakak beradik itu menjadi canggung, tidak sama seperti sebelumnya. Jangan ditanya bagaimana Siwon berusaha membujuk sang adik, tapi setiap ucapan Siwon selalu dibantah dengan kata-kata tajam dan pedas dari sang adik yang akhirnya membuat Siwon menyerah dengan sikap keras kepala seorang Choi Sooyoung. Ditambah dengan kepergian Sooyoung yang harus menyelesaikan studinya di London juga semakin menjauhkan hubungan kakak beradik ini.

Keberadaan Tiffany yang akhirnya menerima cinta Siwon dapat membuat Siwon bangkit lagi dari kesedihannya pada Sooyoung yang jauh di Inggris. Tiffany Hwang seorang gadis yang dewasa, mandiri dan manis membuat hari-hari Siwon bahagia. Hingga akhirnya keduanya memilih untuk menikah setahun kemudian dan memilih meneruskan anak perusahaan resort yang berada di Jeju.

***

“Kau merencanakan pindah ke apartement?” tanya Siwon dan memandang lurus pada sang adik yang memilih menatap piring makannya.

“Hmm..” jawab Sooyoung. Merutuki mulut ember Jung Yonghwa yang diduga membocorkan rahasianya.

“Jangan salahkan Yonghwa, aku yang menyuruhnya jujur kalau ia tidak ingin aku pecat” kata Siwon dengan tenang seperti dapat membaca fikiran si adik.

“Aku merasa kurang nyaman tinggal dirumah kalian, kalian harus banyak memliki waktu berdua dan kurasa pindah ke apartement adalah pilihan yang benar” ucap Sooyoung setelah menyelesaikan suapan nasinya tetap menatap piringnya. Siwon menatap tajam kearah sang adik.

Sooyoung hanya menyengir, “Appa juga sudah mengijinkanku kok. Ah iya, appa menitipkan pesan untuk kalian setelah aku pindah. Appa ingin segera menimang cucu”

Siwon yang saat ini sedang mengunyah potongan daging tersedak mendengar penuturan polos dari sang adik. Tiffany yang wajahnya sudah memerah hanya menepuk bahu sang suami dan memberinya segelas air.

“Oppa, eonnie, maafkan aku ya.. sudah mengganggu kalian dalam melancarkan misi appa. Jadi cepatlah realisasikan keinginan appa, ne?” lanjut Sooyoung tanpa menyadari tingkah suami istri yang setahun lebih menikah itu.

***

“Kau yakin akan baik-baik saja tinggal sendiri di apartement?” tanya Siwon pagi hari saat Sooyoung merapikan kamarnya.

“Ya! Apa oppa lupa? Aku tiga tahun lebih menghabiskan hidup sendiri di apartement saat di London” jawab Sooyoung dengan jengkel, pasalnya kakaknya itu sudah lima kali menanyakan pertanyaan yang sama padanya sejak kemarin malam. Siwon hanya nyengir dan memilih berjalan mendekati sang adik.

“Aku akan rindu dengan adikku ini. Mianhae tidak bisa memahamimu” bisik Siwon saat merengkuh tubuh kecil Sooyoung kepelukannya. Sooyoung tersenyum dipelukan hangat sang kakak yang sangat ia rindukan itu.

“Maafkan aku juga, oppa. Aku selalu bersikap kekanak-kanakan dan tidak dewasa, oppa pasti sangat kerepotan dengan sikapku, kan?” kata Sooyoung. Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

“Ne.. kau itu adik yang sangat merepotkan, tapi sekarang kau sudah dewasa, ya? Aku katakan, pasti si Kyuhyun itu sangat menyesal meninggalkanmu bila tahu kau sekarang ini” kata Siwon yang terdengar mengejek itu.

“Ya! Oppa!” teriak Sooyoung lalu melepaskan pelukannya, “Jangan ucapkan nama namja itu lagi! Arraseo?” lanjutnya terdengar lebih lirih.

