page2

Author: starralova ( @tvilluajeng )

Cast: Cho Kyuhyun & Choi Sooyoung

Genre: Romance

Rating: PG-16

Poster: buatan sendiri😄

Note: Oneshoot pendek super geje. Cerita ini cuman karangan dari author yang merindukan moment evil couple ini :” terinsipirasi dari novel, drama, film, majalah, koran, sama foto Kyuppa yang mempesona author sampe senyum-senyum gak jelas😄

Happy Reading!!!

*** *** ***

‘Aku menyukaimu sejak dulu, sekarang dan sampai kapanpun. Aku percaya kau akan mencintaiku, walau pada awalnya tidak. Aku percaya kita itu satu, yang tidak akan mungkin terpisah’

***

Sooyoung POV

‘Kau masih di kantor? Cepat temui aku di cafe biasanya!’

Namja setan ini memang menyebalkan, aku tak tau kenapa aku harus terjerat seperti ini padanya. Lihatlah pesannya, tukang memerintah. Dengan terburu-buru, segera saja kusambar tas dan segera meninggalkan meja dengan berbagai dokumen yang belum aku selesaikan siang ini. Kulihat ruangan ini terasa sepi, ya memang sekarang ini waktunya makan siang.

Drrr.. drrr..drrr…

Lihatlah, aku tidak membalas pesannya saja dia langsung menelfonku. Dasar setan! Tiba-tiba aku punya ide jahil. Aku biarkan telfonnya, aku sengaja tidak mengangkatnya dan tetap berjalan meninggalkan kantor, lalu memanggil taksi untuk mengantarku ke cafe itu. Dering telfon sudah berhenti, kini tanda pesan masuk yang terdengar dan aku yakin seratus persen pasti darinya.

‘Kau berani tak mengangkat telfonku, nona Choi? Tunggu akibatnya nanti!’

Aku terkikik geli membaca pesannya, benar-benar kekanak-kanakanan.

Umurnya yang selisih dua tahun lebih tua dariku tidak terlihat sama sekali, dia masih seperti remaja berumur 15 tahun.

***

Kini aku telah berdiri didepan cafe dan dari sini dapat kulihat seorang namja bersetelan kemeja abu-abu dengan celana hitam yang sedang mengumpat ponselnya dengan tatapan setannya. Aku selalu suka melihatnya bila sedang seperti itu.

Kulangkahkan kakiku masuk ke dalam cafe, suara lonceng pintu masuk membuat fokus namja setan itu kini beralih pada pintu. Aku tetap cuek berjalan kearahnya tanpa memperdulikan tatapan setannya itu.

“Ck, kau sengaja tak mengangkat telfon dariku kan?” tanyanya dengan menatap mataku dengan tatapan tajamnya. Aku tetap acuh padanya.

“Aku haus, jadi biarkan aku memesan minum dulu, tuan Cho” jawabku sambil memanggil pelayan dan menyebutkan pesananku. Setelah pelayan itu pergi, kembali dia menatapku dengan tajam.

“Jadi?”

“Waeyo?” tanyaku.

“Ya! Jawab pertanyaanku yang tadi! Kau sengaja membuatku marah kan?” lihatlah setan ini merajuk padaku. Aku tak bisa menahan tawaku lebih lama, tiba-tiba tawaku meledak membuatnya kini mengerutkan keningnya dan menatapku tidak percaya.

“Kali ini aku menang, Cho Kyuhyun” jawabku masih tetap tertawa. Kulihat kini dia menatapku dengan tajam, kuhentikan tawaku.

Tiba-tiba aura setannya kembali muncul, firasatku berkata dia akan membalasku sebentar lagi. Smirk setan andalannya kini terukir di bibirnya. Seorang pelayan membawakan pesananku, tapi kurasakan Kyuhyun tetap menatapku dengan intens. Ku teguk ice cappucinno pesananku, sungguh tatapan tajam Kyuhyun padaku membuatku gugup seperti sekarang. Dan kuakui tatapan inilah yang membuatku bertekuk lutut padanya.

Sedikit mencondongkan tubuhnya ke arahku, lalu tangannya terulur pada bibirku, mengelap sisa busa ice cappucinno yang masih tersisa di sisi bibirku.

“Kau memang sengaja menggodaku, Choi Sooyoung” katanya dengan lirih lalu dengan cepat mengangkat daguku dan mengecup bibirku kilat.

Aku membeku seketika. Tindakan spontannya di tempat umum ini membuatku membeku dan tak berkutik. Kutekankan lagi, DI TEMPAT UMUM. Karena kini sebagian pengunjung menatap kami, tindakannya memang sangat nekat. Kyuhyun babo!! Segera kutundukkan kepalaku, menatap gelas ice cappucinno yang hanya ku minum sedikit tadi.

