Fate! You Must With Me! – end

Author: starralova ( @ajtvillu )

Judul: [Twoshoot] Fate! You Must With Me!

Main Cast: Kyuhyun ‘Super Junior’ & Sooyoung ‘Girls Generation’

Support Cast: Jonghyun ‘CN Blue’ & Yoona ‘Girls Generation’

Genre: Romance and little bit a action

Rating: PG-16

Disclaimer: Ide cerita terispirasi dari tokoh
Heiji Hattori dan Kazuha Toyama dalam serial komik Detective Conan. Castnya gak bisa diganggu gugat! Kyuhyun ya sama Sooyoung! Sooyoung ya sama Kyuhyun! Lainnya gak boleh!!! Wekkkk…😛
Yang gak suka couplenya jangan Bashing, oke?😉

Happy READING!!!!

*** *** *** **

‘Cinta itu takdir yang siapapun tidak akan mengerti seperti apa akhirnya. Seperti aku yang sudah terikat denganmu, aku tidak pernah tau kenapa dan bagaimana itu semua bisa terjadi’

*** *** ***

Kyuhyun POV

“Mwoya? Kami dijodohkan? Maksudku aku dan Kyuhyun harus menikah?” suara Sooyoung kini terdengar kaget saat appanya mengungkapkan maksud dari pertemuan keluarga ini.

Aku sudah tau semuanya sejak kemarin dan entah kenapa aku tidak menolak perjodohan ini. Yang aku rasakan adalah perasaan senang yang membuncah saat tau perjodohan ini.

Kini Sooyoung menatapku. Aku tidak tau arti tatapan itu. Aku gugup ditatap sebegitu tajam oleh Sooyoung, aku hanya berdehem kemudian meneguk air putih didepanku. Kudengar Sooyoung berdecak sebal.

“Waeyo? Apa kau menolak perjodohan ini, Soo-ah? Apa kau memiliki pacar?” kata Abeonim memecah keheningan diruang makan kali ini. Sooyoung hanya menunduk saja. Aku hanya menghela nafas melihatnya yang seperti ditekan seperti itu.

“Abeonim, keputusan ini memang sangat mendadak bagi kami berdua. Jadi mungkin kami butuh berfikir, karena ini menyangkut masa depan kami” kataku menengahi ketegangan Sooyoung dengan appanya. Abeonim hanya membuang nafas panjang.

“Arraseo, mungkin kalian mengira semua ini serba mendadak. Tapi rencana ini sudah ada bahkan sebelum kalian lahir” kini giliran Abeoji yang menjawab. Aku tersentak mendengar penuturannya. Sebelum lahir? Bahkan aku sudah dijodohkan dengan Sooyoung?

***

Author POV

Setelah makan malam yang sedikit ketegangan tadi kini Sooyoung dan Kyuhyun duduk berdua di gazebo taman belakang rumah. Kedua orang tua mereka, meminta keduanya untuk benar-benar memikiran perjodohan mereka. Blazer Kyuhyun sudah terlepas, yang ada hanya kemeja lengan panjang yang ditekuk sampai siku yang melekat ditubuhnya.

“Hey, nona Choi kau diam terus. Apa kau sedang sakit gigi, hm? Biasanya kau selalu cerewet” kata Kyuhyun memecah keheningan keduanya. Sooyoung hanya mendengus sebal.

“Tidak lucu, Cho Kyuhyun!”

“Aku tidak sedang melucu tau! Aku kan hanya bertanya. Waeyo? Masih berfikir tentang perjodohan yang tadi dikatakan orang tua kita?” Sooyoung hanya menghela nafas mendengar pertanyaan Kyuhyun kali ini.

“Entahlah. Aku masih bingung dengan semua ini. Mungkin appa takut aku menjadi perawan tua makanya dia berfikir sempit dengan menikahkanku dengan setan sepertimu” jawab Sooyoung dengan penekanan kata ‘setan’ di ucapannya.

“Ya! Jangan mulai lagi, aku sudah berniat baik untuk mengobrol denganmu” kata Kyuhyun tersindir.

“Waeyo? Kau tersindir?”

“Cih, kau ini memang yeoja pa-”

“Mwo? Aku kenapa? Menyebalkan? Kekanak-kanakan? Galak? Sinis?” potong Sooyoung, matanya kini mengkilat marah.

“Aku tau aku memang orang seperti itu. Lalu apa? Kau tidak suka? Kau membenciku?” lanjut Sooyoung. Entah kenapa emosinya tiba-tiba meluap, ia marah dengan cara Kyuhyun berbicara padanya.

“Kau memang orang yang menyebalkan, Cho Kyuhyun” tutup Sooyoung lalu bangkit dari duduknya. Segera masuk kedalam rumah, meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam memandang kepergiannya.

***

Sooyoung POV

Entah kenapa aku begitu marah pada namja itu. Mungkin perjodohan konyol yang tadi dikatakan appa membuatku menjadi kesal dengan namja disebelahku. Dan aku butuh menenangkan diri sendirian, meninggalkan Kyuhyun yang menatap bingung padaku yang tiba-tiba meluap marah dan meninggalkannya sendiri.

“Youngie, dimana Kyuhyun? Kenapa kau masuk sendiri?” tanya Eomma saat aku berjalan kearah tangga lantai dua.

“Kepalaku sangat pusing, eomma. Kyuhyun masih ada disana, aku sudah ijin padanya untuk ke kamar lebih dulu. Mianhae Aboenim, Eommanim” jawabku sekenanya kemudian membungkuk hormat kearah orang tua Kyuhyun, merasa bersalah dengan sikapku yang kurang sopan. Mereka hanya tersenyum maklum, kemudian aku melangkah naik ke tangga yang akan membawaku ke kamar.

Aku sudah akan merebahkan diri diranjang saat mendengar langkah kaki seseorang berjalan mendekat ke kamarku. Malas untuk menebak siapa, aku tetap merebahkan diri diranjang dan menutup mata mencoba untuk segera terlelap.

***

Author POV

“Bagaimana, Kyu-ah?” tanya eomma Kyuhyun saat melihat Kyuhyun menuruni tangga dari lantai atas. Kyuhyun hanya tersenyum singkat,

“Dia sudah tertidur, eomma. Sepertinya Youngie memang kelelahan”

“Gomawo, Kyuhyun-ah. Kami percaya kau pasti bisa menjaga Sooyoungie, walaupun dia pasti akan merepotkanmu” kata eomma Sooyoung sambil menepuk bahu Kyuhyun.