“Waeyo?” tanya Siwon dengan wajah tanpa dosanya. Sooyoung hanya mencibir sebal lalu memilih melanjutkan kegiatan daripada meladeni oppanya yang jahil itu.

Siwon hanya cekikikan melihat sang adik yang begitu sebal tapi tak ada yang tahu bagaimana perasaan sebenarnya dari adiknya itu.

***

Kyuhyun POV

Jadi semua ini sudah direncanakan? Dan yang lebih hebatnya bahwa yang menyusun rencana ini adalah abeojiku sendiri dan appa Sooyoung. Aku tak habis pikir mengalami cerita yang skenarionya telah diatur ini.

Aku harus menunda keberangkatanku ke Jeju karena tiba-tiba ada masalah dikantor pusat. Dan hari ini, setelah tiga hari pembicaraan tak terduga dengan appa Sooyoung aku berangkat ke Jeju. Bila ada yang bertanya seperti apa perasaanku, aku sendiri juga tak tahu seperti apa perasaanku saat ini.

“Wah, sepertinya anda sangat bahagia sekali, ya?” kata seorang yeoja yang duduk tepat disebelah kursiku dalam pesawat. Aku hanya tersenyum singkat menanggapi kata-katanya.

“Aku juga bahagia, ah… akhirnya aku bisa bertemu dengan Yonghwa oppa” katanya lagi yang kini kulihat dengan senyum lebar. Aku memilih diam saja dan sibuk dengan ponselku yang terpasang wallpaper foto Sooyoung disana. Tunggu saja Youngie, aku akan tiba sebentar lagi, batinku sesaat sebelum menonaktifkan ponselku.

***

Kurang lebih dua jam perjalanan dari Seoul-Jeju, sekarang aku sudah tiba di resort tempatku menginap. Cukup lelah karena sebelumnya aku harus menyelesaikan perkerjaanku untuk seminggu kedepan agar aku tak perlu diganggu urusan kantor selama di Jeju.

Kuraba saku celana lalu mengeluarkan kotak hitam kecil dari sana, senyumku mengembang membayangkan pertemuanku dengan Sooyoung esok hari.

“Ah, kau terlalu banyak bermimpi Cho Kyuhyun” gumanku frustasi, membayangkan bila besok tidak berjalan seperti prediksiku.

“Siapa namja yang dekat dengan Sooyoung seperti yang dikatakan ahjjusi? Namjachingunya? Ah, tidak mungkin! Tapi bagaimana bila benar?” gumanku lagi. Ah, aku bisa-bisa gila hanya memikirkannya, lebih baik aku istirahat sekarang.

***

Author POV

Seorang namja bersetelan formal berjalan penuh percaya diri dan menjadi pusat perhatian di gedung kantor resort pagi ini. Semua tatapan para yeoja tak hentinya berdecak kagum akan ketampanan namja itu, meskipun tatapan namja itu hanya tajam dan terkesan dingin.

“Ada yang bisa saya bantu, tuan?” tanya seorang resipsionis yang tersenyum ramah kearah namja itu.

“Aku ingin menemui nona Choi Sooyoung. Apakah dia ada?” jawab namja itu setelah sebelumnya menunjukkan senyum tipisnya pada resipsionis tersebut.

“Sanjangnim? Apakah anda sudah membuat janji?” tanya resipsionis itu, memastikan bahwa yang ingin ditemui namja tampan luar biasa dihadapannya ini adalah sang sanjangnimnya yang baru saja diangkat dua bulan yang lalu.

“Ne. Aku calon suaminya, Cho Kyuhyun” jawab namja yang tidak lain adalah Kyuhyun dengan tegas dan penuh percaya diri.

“Ne? Calon suami?” tergambar jelas bagaimana ekspresi kaget reiepsionis itu yang seandainya Kyuhyun tidak bersikap cool saat ini dia akan memilih menertawakan wajah shock dari resipsionis tersebut.