Babo! Ini gara-gara minuman menyebalkan ini. Aku yakin namja setan itu pasti tertawa dalam hati melihatku. Dan benarkan, kini aku dengar suara kikikan tawanya. Kutatap wajahnya tak lupa dengan wajah cemberutku.

“Ya! Jangan lakukan itu lagi! Ini tempat umum, babo!” kataku dengan geram lalu segera berdiri meninggalkannya yang masih tetap terkikik, bahkan kini aku mendengar dia tertawa dengan keras. Cih, dimana letak lucunya? Kyuhyun babo!!!

***

Kyuhyun POV

Aku tetap tertawa, bahkan kini dengan keras. Salah sendiri berani mengerjaiku. Melihatnya yang kini berjalan keluar cafe dengan cepat aku berdiri menyusulnya, tak lupa meletakkan beberapa lembar won untuk membayar minuman kami.

“Ya! Tunggu aku!” kataku berhasil menangkap pergelangan tangan kanannya saat berada tak jauh dari luar cafe tadi. Dia berhenti tapi tetap tidak membalikkan tubuhnya kearahku. Kubalikkan tubuhnya hingga kini berhadapan denganku.

“Jangan marah, ne?” dia hanya mendecakkan lidahnya tetap tak menatap mataku, aku tersenyum melihatnya kini merajuk. Dengan sekali tarikan kudekap tubuhnya.

Choi Sooyoung.

Memang hanya dia gadis yang aku cintai dari dulu sampai sekarang. Kembali kuingat semua yang telah terjadi diantara kami berdua, awal pertemuan kami di masa kanak-kanak hingga sekarang ini.

flashback

Hari ini adalah hari pertamaku di Seoul. Kepindahan appa dari kantornya yang ada Busan ke kantor pusat Seoul membuat sekeluarga termasuk aku juga harus ikut appa dan sekarang di sinilah aku tinggal, Seoul ibukota negara Korea Selatan.

“Kyuhyun-ah, ayo kemari!” suara eomma membuat lamunanku di balkon kamar terhenti, segera aku turun dari lantai dua dan kulihat eomma sedang bersama seorang gadis kecil dan wanita yang juga seumuran dengan eomma.

“Kyuhyun-ah, kemarilah!” kata eomma menyuruhku mendekat. Gadis kecil itu tersenyum kearahku dengan pipi chubbynya yang sangat menggemaskan.

“Sooyoungie, ayo sapa oppa itu” kata ajjhuma pada gadis kecil berkuncir dua itu.

“Naneun Choi Sooyoung imnida, oppa” kata gadis kecil itu tetap dengan ekspresi cerianya dan pipi chubbynya yang menggemaskan. Aku ikut tersenyum padanya.

Dan dari perkenalan itu semua cerita kehidupanku bermula bersama seorang gadis, Choi Sooyoung.

***

“YA! Sesak Cho Kyuhyun! Kau ingin membunuhku ya?” kulepas segera pelukanku dan tersenyum tulus padanya, wajahnya masih cemberut menatapku.

“Kajja!” segera kutarik tangan kanannya dan menggenggamnya dengan erat. Berjalan-jalan sebentar dengannya bukan hal yang salah, kan?

“Ya! Kita mau kemana? Aku masih punya banyak pekerjaan, Cho Kyu-” protesnya,

“Kalau kau tetap bicara, kau akan kucium lagi!” potongku, kulihat kini dia terdiam dengan tatapan tajam matanya mengarah padaku, aku hanya memberinya smirk dan tetap berjalan sambil menggenggam tangannya dengan erat. Membawa ke mobilku yang terparkir dan menuju tempat yang ingin aku datangi.

***

Aku membawanya ke gedung sekolah dasarku dengannya dulu. Tiba-tiba aku begitu merindukan masa kanak-kanak bersama gadis disampingku ini.

“Kenapa membawaku kemari?” tanya Sooyoung dengan tatapan bingungnya setelah keluar dari mobil. Aku hanya tersenyum menjawab pertanyaannya lalu kembali menarik tangannya.

“Entah kenapa saat ini aku sangat merindukan masa kanak-kanak kita dulu, kajja!” kugenggam erat tangannya. Kurasakan dia juga menggenggam erat tanganku, kutolehkan ke arahnya dan kulihat dia tersenyum manis.

“Aku juga merindukan masa-masa itu, masa kau yang selalu menemaniku kemana saja dan tak membiarkanku bersama namja lain. Kau benar-benar posesif sejak kecil, Kyu-ah” kata Sooyoung dengan wajah jahilnya. Aku hanya tergelak akan kata-kata gadis disebalahku ini.

“Ne, karena kau itu hanya untukku. Jadi tak akan aku biarkan namja lain mendekatimu” jawabku dengan percaya diri, dia hanya mencibir.