“Ne, eommanim. Aku akan berusaha semampuku” jawab Kyuhyun dengan tegas.

“Seringlah mampir kesini, Kyuhyun-ah. Mulai besok aku percayakan semua urusan Sooyoungie padamu, arrachi?” kata appa Sooyoung, Kyuhyun hanya mengangguk sambil menampakkan senyum singkatnya.

“Arraseo. Kami pamit dulu, Jungnam-ah. Sudah begitu malam dan mulai besok si anak pemalas ini akan melindungi putrimu. Bukankan itu sudah menjadi janji kita berdua?” kini appa Kyuhyun yang menjawab kemudian tertawa, appa Sooyoung hanya menatapnya kemudian ikut tertawa.

“Ne, itu memang sudah kesepakatan kita, Yeunghwan-ah”

***

Kyuhyun POV

Hari ini aku begitu semangat memulai hari. Eomma yang melihatku berjalan ke meja makan sambil bersenandung hanya mengangkat alisnya, mungkin dia bingung melihatku. Bukan seperti biasanya seorang Cho Kyuhyun bangun sepagi ini di hari weekend dan bahkan sudah mandi. Aku hanya tertawa dalam hati.

“Tidak seperti biasanya anak eomma bisa bangun sepagi ini di akhir pekan. Mau pergi kemana, Kyu-ah?”

“Eomma ingin aku pergi kemana lagi? Aku akan menjemput Sooyoung pagi ini, eomma” jawabku cuek masih saja terfokus pada sarapan yang akan aku makan, “eomma, kenapa semua menu pagi ini sayur sih? Jinjja?? Eomma..” lanjutku kini mengeluh pada menu yang didominasi warna hijau.

“Andwae. Jangan merengek seperti bayi. Cepat makan dan habiskan! baru kau bisa pergi dari sini” kata eomma dengan tatapan tajam dan menusuk. Ckck, beginilah kekuatan eomma. Abeoji pun tidak akan berani saat eomma sudah menatap seperti ini. Aku hanya menelan ludah dan dengan sedikit kesal memakan makanan yang paling aku benci ini.

***

Author POV

“Jinjjayo, appa??” kata Sooyoung dengan semangat saat appanya melontarkan kata liburan untuknya.

“Ne, appa tau kau begitu tertekan dengan segala macam tugas akhirmu. Jadi mungkin sedikit berlibur di Jeju bisa membuat fikiranmu fresh lagi sebelum benar-benar menyelesaikan tugas akhirmu. Kau mau, Youngie?” jawab appa Sooyoung sambil menyesap kopinya pagi ini.

“Aku mau appa, tapi bolehkan aku mengajak seorang teman? Akan sangat membosankan kalau aku hanya berlibur sendiri, bolehkan appa?”

“Nanti ada Kyuhyun yang menemanimu, apa masih kurang?” jawab appa Sooyoung dengan tenang, tak menyadari perubahan wajah Sooyoung yang kini terlihat kesal.

“Mwoya?? Appa berkata Kyuhyun akan menemaniku ke Jeju? Andwae!! Aku tidak mau, appa” rengek Sooyoung kali ini dan duduk mendekat.

“Sayangnya keputusan appa ini tidak bisa diubah. Kalau kau ingin ke Jeju, Kyuhyun yang akan menemanimu” sikap appa Sooyoung masih saja tenang bahkan kali ini dia membaca koran dengan santai.

“Aish, jinjja!! Itu sama saja tidak berlibur, appa. Tapi bolehkan aku mengajak Yoona? Bolehkan appa? Ya ya ya?”

“Sikap manjamu ini memang tidak bisa hilang ya?” yang ditanya hanya nyengir kuda, “arraseo, kau boleh mengajak chingumu itu. Tapi Kyuhyun juga akan ikut” lanjut sang appa, lalu berdiri dari duduknya,

“Appa harus berangkat. Appa tunggu keputusanmu nanti sore, dan kalian bisa berangkat ke Jeju lusa”

Sooyoung hanya mencibir kecil sambil menirukan kata-kata appanya. Berlibur ke Jeju adalah sebuah keinginan yang memang dari dulu ingin dia lakukan, tapi pergi ke Jeju bersama seorang Cho Kyuhyun mungkin adalah sebuah kenyataan yang tidak pernah Sooyoung harapkan.

***

“Kau? Kenapa ada disini?” teriak Sooyoung dengan histeris saat melihat orang yang baru saja membuat moodnya untuk berlibur hilang kini ada dihadapannya dan sedang tersenyum setan.

“Annyeong, nona Choi. Apakah tidurmu nyenyak kemarin malam?” Kyuhyun tidak menanggapi pertanyaan Sooyoung.

“Ya! Aku bertanya padamu, apa yang kau lakukan disini, Cho Kyuhyun???” kini kedua tangan Sooyoung sudah bertolak pinggang dan menatap seram kearah Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum simpul,

“Mulai saat ini sampai seterusnya dia yang akan mengantarmu, Youngie. Ini sudah menjadi keputusan appamu dan kau tidak bisa menolaknya. Kyuhyun-ah adalah calon suamimu, Youngie” jawab sebuah suara di belakang Sooyoung, ternyata sang eomma yang mengatakannya.

“Mwoya?? Eomma tidak sedang bercanda kan? Aku tidak pernah menyetujui perihal perjodohan konyol yang kalian rencanakan!” jawab Sooyoung dengan menatap sengit kearah Kyuhyun.

“Dan keputusan kami bukanlah keputusan yang bisa kau tolak, Youngie” jawab suara lain. Ternyata sang appa yang belum berangkat ke kantor, Kyuhyun segera memberi hormat.

“Annyeong, abeonim”

“Annyeong, Kyu-ah. Antarkan anak manja ini ke kampusnya dan pastikan dia benar-benar masuk didalam kelas, aku percayakan semuanya padamu” jawab sang appa kemudian menepuk bahu Kyuhyun dan berjalan masuk ke mobil yang siap mengantarnya ke kantor.

Kyuhyun hanya menunduk hormat kemudian menarik tangan Sooyoung masuk ke mobilnya setelah sebelumnya menunduk hormat kearah eomma Sooyoung. Sooyoung yang ditarik hanya meronta-ronta ingin lepas walaupun akhirnya dia masuk kedalam mobil Kyuhyun dengan kekesalan tingkat dewa.