***

“Apa kau akan terus menatap jalanan diluar tanpa ikut bergabung dengan mereka?” suara berat ciri khas Cho Kyuhyun membuat Sooyoung mengalihkan pandangannya dari jalanan yang penuh wisatawan kearah namja itu. Rasanya sudah sangat lama Sooyoung tidak menatap dalam mata elang yang saat ini hanya berjarak satu setengah meter darinya.

“Oppa?” suara lantang Sooyoung bagai hilang tertiup angin dan menyisakan cicitan kecil.

“Sudah tiga tahun ya?” Kyuhyun hanya terus berjalan menghilangkan jarak diantara keduanya. Tak ada jawaban dari yeoja itu. Dengan jarak hanya setengah meter, tanpa Sooyoung sadari namja itu sudah merengkuhnya erat.

“Aku hampir gila karena mencarimu, Youngie” suaranya terdengar lembut ditelinga Sooyoung. Rengkuhannya terasa hangat ditubuh Sooyoung. Sungguh kerinduannya pada namja ini juga ikut membuatnya hampir gila.

***

Sooyoung POV

“Ayo kita menikah agar kita tidak terpisah lagi” kata-katanya sukses membuatku terbatuk disuapan ketiga makan siangku. Namja itu, Cho Kyuhyun, namja yang mengatakannya hanya tersenyum garing sambil tetap menyuapkan kari pedas pesanannya.

“Apa? Kau mau menundanya lagi dan akhirnya kita terpisah lagi?” tanyanya lagi saat aku tidak merespon sama sekali pertanyaannya.

“Anniya, tapi-“

“Aku tidak menerima penolakan jadi kau harus menerimanya, arraseo?” potongnya dengan cepat, seperti tidak memberi kesempatan padaku untuk berpendapat.

Bertemu baru hari ini dan dia mengajakku menikah, demi Tuhan, namja ini memang seenaknya saja.

***

Sore ini aku memilih menghabiskan waktu di rooftop gedung, menghilangkan sejenak pikiran-pikiran yang rasanya menyumbat otakku sehingga blank dirapat sebelum ini.

Pertemuan dengan Kyuhyun siang tadi sepertinya menjadi penyebab utamanya. Bibirku melengkung ke atas dengan sendirinya saat kembali mengingat ucapan spontannya siang tadi. Menikah? Dia mengajakku menikah?

“Ya! Nona Choi, sedang apa kau? Kenapa tersenyum sendiri seperti itu?”

Suara itu? Tunggu!

Aku segera menolehkan kepalaku kearah sumber suara yang seratus persen berhasil membuatku kaget. Kyuhyun berdiri lima meter dariku masih dengan setelan jas yang digunakannya tadi siang dengan senyum lebar yang sama seperti yang ia tunjukkan padaku tadi siang.

“Rasanya para karyawanmu sudah pulang, lalu apa yang kau lakukan disini, nona Choi?” katanya lagi sambil berjalan mendekat kearahku. Tatapannya mengitari seluruh bagian rooftop dan berhenti menatapku yang sejak tadi tidak teralih darinya. Sial! Terlalu lama aku melamun, tidak kusadari kini Kyuhyun hanya berjarak setengah meter dariku.

“Berhentilah melamun, Youngie. Kajja! Aku akan mengantarmu pulang” katanya dengan lembut dan menggandeng tanganku ke arah pintu.

***

Author POV

“Jadi disini kau tinggal?” kata-kata Kyuhyun terdengar seperti kata-kata seorang polisi yang sedang mengintrogasi seorang tersangka. Sooyoung hanya menjawab dengan deheman singkat lalu berjalan masuk ke kamarnya.

Kyuhyun masih duduk diam di ruang tamu dengan tatapan yang rasanya seperti mata elang yang menyapu seluruh bagian di apartement Sooyoung. Sampai tak menyadari si pemilik apartement yang menatapnya dengan alis bertaut.