***

flashback

“Ya! Kau jangan mendekati Sooyoungie!” teriak namja kecil, pada seorang namja lain yang sedang mengobrol dengan seorang yeoja kecil.

“Kyuhyun-ah, aku hanya bermain dengannya. Kenapa tidak boleh?” tanya namja kecil itu, namja yang dipanggil Kyuhyun tetap menatap sengit si namja lalu menarik tangan si yeoja dan membawanya pergi.

“Aku kan hanya bermain dengan Junho-ya saja, kenapa tidak boleh?” tanya si yeoja dengan wajah polosnya.

“Andwae! Pokoknya tidak boleh! Kau hanya boleh bermain denganku saja, arra?” si yeoja hanya tersenyum polos dan mengangguk cepat.

“Arraseo, Kyuhyun oppa”

***

Sooyoung POV

“Sudah puas berkelilingnya, tuan Cho? Aku harus segera kembali ke kantor” tanyaku pada namja yang duduk disebelahku. Kini kami sedang berada ayunan kecil yang ada ditaman  sekolah ini, sekolahku dan Kyuhyun.

“Aku belum puas. Aku masih ingin duduk seperti ini denganmu” jawabnya tanpa dosa. Jam yang melingkar di tangan kiriku sudah menunjukkan jam 2 siang, dan gara-gara namja disebelahku ini dengan terpaksa aku akan mendapat omelan dari Siwon oppa, kakak kandungku yang merupakan atasanku dikantor.

“Hei, jangan dipandangi terus! Jam ditanganmu tidak akan berubah menjadi makanan”

Pletak! Kujitak kepalanya, dasar tidak peka! Sudah jelas aku menyindirnya agar segera membawaku ke kantor, dasar Kyuhyun babo!!!

“Aw, sakit Choi Sooyoung! Kau senang sekali sih memukul kepalaku?” tanyanya sambil mengusap kepalanya yang aku jitak tadi.

“Kau itu menyebalkan, Cho Kyuhyun! Aish, ayo bawa aku kembali ke kantor! Kau taukan seperti apa kalau Siwon oppa marah bila ada karyawannya yang mangkir dari kantor?”

Laki-laki di sampingku ini hanya terkekeh geli, lalu mengeluarkan ponselnya. Kulihat dia serius menatap ponselnya, lalu mendekatkan ke telingannya.

“Yeoboseo. Siwon hyung, siang ini aku menculik Choi Sooyoung. Jadi jangan ganggu dia siang ini, arra?” katanya, lalu tergelak tanpa dosa. Aku hanya memandang bengong ke arahnya, dia benar-benar namja setan.

Klik! Kembali memasukkan ponselnya ke saku dan menatapku,

“Semua sudah beres, jadi jangan mengomel lagi. Kajja! Masih ada tempat lain yang ingin aku datangi hari ini” katanya dengan santai, lalu menarikku berdiri dari ayunan ke mobilnya. Aku tetap terbengong melihat tindakannya tadi itu, dan hebatnya sampai saat ini Siwon oppa benar-benar tidak menghubungiku.

***

Author POV

Perjalanan yang hanya memakan waktu sepuluh menitan, kini mobil mewah Kyuhyun sudah berhenti di halaman parkir sebuah sekolah menengah. Senyum puas terlukis jelas pada wajah Kyuhyun berbeda dengan yeoja yang duduk disebelahnya, kerutan tanda bingung memenuhi ekspresi wajahnya.

“Apalagi sekarang?” tanya Sooyoung dengan kebingungan yang sama seperti tadi. Kyuhyun tersenyum singkat, hal itu tambah membuat tingkat kebingungan Sooyoung meningkat. Keduanya beranjak keluar dari mobil.

Sebenarnya apa yang dipikirkan namja ini? Batin Sooyoung.

“Kajja!” ajak Kyuhyun untuk memasuki gedung itu. Sekolah mereka saat menginjak remaja.

“Kau tidak sakit kan? Untuk apa kita datang kesini?” kata Sooyoung tidak beranjak dari tempatnya dan menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya mencoba melihat wajah Kyuhyun dengan lebih dekat

Kyuhyun hanya tergelak, “Tentu saja, aku baik-baik saja, Nyonya Cho”

Deg!

Sooyoung membeku seketika, kata-kata namja di depannya seperti mantra yang bisa dengan seketika menghentikan seluruh sistem kerja otaknya. Masih dengan posisi yang tidak enak dipandang, kedua tangan Sooyoung yang masih bertengger dipipi Kyuhyun dengan jaraknya yang sangat dekat dengan kepala Kyuhyun.