***

Yoona sudah menunggu didepan gerbang fakultasnya saat mobil BMW keluaran terbaru berhenti tetap didepannya, lalu keluar seorang namja yang dengan cepat membuka pintu penumpang bagian depan keluarlah seorang yang dari tadi ditunggu oleh Yoona.

“Sooyoungie?” tanya Yoona dengan wajah tak percaya, Sooyoung hanya merengut sebal melihat reaksi sahabatnya itu kemudian dengan cepat menarik tangan Yoona dan segera membawanya pergi. Sungguh dia tidak ingin berlama-lama dengan namja yang telah mengantarnya itu. Kyuhyun hanya tersenyum singkat kemudian kembali masuk ke mobilnya dan melesat meninggalkan Kyunghee University yang merupakan tempatnya berkuliah dulu.

***

Sooyoung POV

“Sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kau bisa bersama namja itu?” desak Yoona saat mereka berada di dalam gedung fakultas. Sooyoung hanya cemberut menanggapi pertanyaan Yoona.

“Ya! Youngie, jawab pertanyaanku? Kau dan namja itu?? kalian berdua sedang..” cerocos Yoona tak berhenti, “Jinjja??? Kau bersama namja itu? Kalian?? Kyaaaa….!!! aku tak menyangka Youngie akhirnya kau berkencan juga, kyaaaa…” kini Yoona semakin histeris ditambah memeluk sahabatnya itu.

“Ya!! Apa yang kau katakan, Yoong? Kami tidak berkencan tau” jawabku dengan kesal. Tapi lihatlah sekarang, Yoona sedang tersenyum dan menatapku dengan tatapan menyelidik,

“Jinjjayo??? Tapi aku rasa kau menyembunyikan sesuatu dariku, Youngie”

“Aish! Sudahlah jangan dibahas lagi! Appa menyuruhku berlibur ke Jeju lusa, kau bisa menemaniku, Yoong-ah?” kataku kini mengalihkan topik pembicaraan. Tatapan menyelidik Yoona kini berubah menjadi tatapan mata berbinar-binar.

“Tentu saja, chingu! Aku mau ikut!” lihatlah sekarang dia begitu bersemangat, aku hanya menghela nafas panjang,

“Asal kau janji tidak akan bertanya apa-apa, setelah kita disana. Ingat itu!” Yoona hanya mengangguk patuh. Aku membuat kesepakan seperti itu, agar Yoona tidak akan bertanya macam-macam saat di Jeju mengingat bukan hanya aku dan Yoona saja yang akan pergi, Cho Kyuhyun si namja menyebalkan pun juga akan ikut. Aish, memikirkan hal itu kini niatku untuk berkonsetrasi dengan mata kuliah Prof. Kim menghilang begitu saja.

***

Author POV

“Kerja bagus, detektif Cho” ucap seorang pria pada pria lain didepannya, “Aku senang sekali melihat hasil kerjamu”

“Gamshamnida, sanjangnim. Ini semua masih belum layak mendapat pujian dari anda” jawab pria yang lebih muda itu sambil membungkuk hormat atas pujian dari atasannya.

“Aku memang tidak salah menilaimu” jawab atasan tadi, yang ternyata adalah ayah Sooyoung dan pria yang dia puji tersebut adalah Cho Kyuhyun, bawahannya sekaligus calon menantunya, “Lusa berliburlah ke Jeju bersama Youngie, kau dan dia perlu untuk mendekatkan diri. Aku lihat kalian cukup tak akur, mungkin dengan liburan ini bisa membuat kalian semakin dekat satu dengan yang lain” lanjut appa Sooyoung sambil berjalan menjauh lalu berhenti, “dan ajaklah detektif Lee, dia juga perlu berlibur. Kalian sudah sangat bekerja keras akhir-akhir ini” Kyuhyun hanya mengangguk dan memberikan hormat saat appa Sooyoung berjalan kian jauh dari tempatnya.

***

“Jinjjayo? Sanjangnim menyuruh kita berlibur? Kau serius, Kyu-ah?” tanya Jonghyun mendengar perintah Choi sanjangnim yang dikatakan oleh Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk tak minat, matanya masih tak lepas menatap laptop pribadinya. Bermain game, seperti biasanya.

“Wah, Choi sanjangnim baik sekali. Jadi kapan kita berangkat? Lusa? Mwo? Berarti dua hari lagi? Aku harus bersiap-siap” cerocos Jonghyun kemudian meninggalkan meja Kyuhyun.

“Dia berbeda sekali. Saat bersamaku begitu cerewet seperti nenek-nenek, tapi saat berhadapan dengan gadis dia berubah menjadi namja sedingin es. Hiii… lama-lama aku takut dekat denganmu Lee Jonghyun” omel Kyuhyun. Kemudian wajah kesalnya berubah saat satu nama terniang difikirannya. Kini Kyuhyun tersenyum geli dan mengeleng-gelengkan kepalanya, “Jinjja! Gadis ini sudah benar-benar nakal, bahkan dia berani mengganggu konsentrasiku bermain game, ckck” lanjutnya, kini dilayar laptop pribadinya terpampang tulisan game over menandakan dia harus mengulang lagi dari level awal.

***

“Sampai! Ah, akhirnya aku bisa berlibur seminggu disini!” kata Jonghyun dengan girangnya dan berbaring dengan seenaknya di ranjang. Kyuhyun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang sangat berbeda dengan yang ia lihat.

“Wah… Jeju memang indah” puji Jonghyun sambil memandang hamparan pantai Jeju di jendela kamar resort yang langsung berhadapan dengan pemandangan pantai. Kyuhyun hanya tersenyum singkat. Memang mereka berangkat hanya berdua saja.

“Ya! Kau mau kemana, Kyuhyun-ah?” tanya Jonghyun melihat Kyuhyun berjalan keluar dari kamar setelah meletakkan tasnya dan hanya membawa kamera yang digantung di lehernya.

“Jalan-jalan disekitaran sini, waeyo? Kau mau ikut?”

“Ah, aku ikut!” jawab Jonghyun dengan semangat lalu bangkit dari ranjang yang dibaringinya tadi dan melangkah mengikuti Kyuhyun.

***

Di lobby resort yang sama, dua orang yeoja sedang berada di resepsionis untuk mengambil kunci kamar pesanan mereka.