“Apa kau berniat memindai seluruh hal di apartement ini, tuan Cho?” Kyuhyun segera tersadar dari kegiatannya sambil menggaruk tengkuk belakangnya, tanda salah tingkah.

“Anniya, hanya saja-”

“Aku tahu” potong Sooyoung lalu duduk di bagian samping sofa yang diduduki Kyuhyun.

Yang selanjutnya terjadi hanya suasana canggung. Lima menit… sepuluh menit…. tiga puluh menit… keduanya tetap bisu tak bersuara.

Kyuhyun sibuk dengan kata-katanya yang akan ia katakan pada Sooyoung, dan Sooyoung yang merutuki dirinya dari suasana canggung yang terjadi saat ini.

“Appamu, aku sudah memperoleh restu darinya” buka Kyuhyun setelah heningnya ruangan itu. Sooyoung segera mendongkak dan menatap sepasang mata yang tanpa disadarinya telah menatapnya sejak tadi.

“Jeongmalyo?”

“Itu juga yang aku katakan pertama kali saat appamu menemuiku. Sungguh rasanya seperti mimpi, Youngie” jawab Kyuhyun, tatapan elangnya mengunci mata bulat Sooyoung. Sorot mata tajam dan penuh keyakinan yang tidak Sooyoung temukan pada laki-laki lain yang dikenalnya. Dengan gerakan cepat, Sooyoung memeluk tubuh tegap lelaki disampingnya itu, lelaki yang dicintainya. Dan tentu saja Kyuhyun membalas pelukan itu bahkan memeluknya lebih erat.

“Akhirnya kita bisa bersama, Youngie. Akhirnya..” kata Kyuhyun diantara rengkuhan itu, “Aku mencintaimu”

“Nado, oppa” jawab Sooyoung masih dengan memeluk erat leher lelaki disampingnya.

***

Kyuhyun POV

Film yang kami tonton dilayar LCD diapartementnya sudah selesai. Sooyoung sudah tertidur dengan damai disisi kananku dengan kepala yang menyandar nyaman dibahuku, kedua tangannya merengkuh lenganku dengan erat seolah tak ingin aku pergi lagi darinya.

Dengan perlahan aku mengangkat kepalanya dan memindahkannya disandaran sofa lainnya agar lebih nyaman. Aku tersenyum geli melihatnya yang tertidur dengan damai saat ini, betapa cantiknya gadisku ini. Setelah mengagumi wajah cantiknya saat tidur, aku beranjak ke kamarnya untuk mengambil selimut. Menyelimutinya dengan selimut hangat dan kembali memandangi wajahnya.

“Tidurlah dengan nyenyak, Youngie. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi. Kita tidak akan berpisah lagi. Aku berjanji” lirihku menatap wajahnya lalu mengecup keningnya penuh perasaan, sebagai bukti janjiku padanya.

***

Author POV

Sooyoung terbangun dengan suara berisik didekatnya. Matanya menyipit untuk mencari tahu siapa orang yang berani membuatnya terbangun disaat ia memimpikan sesuatu yang indah. Setelah fokus matanya terkumpul, Sooyoung bisa melihat dengan jelas dari tempatnya tidur saat ini, disofa ruang santai, Kyuhyun dengan apron abu-abu miliknya sibuk menggoreng sesuatu diteflonnya.

“Oppa?” suara tanya Sooyoung itu berhasil membuat Kyuhyun menoleh kearah sofa dan tersenyum lebar kala melihat kekasihnya yang telah terbangun dari tidur.

“Morning, Youngie. Waktunya sarapan!” jawab Kyuhyun dengan riang dan mengangkat dua mug sedang setelah mematikan kompor dan melepas apron yang dipakainya lalu berjalan kearah Sooyoung yang masih menatapnya dengan bingung.