“Ehm, kau tau sekarang ini aku benar-benar ingin menciummu tau. Eum, tapi berhubung sekarang kita ini berada ditempat umum seperti katamu, aku akan menahannya sampai nanti di apartementku” kata Kyuhyun tanpa dosa dengan smirk evilnya.

Pletak! Sooyoung memukul keras kepala belakang Kyuhyun.

“In your dream, tuan Cho” jawab Sooyoung lalu berjalan mendahului Kyuhyun untuk masuk ke gedung sekolah itu. Kyuhyun hanya berteriak kesakitan dan berjalan mengikuti di belakang Sooyoung.

***

flashback

“Cho Kyuhyun aku membencimu! Hiks hiks..” teriak Sooyoung dengan airmata dipipinya.

Seorang namja yang diteriaki hanya diam, kaget dengan yeoja yang menangis didepannya itu.

“Kenapa kau menangis?” tanya Kyuhyun dengan wajah penasarannya.

“Aku membencimu! Hiks hiks, kau jahat!”

“Mwo? Aku? Kenapa?”

“Karena kau, aku tidak bisa pulang bersama Changmin. Aku tak mau bertemu denganmu lagi! Ga!” teriak Sooyoung dengan histeris. Kyuhyun hanya menatap sedih, tak taukah Sooyoung kalau laki-laki didepannya ini ikut terpukul melihat air matanya? Tak taukah Sooyoung kalau laki-laki didepannya itu juga ingin pulang bersamanya?

Dan sejak saat itulah, keduanya tak saling tersenyum apalagi menyapa bila bertemu. Tak ada lagi suara saling mengejek yang terdengar dibalkon kamar keduanya yang berhadapan.

***

“Kau masih ingat, disini saat aku harus bersembunyi dari Park saem gara-gara membantumu yang dihukum membersihkan toilet?” kata Kyuhyun saat mereka melewati laboratorium biologi. Sooyoung hanya mengangguk dan menyunggingkan senyum polosnya.

“Hey, nona Choi! Kenapa kau hanya senyum seperti itu saja? Kau tau, aku sangat ketakutan saat itu dan kau dengan seenaknya meninggalkanku pulang terlebih dahulu”

Sooyoung tetap tertawa, “Ne, tuan Cho. Aku tau, tapi apa kau lupa? Aku kembali lagi untuk mencarimu saat kutau kau belum juga pulang, kau lupa ha?”
Kini ganti Kyuhyun yang tergelak, “Jinjja? Kenapa aku lupa ya?” jawabnya tanpa dosa.

Pletak! Kembali sebuah pukulan mendarat dikepala belakangnya, tersangkanya tentu saja yeoja yang berjalan disebelahnya.

“Ya! Jangan memukul kepalaku terus! Aku bisa-bisa menjadi bodoh kalau kau pukul terus” protes Kyuhyun. Sooyoung hanya menjulurkan lidahnya tanda tak peduli lalu berjalan mendahului Kyuhyun.

“Aish jinjja! Yeoja ini benar-benar perlu kuberi hukuman rupanya” desis Kyuhyun dengan smirk yang mengerikan.

Dengan cepat Kyuhyun menarik tangan kanan Sooyoung lalu merapatkannya di dinding koridor sepi yang mereka lewati. Kyuhyun tersenyum saat mata keduanya saling bertemu. Susah payah Sooyoung menelan saliva ditenggorokannya, Kyuhyun benar-benar membuatnya tak bisa bernafas kali ini.

“M-m-mwoya?”

“Kau sudah membuatku sangat kesal, nona Choi” jawab Kyuhyun dengan santai, mata elangnya tetap mengunci mata besar Sooyoung. Mengunci sampai-sampai Sooyoung merasa sangat gugup karena itu.

“Ne?? W-w-wae?” kedua tangan Sooyoung menahan tubuh Kyuhyun yang sangat dekat dihadapannya. Sooyoung benar-benar dalam keadaan terkurung tubuh Kyuhyun saat ini. Di belakangnya, tentu saja ada dinding yang tak bisa lagi membuatnya menjauh dari Kyuhyun yang semakin menyudutkannya.

“Kyu-ah, ini tempat umum. Aku tak mau orang-orang berfikiran yang tidak-tidak saat melihat posisi kita saat ini, jadi lepaskan aku”

“Anniya, disini cukup tertutup kok. Tidak ada yang bisa melihat, lagipula hari sudah gelap tak mungkin masih ada siswa yang berkeliaran di sekolah” sergah Kyuhyun masih dengan menatap intens kedua bola mata Sooyoung.

“Kyu-ah, jebbal..” desis Sooyoung masih mencoba melepaskan kurungan dari Kyuhyun, bahkan juga mengalihkan tatapan mata Kyuhyun yang tajam.
Bukannya menjauh, kini kepala Kyuhyun semakin dicondongkan kekepala Sooyoung hingga dahi keduanya saling menempel. Dan kembali tatapan mata mereka bertemu.