“Soo-ah, aku senang sekali. Akhirnya kita bisa berlibur bersama” kata yeoja berkemeja hijau pada temannya yang nyaman dengan hotpants biru dan kaos longgar berwarna abu-abu.

“Iya, akhirnya kita bisa berlibur bersama, Yoong” keduanya berjalan berdampingan menuju kamar pesanan mereka dan saling bercanda.

Saat berada dilorong kamar, keduanya dikagetkan dengan munculnya dua orang namja.

“Oh, Nona Choi. Kau juga berlibur disini?” kata salah satu namja yang mengalungkan kamera dilehernya, Sooyoung hanya menatap tajam kearah namja itu. Berbeda dengan yeoja sebelahnya yang sedang terpesona dengan namja disebelah namja yang berbicara dengan Sooyoung.

“Kyuhyun-ssi, jangan mencari gara-gara denganku saat ini! Minggir!” kata Sooyoung lalu berjalan melewati Kyuhyun, sedang Yoona yang berjalan disebelahnya tadi tetap pada tempatnya. Sooyoung yang menyadari Yoona tidak juga berjalan mengikutinya, menariknya tak lupa dengan tatapan membunuhnya yang tetap diarahkan pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya terkikik geli, lalu kembali berjalan.

“Kajja, Jonghyun-ah!”

“Aneh sekali yeoja tadi, kenapa menatapku seperti itu? Ck” kata Jonghyun, terlihat jelas dirinya yang sebal dengan cara yeoja tadi melihatnya. Kyuhyun hanya tergelak dan tetap berjalan,

“Hey, yeoja tadi menyukaimu, babo! Kau tidak peka sekali melihat gelagat seorang yeoja, ckck… Kau harus belajar dariku, arra?” kata Kyuhyun menyombongkan diri, Jonghyun yang mendengarnya hanya mengernyitkan dahi.

“Bukankah kau juga belum pernah berkencan, Cho Kyuhyun? Ah, iya aku lupa kau kan sangat setia dengan yeojamu, PSP maksudku” balas Jonghyun dengan tawa kerasnya, berberapa detik kemudian dia berlari dengan Kyuhyun yang mengejarnya dibelakang.

“Ya! Kurang ajar sekali kau, Lee Jonghyun jangan lari!”

***

“Soo-ah, aku bosan. Ayo berjalan-jalan!” kata Yoona sambil merajuk pada Sooyoung yang sedang asik dengan majalahnya dikamar. Memang dua hari ini mereka hanya berada di sekitar resort saja.

“Aish, kau mengganggu saja. Aku malas, Yoong” jawab Sooyoung masih dengan mata tak lepas dari majalahnya. Yoona hanya berdecak sebal, ini sama saja tidak liburan, batinnya.

“Ayo ke pantai! Dua hari ini kita hanya di kamar saja, aku ingin pergi ke pantai, kajja!” kata Yoona tidak penyerah dan kini menarik Sooyoung untuk berdiri dan mengikuti kemauannya. Sooyoung mau tak mau ikut berdiri juga.

“Arraseo, tunggu sebentar” jawab Sooyoung, Yoona cekikikan sendiri melihat usahanya yang membuahkan hasil.

***

Sooyoung POV

“Hei, gadis-gadis! Mau kemana kalian?” sungguh aku tidak mau mendengar suara itu, suara yang sangat mengganggu. Cho Kyuhyun.

Aku dan Yoona baru saja sampai lobby dan akan pergi ke pantai, kalau bukan karena paksaan Yoona mungkin hari ini aku akan tidur di kamar seharian dan tidak akan bertemu bencana siang hari ini, Cho Kyuhyun.

“Pantai!” jawab Yoona. Ingin rasanya aku membekap mulut ember Yoona saat ini. Kulihat Kyuhyun tersenyum setan saat menatapku.

“Ah, iya. Kita belum berkenalan secara formal. Cho Kyuhyun imnida, calon-” aku menatapnya tajam, jangan sampai dia berbicara tentang statusku dengan dia. Cho Kyuhyun kau akan mati bila berbicara, batinku. Dia juga menatapku dengan tatapan jahilnya, “-detektif yang hebat” lanjutnya membuatku bernafas lega.

“Benar juga. Im Yoona imnida, calon pengacara handal” jawab Yoona dengan kikikan kecil.

“Ah, namja disebelahku sedang sakit gigi makanya dia tidak bisa berbicara ja-” kata Kyuhyun tanpa dosa. Pletak! Pukulan keras mengenai kepala belakangnya.

“Lee Jonghyun imnida” jawab namja disebalah Kyuhyun itu dengan ekspresi datarnya. Aku hanya mengernyit heran, dua orang yang bertolak belakang. Kyuhyun dan Jonghyun.

“Sudah ya acara perkenalannya, kajja!” kataku ingin cepat meninggalkan Kyuhyun dan tak lupa menyeret Yoona, yeoja ini masih saja menatap ke belakang.

Setelah keluar dari penginapan, aku menatap Yoona dengan tajam. Yoona yang kutatap hanya tersenyum tanpa dosa.

“Wow! Suaranya merdu sekali, ekeke… aku semakin menyukainya, Soo-ah. Dia keren sekali, tanpa banyak bicara, kyaaaa… aku menyukai Jonghyun-ssi” cerocos Yoona tanpa berhenti. Namja es disebelah Kyuhyun tadi, ya Yoona memang sudah menyukainya sejak pertemuan menyebalkan di restoran waktu itu dan sekarang kebahagiannya bertambah setelah tau nama namja itu.

“Aish, sudahlah. Ayo ke pantai!” kataku dengan sebal. Yoona tetap saja dengan dunia Jonghyun-nya dan tetap berbicara tentang namja tadi, benar-benar, aish!! Jinjja!!

***

Author POV

Kyuhyun dan Jonghyun sedang bersantai di cafe depan resort saat dengan terburu-buru Yoona berlari kearah mereka.

“Kyuhyun-ssi.. tolong.. selamatkan.. Youngie.. tolong…” kata-kata Yoona yang terputus-putus membuat kedua namja itu mengerutkan dahi.

“Youngie.. dia.. dibawa… pergi…” yang kini dikatakan Yoona membuat Kyuhyun tersentak dan reflek berdiri dari duduknya,

“Mwoya?? Dimana?” kata Kyuhyun sambil memegang bahu Yoona, yang ditanya hanya terus menggeleng dengan air mata yang kini menetes.