Kyuhyun masih mengenakan kemejanya kemarin yang terlihat kusut. Apakah pria itu kemarin menginap diapartementnya? Tanya Sooyoung dalam hati.

Setelah meletakkan kedua mug dimeja di depan sofa, Kyuhyun memilih duduk disisi sofa disebelah kekasihnya dan dengan reflek cepat mengecup kening kekasihnya itu.

“Selamat pagi tukang tidur”

Dan akibat tindakan reflek Kyuhyun itu, kini pipi Sooyoung sudah bersemu dan membuatnya seketika salah tingkah.

“Oppa!” protes Sooyoung.

“Wae? Apa aku tidak boleh menciummu? Seperti ini?” tanya Kyuhyun yang dengan cepat mengecup bibir Sooyoung. Setelah menjauhkan wajahnya dari wajah Sooyoung, Kyuhyun tersenyum dengan lebar.

“Atau malah kau menyukai yang seperti ini?” kata Kyuhyun lagi, lalu menarik tengkuk Sooyoung untuk mendekat kearah wajahnya. Mencium dengan lembut wanita yang membuatnya gila itu.

Belum hilang keterkejutan Sooyoung, Kyuhyun kembali menciumnya lagi dengan dalam. Wajah Kyuhyun yang sangat dekat membuat Sooyoung kehilangan niat protesnya. Buktinya ia malah membalas ciuman Kyuhyun dengan sama dalamnya.

***

Kyuhyun tidak henti-hentinya menatap wanita yang duduk dihadapannya dengan senyum. Sooyoung yang tengah asik dengan hidangan sarapan pagi ala Kyuhyun itu nyatanya juga menyadari bahwa pria dihadapannya itu sejak awal mereka sarapan hanya terus menatapinya.

“Oppa tidak mau sarapan?” celetuk Sooyoung saat cukup jengah dengan tatapan Kyuhyun padanya.

“Aku sudah kenyang melihatmu makan, Youngie” jawab Kyuhyun dengan menatap lembut Sooyoung.

“Daritadi oppa terus menatapku, ada yang ingin oppa katakan?” Kyuhyun masih saja tersenyum dengan pertanyaan yang diajukan wanita dihadapannya itu.

Perilaku Kyuhyun yang selalu tersenyum dan tidak memjawab pertanyaannya membuat Sooyoung sebal, dan memilih beranjak dari duduknya untuk memindahkan piring kotornya ke tempat cucian piring. Dan dengan cepat Kyuhyun menahan tangan Sooyoung yang akan beranjak dari meja makan.

Kyuhyun beranjak dari duduknya dan menghampiri Sooyoung yang telah berdiri dari duduknya. Saat berada dihadapan Sooyoung, Kyuhyun merogoh saku celana kain hitamnya dan mengeluarkan benda sakral bagi setiap wanita, cincin dengan aksen permata-permata kecil yang mengelilinginya. Dengan menatap dalam manik mata Sooyoung yang bertanya-tanya, Kyuhyun berkata,

“Aku mencintaimu, Youngie. Setelah sekian lama aku menunggu, sekarang kupikir adalah waktu yang sangat tepat untuk mengatakannya, maukah kau menjadi bagian hidup dari lelaki egois yang sangat mencintaimu ini?”

Sooyoung kehilangan kata-kata. Demi Tuhan, Sooyoung tidak pernah membayangkan bahwa laki-laki dihadapannya ini akan membuatnya melayang tinggi seperti ini. Kyuhyun menanti jawaban dari wanita didepannya dengan was-was. Tidak pernah di sepanjang hidupnya Kyuhyun merasa rendah seperti ini, kepercayaan diri yang selalu dibanggakannya, arogansi yang selalu bersamanya seakan hilang tanpa sisa saat dihadapan wanita yang begitu ia cintai itu.

Tidak membuat pria dihadapannya menunggu lebih lama, Sooyoung memilih merengkuh erat pria yang juga begitu ia cintai itu.