Lambat laun,  bibir Kyuhyun menempel pada bibir gadis dihadapannya itu. Hanya kecupan, sampai akhirnya Sooyoung menutup kedua matanya dan memberi respon agar Kyuhyun melanjutkan kecupan ringan itu.

Intimnya ciuman itu mulai terlihat saat kedua tangan Sooyoung yang awalnya hanya diam kini beralih menyusuri bahu dan mengalungkannya dileher Kyuhyun hingga semakin dalam ciuman itu. Kyuhyun juga tidak tinggal diam, tangannya yang semula bersandar di dinding kini mendekap pinggang Sooyoung untuk semakin menghilangkan jarak diantara mereka.

Setelah cukup lama mengeksplorasi bibir Sooyoung, bibir Kyuhyun mulai turun mengecup dagu dan berhenti pada leher jenjang Sooyoung lalu mulai mengecupnya dengan ringan. Sooyoung yang sudah terbawa suasana hanya pasrah dan semakin merapatkan dekapannya dileher Kyuhyun untuk semakin memperdalam kecupan Kyuhyun dilehernya.

“Ahh.. Kyu-ah” desahan yang sedari tadi ditahannya kini meluncur dari bibir Sooyoung, kecupan Kyuhyun nyatanya memang bisa melumpuhkan semua yang dimiliki Sooyoung.

Dibalik kecupan yang dilakukannya, Kyuhyun tersenyum telah berhasil membuat Sooyoung seperti ini, tidak berdaya akibat perbuatannya.

***

flashback

“Kyu-ah, kau tidak membantu tetanggamu? Dia sedang dihukum membersihkan lab biologi saat ini. ckck, yeoja itu benar-benar hebat. Ditahun pertama sudah berani menantang Park saem” kata seorang teman Kyuhyun saat memasuki kelas bertepatan dengan Kyuhyun yang akan melangkah ke toilet.

Kyuhyun masih mengernyit heran dengan kata-kata temannya, detik berikutnya dia segera berlari meninggalkan kelas tanpa peduli dengan teriakan teman-temannya.

***

Tapi nyatanya yeoja yang dibicarakan itu masih baik-baik saja dengan sapu ditangannya. Hukuman sang guru yang diberikan padanya tidak lantas membuatnya menyesal,

“Ck, Park saem sangat keterlaluan, aku kan hanya membela diri kenapa aku yang mendapat hukuman? Aish! Menyebalkan!”

Brak!!

Suara pintu yang terbuka dengan kasar, mengalihkan pandangan Sooyoung. Laki-laki berkulit putih pucat dan rambut hitam sedikit mengikal dengan tatapan khawatirnya berdiri diambang pintu. Sempurna.

“Sooyoung-ah, kau tidak apa-apa?” kata Kyuhyun sambil berjalan kearah Sooyoung, memegangi kedua bahu yeoja itu, memastikan kondisi yeoja itu.

“Yah! aku hanya dihukum membersihkan lab biologi, tuan Cho dan bukan mendapat penganiayaan. Ck,” jawab Sooyoung dengan nada datar.

Kyuhyun menghembuskan nafas tanda leganya, karena dalam fantasinya Sooyoung benar-benar dihukum dengan berat serta dipukul dengan tongkat oleh Park saem yang terkenal sangat kejam. Fantasi yang berlebihan menurut Sooyoung.

***

“Apa yang membuatmu sampai dihukum seperti ini, ha?” tanya Kyuhyun disaat keduanya masih berkutat dengan lap dan pembersih kaca untuk membersihkan jendela lab biologi itu. Sooyoung hanya diam saja.

“Ya! Jawab pertanyaanku nona Choi!”

“Kenapa kau membantuku? Bukankah aku menyuruhmu untuk menjauh, ck. Bertingkah sok pahlawan” kata-kata Sooyoung yang datar dan tanpa ekspresi nyatanya berhasil menghentikan kegiatan Kyuhyun saat ini. diam membeku, mencoba memahami yeoja yang berdiri dihapannya itu.

“Karena aku khawatir padamu, bisakah kau terima alasan itu, Sooyoung-ah?” setelah sekian lama diam dan menatap lurus yeoja dihadapannya akhirnya Kyuhyun berani bersuara walaupun rasanya ada yang tercekat ditenggorokannya.

***

Lima belas menit hanya ini yang dilakukan Kyuhyun, menatap Sooyoung yang sedang lahap menyantap ramen di kedai langganan mereka saat di sekolah menengah.

“Apa kau akan terus menatapku seperti itu, tuan Cho?” Sooyoung yang sedari tadi merasa ditatap oleh lelaki didepannya itu membuka suara. Kyuhyun tersenyum masih dengan mata yang terfokus pada yeoja didepannya.