“Im Yoona-ssi! Dimana Youngie sekarang?” kata Kyuhyun dengan geram saat orang didepannya hanya diam dan menangis. Tidak jawaban dari Yoona, Kyuhyun memilih untuk menyambar jaketnya dan memberi tatapan pada Jonghyun untuk mengurus Yoona yang masih saja menangis. Yang kemudian ditanggapi oleh pria dingin itu dengan anggukan kepala.

***

Kyuhyun hanya terus berlari dan memanggil-manggil nama Sooyoung. Demi Tuhan, dia sangat menghawatirkan yeoja itu. Kenapa dia dengan bodohnya tidak mengikuti Sooyoung tadi. Kyuhyun terus mengutuk dirinya dan kebodohannya.

Nafasnya tersenggal-senggal, kakinya begitu sakit, rambutnya sudah basah akibat keringat tapi Kyuhyun tak peduli. Kakinya masih sanggup untuk berlari kemanapun untuk menemukan Sooyoung, nafasnya masih ada untuk terus menyebut nama Sooyoung, dan terserah dengan rambut bahkan pakaiannya yang sudah basah karena keringat yang terus bercucuran akibat aktivitasnya saat ini. Sooyoung adalah prioritas utamanya.

Saat sejenak berhenti untuk mengumpulkan nafasnya, terdengar dering yang berasal dari ponselnya.

‘Jonghyun Calling’

“Yeoboseo?”

“…..”

“Jinjja? Mobil box? Yoona-ssi mengatakan Youngie dibawa dalam mobil box? Ne, gomawo, Jonghyun-ah”

Klik!

Tidak sia-sia melihat perjuangan Kyuhyun, setelah mendapat setidaknya titik terang penculik Sooyoung. Pandangannya teralih saat melihat sebuah mobil box yang tampaknya mencurigakan sedang berhenti dilampu merah depannya.

Samar-samar Kyuhyun mendengar suara pintu box bagian belakang yang digedor-gedor, menandakan ada orang didalamnya. Masih dengan nafanya yang putus-putus, Kyuhyun berlari kearah mobil box yang masih berhenti itu untuk memastikan kecurigaannya.

“Youngie, kaukah yang ada didalam? Jawab aku, Youngie?”

Brak!! Brak!! Brak!!

“Youngie, kaukah itu? Youngie, jawab aku!”

Brak!!

Mobil box itu kembali berjalan saat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, Kyuhyun jelas kelabakan. Yang terlintas dikepalanya adalah jangan sampai kehilangan jejak mobil itu, dengan cepat Kyuhyun berlari mengejarnya dan tak lupa menghafal plat nomor mobil box itu.

***

Mobil box yang mencurigakan itu berhenti disebuah gedung tua dan tak terawat. Kyuhyun yang berhasil mengejar mobil box tersebut kini tengah berada di tumpukan tong kayu dan besi yang berjarak 10 meter dari mobil tersebut.

Tak berapa lama, dua orang keluar dari mobil tersebut dan berjalan kearah box belakang untuk membukanya. Kyuhyun memincingkan matanya, mencoba melihat dengan jelas siapa yang dikeluarkan dari dalam box belakang itu. Mata Kyuhyun melebar saat melihat gadis yang dipaksa keluar dari box itu, mengenakan atasan tanktop putih dilapisi kemeja biru tak terkancing dan bawahan hotpants hitam, Kyuhyun tau betul siapa gadis itu. Choi Sooyoung.

Nafas Kyuhyun tercekat. Tak terasa tangannya mengepal erat melihat Sooyoung yang kini dipaksa berjalan dengan mulut diplester dengan lakban dan kedua tangan yang terikat. Kalau tidak ingat saat ini Sooyoung sedang disandra dan akan membahayakan Sooyoung bila dia nekat menyerang penculik itu, Kyuhyun akan berlari dan menghajar dua orang yang dengan seenaknya memperlakukan Sooyoung seperti itu. Kyuhyun bersumpah tidak akan memaafkan mereka.

Akal sehat Kyuhyun segera kembali dan dengan cepat mengirim pesan ke Kibum alamat Sooyoung disandra dan meminta untuk menghubungi polisi. Mata Kyuhyun kembali terfokus pada gedung yang ada didepannya. Dia berusaha mencari akal untuk bisa masuk kesana dan melepaskan Sooyoung, akan lebih bagus bila ia segera menyelematakan Sooyoung.

***

Kyuhyun POV

Aku berhasil masuk ke dalam gedung ini dan menemukan Sooyoung yang duduk di sebuah kursi dalam keadaan terikat di kaki dan tangannya, mulutnya masih dibekap dengan lakban. Tak bisa menunggu lebih lama aku memilih mendekat kearah Sooyoung dan memastikan tidak ada penjaga.

“Sooyoung-ah” panggilku dengan lirih dari arah belakangnya, Sooyoung sepertinya mendengar saat kulihat ia mendongkak mencari suara yang memanggil namanya. Kuperhatikan keadaan sekitar yang sepi tak ada penjaga yang mungkin sedang keluar dan dengan cepat aku berjalan mengendap kearah belakang Sooyoung mencoba melepaskan ikatan tali ditangannya.

“Tenanglah, aku akan menyelamatkanmu. Aku janji” bisikku masih berfokus pada tali yang melilit kedua tangan Sooyoung, lalu melepaskan lakban membekap mulutunya.

“Kyu-ah?” tanyanya dengan suara bergetar memandakan dia begitu ketakutan. Aku berjongkok menghadapnya lalu menggenggam kedua tangannya yang telah lepas dari ikatan.

“Jangan takut, oke? Kita akan pergi dari sini secepat mungkin, aku sudah menghubungi Jonghyun” lalu melepas tali yang melilit kedua kakinya.

“Wah wah.. ternyata kau cukup berani ya, bocah?” sebuah suara menghentikanku, terasa cepat saat Sooyoung berteriak dan sebuah benda memukul dengan keras ditengkuk bagian belakangku lalu semua menjadi gelap.

***

Sebuah suara tangisan membuatku terbangun, kulihat Sooyoung duduk disebelahku. Matanya menyiratkan kekhawatiran dan aku lihat ada cairan yang masih belum kering di kedua pipinya, apakah dia menangis?

“Kyu-ah, kau sudah sadar?”