“Seharusnya oppa tahu apa jawabanku. Aku juga mencintaimu, Kyuhyun oppa”

Didalam rengkuhan itu, Kyuhyun bisa tersenyum dengan lega. Rengkuhan erat Sooyoung membuat Kyuhyun menyadarinya juga bahwa wanita yang mendekapnya saat ini juga sangat mencintainya.

“Aku mencintaimu Choi Sooyoung. Selalu” kata Kyuhyun saat membalas rengkuhan Soooyung dengan sama eratnya.

“Nado, oppa” jawab Sooyoung tepat ditelingga kanan Kyuhyun.

Cinta mereka pada akhirnya akan kembali menyatu. Dengan penantian panjang, akhirnya mereka bisa bersama. Setelah sempat putus asa, kecewa, marah, dan membenci, pada titik puncaknya mereka bersyukur bisa kembali bersatu dalam ikatan yang lebih indah, pernikahan.

*** *** ***

Epilog

Awal musim gugur adalah waktu yang dipilih Kyuhyun dan Sooyoung untuk menyatukan cinta mereka di altar pernikahan. Dan Jeju menjadi pilihan tempat mereka untuk mengucapkan jadi suci pernikahan. Setelah dilakukan pemberkatan sederhana dan sakral, pesta pernikahan mereka lakukan taman yang berada samping gereja tempat merekamengukuhkan janji setia sehidup semati.

Pesta kebun sederhana memang menjadi pilihan keduanya untuk perayaan pernikahannya yang mereka khususkan untuk acara keluarga dan orang-orang terdekat. Karena setelahnya, mereka akan kembali mengadakan pesta dengan skala yang lebih besar untuk kolega dan teman-teman mereka saat kembali ke Seoul.

Sooyoung terlihat sangat cantik dengan gaun putih panjang dengan rambut yang dibiarkan tertata rapi dan tergerai dengan mahkota cantik dari bungan-bunga menghiasi rambutnya. Sedangkan Kyuhyun mempesona dengan setelan texudo hitam dengan dasi kupu-kupu yang senada dengan warna texudonya. Pasangan berbahagia itu sejak tadi hanya saling menatap dan tersenyum sambil sesekali tertawa lepas apabila salah satu dari mereka yang mengatakan sesuatu yang lucu.

Dibagian tempat duduk berdekatan dengan makanan, Sooyoung dapat melihat Jessica yang duduk bersebelahan dengan Donghae sedang berselisih pendapat entah untuk masalah apa. Disebelah meja pasangan pengantin baru itu, Sooyoung juga melihat Oppanya, Siwon sedang mengambilkan minum untuk istrinya Tiffany.

***

“Apa yang sedang kau pikirkan, Youngie?” tanya Kyuhyun yang melihat Sooyoung hanya terdiam melamun itu.

“Aku tidak pernah membayangkan akan mengalami hal paling membahagiakan seperti ini, Oppa” jawab Sooyoung sambil menatap Kyuhyun yang berdiri tepat disebelahnya.

“Aku akan memberi hal-hal lain yang lebih membahagiakan untukmu mulai sekarang” kata Kyuhyun dengan senyumnya dan mengecup ringan kening istrinya itu.

“Gomawo Oppa. Aku sungguh bahagia” jawab Sooyoung sesaat setelah kecupan dikeningnya berakhir dan ditatapnya dengan tulus kedua bola mata Kyuhyun.

“Apa kalian akan tetap mempertontonkah kemesraan itu dihadapan umum?” suara sarkatis yang berasal dari pria yang menggandeng wanita yang baru saja tiba di pesta ini.

“Jung Yonghwa! Kemana saja kau?” kata Sooyoung dengan intonasi meninggi.

Kyuhyun memilih tersenyum kalem menatap pria dan wanita yang ada dihadapannya saat ini.

“Aku tidak menyangka, akhirnya kita bertemu disini, Joohyun-ssi” kata Kyuhyun mengingat wanita yang digandeng Yonghwa adalah wanita yang ditemuinya dipesawat beberapa bulan yang lalu.