“Rasanya pandanganku tak bisa beralih dari objek lain, nona Choi” jawab Kyuhyun dengan enteng, yang ternyata berdampak besar bagi Sooyoung saat semburat merah muncul dikedua pipinya dan untungnya Kyuhyun tak melihatnya karena Sooyoung yang menutupinya dengan terus menunduk menatap ramen yang hampir habis dimangkuknya.

“Ck. sudah berhenti menggodaku, tuan tukang gombal!” Sooyoung mengakhiri makannya dan menatap Kyuhyun.

“Sudah kenyang? Atau kau ingin tambah lagi? Itu baru satu mangkuk loh” tantang Kyuhyun dengan alis yang dinaikkan melihat kali ini Sooyoung hanya memesan satu mangkuk ramen, tidak seperti biasanya. Sooyoung mendecak sebal dengan kata-kata Kyuhyun.

“Ya! Aku tidak serakus itu!” kata Sooyoung dengan nada sebalnya. Kyuhyun hanya terkekeh pelan, lalu berdiri dari duduknya.

“Aku akan membayar, tunggulah dimobil” Sooyoung hanya mengangguk patuh lalu berjalan ke mobil Kyuhyun yang terparkir tak jauh dari kedai itu.

***

“Apa kau senang hari ini?” tanya Kyuhyun saat tak lama mereka meninggalkan kedai ramen dikawasan tak jauh dari sekolah menengah yang mereka datangi tadi. Dengan reflek Sooyoung menoleh kearah Kyuhyun yang masih fokus pada kemudinya. Seulas senyum merekah dibibir Sooyoung.

“Ne, aku senang sekali” Kyuhyun sesaat menatap Sooyoung lalu kembali fokus ke jalanan tak lupa senyum lega yang muncul dibibirnya.

“Kau ingin tau alasan kenapa aku membawamu ketempat-tempat tadi?” kembali suara Kyuhyun membuka percakapan.

“Kau ingin membuatku mengenang kembali masa-masa kecil kita, benarkan?” kata Sooyoung dengan percaya diri. Kyuhyun berdecak sebal, kenapa yeoja disampingnya itu begitu polos.

“Lebih dari itu, aku ingin kau tau kalau sejak dulu sampai saat ini aku tetap sama” Sooyoung mengernyit tanda tak paham dengan kata-kata Kyuhyun.
Rasanya kalau Kyuhyun tidak berhenti dan menepi mungkin sebuah kecelakaan akan terjadi pada mereka, sungguh yeoja disampingnya dengan sikap yang kelewat polos itu bisa membuat dirinya begitu emosi dan akan berdampak pada hal yang tidak diinginkan. Kyuhyun menghembuskan nafas panjang dan menepikan mobilnya.

“Kenapa berhenti?”

“Baik, dengarkan aku baik-baik. Jangan menyela dan jangan bertanya apapun. Biarkan aku mengatakan semuanya dulu, mengerti?” kata Kyuhyun panjang lebar tak berniat menjawab pertanyaan Sooyoung. Sooyoung hanya bisa mengangguk tanda paham, walaupun sebenarnya dia tidak mengerti.

Sekali lagi, Kyuhyun menghembuskan nafasnya dengan panjang. Lalu menggenggam kedua tangan Sooyoung.

“Sooyoung-ah, alasanku adalah untuk memberitahumu kalau aku tetap sama. Aku tetap Cho Kyuhyun yang mencintaimu bahkan sebelum kau mencintaiku. Aku tetap Cho Kyuhyun yang berjanji takkan meninggalkanmu. Aku tetap Cho Kyuhyun yang akan menepati semua janjiku padamu. Dan janji terakhir yang akan aku tepati,..” Kyuhyun memberi jeda panjang, tangannya yang semula menggenggam tangan Sooyoung kini beralih mengambil sesuatu disaku celananya.

Tak lama sebuah cincin emas putih dengan ukiran sederhana berada digenggaman Kyuhyun, “Janji terakhir yang ingin aku tepati adalah hidup bersamamu sampai maut memisahkan. Sooyoung-ah, maukah kau berbagi hidup di masa depan dengan seorang Cho Kyuhyun dengan segala kelemahannya ini?”

Sooyoung tak bisa berkata-kata, tindakan laki-laki didepannya yang terkenal dengan sikap cueknya kali ini dengan romantis membuatnya tidak bisa berkata-kata. Air mata kebahagiaan Sooyoung menetes kala kepalanya mengangguk tanda menerima ajakan namja dihadapannya ini.

Kyuhyun tersenyum lega dan dengan segera menyematkan cincin yang sedari tadi digenggamnya pada jari manis di tangan kiri Sooyoung lalu memeluk dengan erat yeoja yang teramat sangat ia cintai itu.