“Kepalaku rasanya sangat sakit. Ah sial, licik sekali memukul saat aku tidak melihatnya” aku memperhatikan tempat ini dengan seksama, kini aku dan Sooyoung terikat satu sama lain.

“Dimana kita?” tanyaku saat melihat ini bukan tempat Sooyoung disekap tadi.

“Kita dipindahkan disebuah ruangan, tapi tetap digedung yang sama” jawabnya. Aku memperhatikan Sooyoung yang kini kembali menangis.

“Waeyo? Kenapa menangis?” kataku melihat ia yang kini terisak.

“Babo! Kenapa.. menyelamatku… kalau kau sendiri tidak bisa.. menyelamatkan dirimu. Babo! Babo! Babo!” tangan kanannya yang terikat dengan tangan kiriku memukul-mukul dadaku. Aku hanya diam melihat ia meluapkan semua kemarahannya, tidakkah dia tau kalau aku benar-benar menghawatirkannya tadi?

“Babo! Kau benar-benar babo! Babo!” tetap kubiarkan dirinya yang masih terisak dengan keras dan memukul dadaku. Seandainya tangan kananku tidak terikat disebuah tiang mungkin aku akan memeluknya dan menenangkannya.

***

Author POV

Matahari sudah sembunyi dan berganti dengan sinar rembulan saat Jonghyun bersama petugas kepolisian sampai di gedung tempat Sooyoung disandera. Dengan siasat dan taktik mereka tetap tenang dan menunggu saat yang tepat untuk membekuk penjahat tersebut.

Suasana lain terlihat didalam gedung, dua orang yang saat ini menjadi sandera tengah duduk bersandar ditembok ruangan. Keheningan menyelimuti mereka sejak tadi, baik Kyuhyun maupun Sooyoung tak ada yang mengeluarkan suara hanya tangan mereka yang terikatlah yang saling bertaut mengisyaratkan bahwa mereka saling memberi kekuatan.

“Kau ingat, kita pernah mengalami hal seperti ini?” Kyuhyun membuka obrolan yang membuat Sooyoung menoleh kearahnya.

“Terikat oleh borgol satu sama lain disebuah ruangan dan tidak ada yang mengetahuinya. Saat itu dirimu sangat ketakutan dan berkata tidak ingin lagi bermain denganku, apakah kau ingat?” Kyuhyun kembali memulai ceritanya dengan menatap lurus kedepan, mencoba menerawang kenangannya bersama gadis disebelahnya ini.

Sooyoung masih mencoba menerka apa yang Kyuhyun bicarakan. Oh, jangan tanyakan tentang ingatan pada gadis ini. Dia begitu pelupa bila berhubungan dengan ingatan masa kecilnya. Walaupun dia berada di jurusan Hukum yang mengharuskannya untuk menghafal semua undang-undang yang ada, tapi Sooyoung begitu payah dalam mengingat kenangan yang dialaminya saat kecil.

“Jadi kau melupakannya?” tanya Kyuhyun saat menoleh dan mendapati tatapan bingung dari Sooyoung yang kemudian mengangguk. Kyuhyun hanya membalasnya dengan kekehan, lucu baginya melihat bagaimana gadis disampingnya ini yang sebentar lagi bergelar sarjana hukum masih polos dan lugu.

“Inilah alasanku kenapa aku selalu ingin melindungi, Youngie” hanya kata-kata itu yang diucapkan Kyuhyun lalu kepalanya dicondongkan miring ke wajah Sooyoung, kecupan singkat mendarat dibibir yeoja itu yang berefek kebisuan bagi si yeoja. Hanya beberapa detik tapi berhasil membuat perutnya merasa mulas dan seperti digelitik ribuan kupu-kupu, geli tapi juga menyenangkan bagi Sooyoung.

Kyuhyun kembali menjauhkan wajahnya dari Sooyoung kemudian tersenyum tulus kearah yeoja yang masih membeku ditempat dan wajah yang mulai merona yang sayangnya tak terlihat oleh Kyuhyun lantaran ruangan remang-remang yang hanya mendapat cahaya dari ventilasi kecil dari atas pintu. Lalu dengan cepat mengalihkan pandangannya dari namja tersebut, namja yang berhasil mencuri first kissnya.

***

Beberapa anggota polisi sudah siap diposisi masing-masing untuk membekuk para penjahat tersebut. Jonghyun berada jarak lima meter dari gedung untuk memberi aba-aba untuk para polisi-polisi tersebut. Dengan gerakan tangan Jonghyun memimpin pasukan untuk mendekat ke gedung tersebut.

Tetap siaga dengan pistol di tangan kanannya Jonghyun dan dua orang polisi berhasil menyusup ke gedung tersebut lewat belakang dan beberapa polisi lain yang mengepung gedung untuk berjaga bila ada penjahat yang mencoba melarikan diri dari penyergapan kali ini.

Ruangan demi ruangan di dobrak untuk mencari keberadaan Kyuhyun dan Sooyoung. Saat berjalan kearah ruang yang lebih dalam, Jonghyun melihat dua orang bersenjata api duduk dan mengawasi ruangan tersebut. Insting Jonghyun menyeruakan bahwa disanalah Sooyoung disandera dan dalam satu tembakan dari pistolnya berhasil menjatuhkan salah satu dari penjaga tersebut karena tertembak dibagian kakinya. Kepanikkan penjaga lainnya dimanfaatkan oleh Jonghyun dengan kembali melepaskan tembakan yang berhasil mengenai kaki kiri penjaga tersebut. Secepat tembakan itu, Jonghyun dan dua orang polisi segera berlari dan menangkap dua orang penjaga yang mengerang kesakitan akibat tembakan timah panas di masing-masing bagian kaki mereka.

Brak!

Jonghyun berhasil mendobrak pintu tersebut dan berjalan kearah dua orang yang terduduk dan saling terikat disisi ruangan.

“Kalian baik-baik saja kan? Mianhae membuat kalian terlalu lama menunggu. Aku tidak bisa menghubungimu jadi aku berfikir kau juga ikut disandera” ucap Jonghyun lalu melepas ikatan tangan Kyuhyun dari tiang.

“Ck, kau lama sekali sih. Dan lihatlah instingmu begitu hebat, mereka begitu licik dengan memukulku saat aku tidak siap” Kyuhyun masih saja mengomel saat dirinya sudah berhasil diselamatkan. Berbeda dengan Sooyoung yang sepertinya masih ketakutan saat mendengar dua kali tembakan tadi.