“Aku juga” jawab si wanita dengan tersenyum simpul.

“Jadi dia pria yang membuatmu rela terbang jauh dari Seoul ke Jeju?” tanya Kyuhyun sambil melirik Yonghwa yang sedang asik mengobrol dengan istrinya itu.

“Ya seperti itulah” jawab Seo Joohyun dengan malu-malu.

“Kalian terlihat serasi, cepatlah menyusul kami, ne?” kata Kyuhyun dengan nada menggoda.

“Aku juga berharap seperti itu, Kyuhyun-ssi” jawab Joohyun melirik Yonghwa yang sedang tersenyum lebar pada Sooyoung.

Kali ini Yonghwa menatap Kyuhyun dengan senyum lebarnya. “Akhirnya aku bisa melihat Sooyoung tersenyum dengan lebar, Kyuhyun-ssi. Bahagiakan dia, ya?”

“Akan aku lakukan, Yonghwa-ssi” jawab Kyuhyun dengan yakin, “Ah iya, cepatlah menyusul kami, Yonghwa-ssi” lanjut Kyuhyun yang diamini oleh sang istri.

“Ne! Lakukan dengan cepat Jung Yonghwa! Sebelum Joohyun menyadari kesalahannya dan memilih meninggalkanmu” kata Sooyoung yang sukses membuat Yonghwa mendelik sebal, hingga berbuah tawa Joohyun, Sooyoung dan bahkan Kyuhyun.

***

Pesta sederhana siang ini berakhir pada sore hari, hanya tinggal beberapa kerabat saja yang masih duduk-duduk dimeja menikmati senja yang terlihat indah itu, apalagi ditambah pemandangan laut disamping kanan gereja yang dapat dlihat dengan jelas.

Dimeja yang berada ditengah taman itu, duduk mengeliling Siwon, Tiffany, Jessica, Donghae, Kyuhyun, dan Sooyoung. Enam orang itu masih asik mengobrol dan tentu saja objek utama dari obrolan mereka adalah pasangan suami-istri yang baru saja mengucap janji suci tadi pagi.

“Akhirnya kalian menikah juga. Kau tahu? Kyuhyun benar-benar akan mati bila tidak segera bertemu lagi denganmu, Sooyoung-ssi” kata Donghae setelah mereka berhenti dari tawa dari candaan Siwon sebelumnya.

“Oh ya?” pancing Sooyoung sambil menatap jahil kearah samping, tempat Kyuhyun duduk. Pria yang ditatap itu sedang membuang muka saat Donghae mulai bercerita dan tak lama tawa yang lain pecah.

“Lee Donghae, kubilang hentikan cerita konyolmu itu!” teriak Kyuhyun dengan sebal, yang berbuah tawa lebih keras dari yang lain.

Sooyoung bisa melihat pancaran bahagia dari orang-orang yang saat ini berada disekitarnya, termasuk dirinya sendiri. Hatinya membuncah bahagia saat ini, apalagi tak jauh dari meja yang sekarang mereka duduki, Sooyoung dapat melihat kedua orang tuanya dan appa Kyuhyun yang sedang berbicara dan bahkan bercanda seperti yang saat ini ia lakukan. Terlalu lama melamun, Sooyoung tak menyadari genggaman tangan Kyuhyun ditangan kanannya. Hangat yang selalu membuat Sooyoung merindukan pria yang sedang menggenggam tangannya itu.

Sebuah kebahagian yang akan selalu diingatnya. Kebahagiaan bersama orang-orang yang menyanyangi dan mencintainya.

*** *** *** *** *** *** *** ***

The End

*** *** *** ***

 nb: maafkan bila masih beberapa penulisan kata dalam series ini.

jangan lupa RCL nya!!!!

sampai ketemu dengan postingan fanfic saya selanjutnya😀