“Gomawoyo, Sooyoung-ah. Gomawoyo~” dekapan Kyuhyun semakin erat, Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya di bahu Kyuhyun dan membalas pelukan hangat namja yang mencintainya dan ia cintai.

***

Epilog…

flashback

“Aku akan kembali, jangan pasang wajah seperti aku tidak akan kembali lagi ke Seoul. Sooyoung-ah tunggulah aku, arrachi?” Kyuhyun kembali mengacak rambut Sooyoung saat mereka berada di bandara untuk mengantar keberangkatan Kyuhyun ke Jepang melanjutkan studinya disana selama empat tahun.

“Kau harus kembali, Kyu-ah! Awas bila kau membohongiku, aku tidak akan mau bertemu denganmu lagi” raut sedih jelas tergambar dalam wajah Sooyoung, yeoja itu baru seminggu mengetahui rencana Kyuhyun. Sempat marah dan tidak mau menemui Kyuhyun, tapi akhirnya hari ini ikut mengantar keberangkatannya di bandara.

Kyuhyun tersenyum melihat bangaimana Sooyoung merajuk padanya. Kembali diacaknya rambut Sooyoung dengan sayang, jujur saja Kyuhyun juga merasa kehilangan.

Berada di Jepang dalam waktu yang lumayan lama tanpa bisa bertemu dengan gadis dihadapannya saat ini, Kyuhyun tak pernah bisa membayangkannya.

“Pelukan persahabatan!” Kyuhyun merentangkan kedua tangannya, Sooyoung segera menghambur kepelukan Kyuhyun.

“Jangan lupakan janjimu, cepat kembali!” didalam dekapan Kyuhyun, Sooyoung tetap bersuara dan kini suara terdengar bergetar.

“Aku akan menepati janjiku, jadi tunggulah aku dengan manis disini” kata-kata yang dengan tulus keluar dari mulut Kyuhyun, tangan kanannya membelai lembut rambut Sooyoung.

***

Empat tahun berlalu begitu saja. Sooyoung memasuki tahun kedua kuliahnya di jurusan yang dari dulu diimpikannya, Design Interior. Empat tahun bukan waktu yang sebentar bagi Sooyoung beberapa kali gadis ini berkencan dan beberapa kali mengalami patah hati.

Ditahun kelima setelah kepergian Kyuhyun ke Jepang, Sooyoung tidak lagi peduli dengan janji namja itu. Sooyoung sangat kecewa Kyuhyun tidak menepati janjinya, membuat menunggunya lebih dari empat tahun, waktu yang dijanjikan namja itu.

Kalau boleh berkata jujur, Sooyoung memang telah menyukai Kyuhyun saat tahun terakhir Kyuhyun di sekolah menengah atas, saat dirinya masih ditahun pertama. Saat Kyuhyun dengan sangat tulus menolongnya, menerima hukuman atas nama dirinya. Dan tak lama setelah itu, Kyuhyun yang harus meninggalkannya ke Jepang.

Sampai lima tahun pun, nama Kyuhyun masih terukir dihatinya tak pernah terganti oleh namja lain. Tapi nyatanya Kyuhyun tak pernah muncul, apakah namja itu lupa akan janjinya pada Sooyoung atau hanya mempermainkan Sooyoung, Sooyoung pun tak pernah tau alasan namja itu.

***

Pertemuan tak terduga terjadi saat Sooyoung yang tak sengaja menabrak seorang namja dan menjatuhkan buku yang dibawanya dari kampus.

Namja itu hanya menatap bingung yeoja yang kini hanya terlihat punggungnya saja, lalu memungut buku itu melihat identitas yang ada disana. Segera setelah itu, senyumnya merekah. Inilah yang sejak dulu ditunggunya, takdir yang memanggilnya.

“Akhirnya takdir kita datang, Sooyoung-ah” ucap namja itu yang tidak lain adalah Kyuhyun.

***

Kembali seperti de javu, dipermainkan oleh takdir. Saat ini restoran cepat saji langganan Sooyoung terlihat sangat ramai. Banyak penggunjung yang datang kesana untuk mengisi perut mereka yang kosong disaat jam makan siang seperti ini tak kecuali Sooyoung, mata kuliahnya hari ini begitu padat sampai ia tidak sempat sarapan dan sekarang Sooyoung ingin memanjakan perutnya yang sejak tadi berdemo minta diisi.

Sooyoung tidak memprediksi hal ini, semua kursi dalam restoran itu telah penuh dengan penggunjung lain hanya tersisa satu kursi yang berhadapan dengan seorang namja yang duduk membelakanginya saat ini.