“Gwaenchana, Sooyoung-ssi?” tanya Jonghyun saat melihat samar wajah Sooyoung yang menegang dan terlihat pucat. Kyuhyun segera menarik tangan Jonghyun yang memegang lengan Sooyoung.

“Dia ketakutan gara-gara tembakanmu tadi, Lee Jonghyun. Sudah sana keluar, aku yang akan membawanya keluar” ucap Kyuhyun dengan ketus, terlihat dia yang cemburu. Jonghyun hanya menatap malas kearah Kyuhyun lalu berdiri dan keluar dari ruangan itu.

“Gwaenchana? Sudah tidak apa-apa kan?” tanya Kyuhyun sambil menggenggam tangan kanan Sooyoung yang sudah terlepas dari ikatan dengan tangan kirinya.

“Kajja! Kita harus cepat keluar” lanjut Kyuhyun mencoba membantu Sooyoung berdiri, saat keduanya berdiri Kyuhyun dapat merasakan Sooyoung limbung dan hampir jatuh.

“Apakah kau sangat ketakutan?” tanya Kyuhyun setelah sebelumnya menarik Sooyoung kepelukannya agar tidak ambruk. Yang ditanya hanya diam tidak bereaksi, Kyuhyun memilih untuk mengendong Sooyoung dan membawa gadis tersebut segera kembali ke resort.

***

“Kyuhyun-ah, aku mendapat informasi mengenai siapa dalang penculikan Sooyoung kemarin” ucap Jonghyun saat keduanya duduk di gazebo kamar mereka sehari setelah penculikan yang dialami Sooyoung.

Kyuhyun menatap Jonghyun meminta penjelasan dari sahabatnya tersebut.

“Song Taejun, bandar narkoba yang menjadi target kita selanjutnya dan begitu membenci Choi Sanjangnim karena pernah menggagalkan transaksi narkoba internasional yang dilakukannya” pandangan mata Kyuhyun mendelik dan beberapa lembar file diserahkan Jonghyun kepadanya, “Dan untungnya kemarin orang-orang Song Taejun belum ada yang sampai di Jeju, hanya beberapa preman bayaran saja yang kemarin melakukannya”

“Aku tidak menyangka mereka bisa tau kita sedang berlibur di Jeju bersama putri tunggal Choi Sanjangnim, aku berfikir lebih baik kita segera kembali dan untuk melindungi dua yeoja itu. Melihat kegagalan usahanya kemarin, tentu saja Taejun akan kembali melakukan aksi dan pasti lebih nekat” kata Jonghyun dengan pandangan seriusnya.

“Aku juga berpendapat seperti itu. Aku juga tidak ingin kedua yeoja itu kembali menjadi sasaran bandit sialan itu lagi” jawab Kyuhyun dengan rahangnya yang mengeras dan tangannya mengepal lembaran file yang tadi diserahkan Jonghyun, tanda begitu murkanya saat ini.

“Ah ya, bagaimana keadaan Sooyoung-ssi? Apakah dia masih ketakutan? Ah, aku benar-benar tidak tau dia memiliki phobia dengan suara tembakan” tatapan Kyuhyun berubah sinis saat Jonghyun mengkhawatirkan keadaan Sooyoung.

“Ya! Kau itu kenapa harus menembak sih? Kan bisa dengan melawan dengan memukul mereka dengan kayu” jawab Kyuhyun dengan emosi, lalu menghela nafas “Aku menghubungi Yoona-ssi dan dia mengatakan Sooyoung sudah baik-baik saja saat ini”

“Ya! Kau juga tidak tau, mereka membawa senjata api” emosi Jonghyun ikut tersulut, “Ah Syukurlah. Aku tenang sekarang, lebih baik aku menemuinya saja saat ini. Aku ingin meminta maaf secara langsung padanya” kata Jonghyun dengan santai lalu berjalan menjauh meninggalkan Kyuhyun.

“Ya! Jangan mendekati Choi Sooyoung! Ya! Lee Jonghyun!” suara Kyuhyun terdengar nyaring saat mencoba mengejar Jonghyun yang sudah berjalan keluar kamar.

***

“Mwoya?” jawab Jonghyun dengan wajah tanpa dosa saat Kyuhyun menarik bahunya untuk menghentikan langkahnya.

“Kau tidak perlu melakukannya. Dia akan kembali ketakutan bila bertemu denganmu” jawab Kyuhyun dengan ngos-ngosan, yang membuktikan dia tadi berlari untuk mengejar Jonghyun sampai di lorong dimana letak kamar Sooyoung dan Yoona.

Tatapan Jonghyun menyelidik, matanya menyipit melihat aura kecemburuan di wajah sahabatnya itu, “Jeongmalyo? Tapi kau bilang dia sudah baik-baik saja, kan?”

“Maka dari itu aku takut bila kau menemuinya dia jadi ketakutan lagi, kaukan yang menembak, Jonghyun-ah” jawab Kyuhyun mencoba mengalihkan tatapan menyelidik sahabatnya dengan merangkulnya, “Kajja! Kita kembali ke kamar kita” lanjutnya dan mendorong Jonghyun untuk berjalan berbalik kearah kamar mereka. Tepat saat itu Yoona dan Sooyoung berjalan dari arah hadapannya.

“Eoh, Kyuhyun-ssi? Jonghyun-ssi? Kalian mau kemana?” tanya Yoona saat melihat gelagat aneh dari kedua namja yang berjalan dari depannya itu saling berangkulan.

Kyuhyun otomatis menjauhkan tubuhnya yang merangkul Jonghyun dan menjawab pertanyaan Yoona dengan senyum lebar, “Ah, kami ingin pergi ke cafe didepan resort ini”

“Tapi kan arah pintunya ada disebelah sana?” tanya Yoona mengacungkan tangannya ke belakang Kyuhyun dan Jonghyun. Dua orang namja yang berdiri dihadapannya hanya tersenyum gugup.

“Ah, itu aku perlu mengambil dompet dan ponselku. Aku lupa meninggalkannya di kamar” jawab Jonghyun yang hanya dibalas dengan anggukan tanda mengerti dari Yoona, “Kalian mau kemana malam-malam begini?”