“Annyeong, bolehkah aku duduk disini? Kursi yang lain sudah penuh” tanpa menunggu jawaban dari namja dihadapannya Sooyoung langsung duduk dikursi itu dan dengan lahap memakan burger ukuran besar dan sepotong ayam goreng kebanggaan restoran cepat saji itu.

Namja yang berada dihadapan Sooyoung seketika mendongkakkan kepala menghentikan makannya dan dengan tersenyum terus menatap Sooyoung.

“Sekarang kau lebih cantik dari yang kukira, Sooyoung-ah. Dan lihat, makanmu sekarang lebih rakus dari dulu” suara bass yang sangat dikenal Sooyoung, menggema ditelinganya seperti mimpi. Sooyoung mendongkakkan kepala menatap tak percaya dengan namja yang sedang duduk dihadapannya itu, Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun yang ia kenal.

“Kyu-ah?” Kyuhyun hanya tertawa melihat tingkah yeoja dihapannya itu, ekspresi terkejut yang berlebihan. Bahkan mulutnya sedikit membuka, menganga lebih tepatnya.

***

“Kenapa baru menemui sekarang? Kemana saja setahun ini? kau lupa janjimu, tuan Cho yang terhormat?” rentetan pertanyaan terucap dibibir Sooyoung, di sampingnya Kyuhyun duduk dengan segelas kopi yang asapnya masih mengepul.

Saat ini Kyuhyun dan Sooyoung berada di taman tak jauh dari restoran cepat saji tadi, setelah pertemuan yang tak terduga Kyuhyun segera mengajak Sooyoung untuk mengobrol dan di sinilah mereka sekarang.

“Ya! Nona Choi bisakah kau bertanya satu-satu?” dengan wajah sebal Sooyoung tak menanggapi pertanyaan Kyuhyun.

“Sekarang jelaskan semuanya, tuan Cho! Semuanya!” Kyuhyun tersenyum, gadis ini tidak pernah berubah, batinnya.

“Baiklah, aku akan bercerita semuanya padamu. Setahun yang lalu aku lulus dari studiku di Jepang, tapi aku mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan S2ku disana dan baru dua bulan ini aku kembali ke Seoul. Dan perlu kau ingat aku tidak pernah melupakan janji yang aku buat padamu, nona Choi” Sooyoung mendecak sebal. Kata-kata Kyuhyun masih seperti dulu, mematahkan kepercayaan dirinya begitu tenang tapi tajam, khas gaya Cho Kyuhyun.

“Lalu dua bulan itu, kenapa tak pernah mendatangiku? Kenapa tidak pernah menemuiku? Rumahku masih sama, kalau kau memang tidak amnesia jadi seharusnya kau masih ingat rumahku”

“Karena aku menuggu takdir yang mempertemukan kita, nona” kata-kata Kyuhyun membuat Sooyoung segera menoleh kearah namja yang duduk dengan tenang disampingnya itu, yang ditatap hanya memandang lurus ke depan.

“Aku menunggu takdir, karena aku yakin kalau takdir membuat kita bertemu lagi berarti kita memang ditakdirkan bersama” disesapnya dengan tenang kopi ditangan kanannya. Kyuhyun masih dengan pembawaan yang tenang, lalu menatap Sooyoung hingga tatapan keduanya bertemu.

“Aku merindukanmu, sangat” kata yang begitu tulus meluncur sempurna dibibir Kyuhyun, membuat perut Sooyoung seperti digelitik ribuan kupu-kupu, menggelikan tapi juga menyenangkan.

Saat itu Sooyoung juga ikut mempercayai kata-kata Kyuhyun, laki-laki yang duduk disampingnya ini, yang sedang menatapnya dengan teduh, yang telah ia tunggu selama ini, memang benar laki-laki inilah takdirnya. Begitu lucunya takdir.

“Aku juga merindukanmu” jawab Sooyoung masih dengan mata yang menatap lurus mata Kyuhyun. Meyakini takdirnya.

-The End-

hello….. yeyeyee… akhirnya saya comeback😀 setelah menghilang selama satu bulan lebih, ekekeee…😄

adakah yang merindukan author ??? *abaikan -___-

sebelumnya saya mau minta maaf dulu ke semua readers *termasuk siders* kalo kali ini saya belom bisa update ff yang Forever, malah publishin oneshoot geje -___-  #bow

sebenernya ini ff udah lama nyempil di laptop dan baru bisa aku publish sekarang🙂

buat yang masih nunggu kelanjutan forever, abar aja y :33

belom bisa janji bakal dipublish kapan, soalnya minggu depan saya PKL ke jogja😄 *kagak ada yang nanya* dan akan lebih sibuk setelahnya. tapi bakalan nyempetin buat ngelanjutin Forever kok😀 pokoknya ditunggu aja😉

RCL nya ditunggu😀