Yoona tersenyum lebar, “Kami baru saja kembali dari taman belakang resort, Sooyoungie dan aku juga berencana ke cafe itu. Ayo kita pergi bersama-sama, Jonghyun-ssi! Aku yang akan mentraktir kalian sebagai ucapan terima kasihku pada kalian atas kejadian kemarin” jawab Yoona dengan semangat lalu menggandeng Jonghyun tanpa canggung dan menarik namja dingin tanpa ekspresi itu berjalan mendahului. Tinggal Kyuhyun dan Sooyoung yang hanya saling menatap canggung.

“Bukankah kau juga ingin ke cafe? Kajja!” kata Kyuhyun dan tanpa ragu menarik tangan kanan yeoja disampingnya yang masih saja diam dan menggenggamnya dengan erat. Senyum Kyuhyun mengembang saat dirasakannya tangan yeoja itu membalas genggaman tangannya.

***

“Apakah sudah baik-baik saja?” tanya Kyuhyun memecah keheningan saat keduanya berjalan ditepi pantai. Kembalinya dari cafe, Kyuhyun berinisiatif mengajak Sooyoung berjalan-jalan terlebih dahulu ke pantai dan ya, ternyata Sooyoung menerima ajakannya serta Yoona yang bersorak bahagia karena bisa berjalan berdua dengan Jonghyun.

“Gwaenchana. Kau lihat kan? Aku sudah tidak mengingat kejadian kemarin” jawab Sooyoung dengan ceria. Kyuhyun membalasnya dengan tersenyum dan mengacak pelan poni Sooyoung yang berjalan disampingnya.

“Syukurlah, aku lega sekarang” setalah mengatakan itu Kyuhyun menarik tangan kiri Sooyoung dan meminta gadis itu untuk menghadapnya. Tangan kiri Kyuhyun terulur untuk menata rambut Sooyoung yang berantakan karena tiupan angin malam dari pantai.

“Aku sangat takut kemarin, kau tau?” ditatapnya Sooyoung yang ternyata tengah menatapnya meminta penjelasan, “aku takut tidak bisa menemukanmu, aku takut tidak bisa memenuhi janjiku pada ayahmu, dan aku takut bila akhirnya aku kehilanganmu. Aku seperti orang gila kemarin, meneriaki namamu hampir disetiap sudut pulau ini, berlari tanpa memiliki tujuan hanya berharap segera melihatmu” kata-kata Kyuhyun dengan sendu, matanya menatap lurus ke mata Sooyoung, gadis itu hanya diam dengan kata-kata Kyuhyun.

“Melihatmu diseret dengan paksa, membuatku marah dan ingin rasanya menghajar penculik-penculik itu. Aku begitu marah sampai rasanya aku merasa sesak” kata-kata lain kembali melunjur dari bibir Kyuhyun. Digenggamnya kedua tangan Sooyoung,

“Kau tau, saat melihat kedua tanganmu terikat aku bersumpah pada diriku sendiri, aku tidak akan membiarkan tanganmu ini kembali terluka” genggaman tangan Kyuhyun sangat erat dan Sooyoung bisa merasakan seperti apa perasaan namja didepannya ini.

“Jangan buat aku khawatir lagi, arra?” tanya Kyuhyun yang hanya dibalas anggukan patuh dari Sooyoung.

“Jangan membuatku mencarimu, jangan membuatku gila karena bertindak tanpa logika, jangan membuatku-” kata-kata Kyuhyun terpotong saat yeoja didepannya berjinjit lalu mengecup lama bibirnya yang masih ingin bersuara.

Awalnya Kyuhyun hanya diam, masih mencerna apa yang dilakukan Sooyoung padanya lalu perlahan menarik kedua tangan Sooyoung yang berada digenggamannya untuk mendekap lehernya dan kedua tangannya yang kemudian merengkuh pinggang yeoja yang memakai hotpants putih dan kaos tipis serta dilapisi sweater rajut itu.

Kecupan yang awalnya ringan itu, makin dalam saat Kyuhyun mencoba menerobos bibir Sooyoung dan mengajak bermain lidah Sooyoung. Ciuman yang diawali Sooyoung itu berbalik saat kini Kyuhyun yang menguasinya. Tangan kiri Kyuhyun naik untuk memegang tengkuk belakang Sooyoung untuk membuat yeoja itu mengikuti ciumannya.

Rasanya Sooyoung ingin berhenti saat merasa oksigennya terserap habis dan lututnya yang kelu merasakan bagaimana Kyuhyun menciumnya, posesif dan dalam. Setelah rasanya sangat sesak, Sooyoung memilih untuk mendorong dada Kyuhyun dan membiarkan tangannya masih disana, bertahan didada namja itu. Kyuhyun masih menatap Sooyoung yang kini tertunduk untuk mencoba mengatur nafas, tak jauh beda darinya yang juga cukup tersenggal-senggal kehabisan nafas. Tangannya terulur menangkup wajah Sooyoung yang tertunduk,

“Saranghaeyo, jeongmal..” kata-kata tulus terdengar lirih dari bibir Kyuhyun saat matanya kembali menatap Sooyoung dan kembali kedua bibir mereka menyatu, menghantarkan perasaan keduanya yang kini juga ikut menyatu.

***

Tak jauh dari tempat Kyuhyun dan Sooyoung yang masih berciuman, ada yeoja dan namja yang mengintip sejak dari tadi. Si yeoja menatap tidak percaya dengan pandangan berbinar-binar sedangkan si namja memandang datar kearah pasangan tersebut.

“Wah, mereka romantis sekali ya, Jonghyun-ssi?” tanya Yoona dengan berbisik takut pasangan yang sedang mereka intip itu tau keberadaan mereka. Merasa tidak mendapat jawaban, Yoona menoleh kearah samping kanannya tempat Jonghyun berada, “Jonghyun-ssi?”

Cup! Bibir Yoona dengan mulus menyentuh pipi Jonghyun disebelah kiri. Ciuman yang tidak terprediksi oleh keduanya, ciuman dipipi yang tanpa disengaja. Yoona yang kaget hampir terjungkal ke belakang dan akan berteriak kalau Jonghyun tidak segera membekap mulut yeoja itu dan menarik pinggangnya.

“Sssttt! Jangan bersuara!” bisik Jonghyun yang nyatanya kini berada hanya satu jengkal dari wajah Yoona. Yoona hanya mengangguk patuh dengan semburat merah yang kini sudah terlihat di kedua pipinya. Dan Yoona berani bersumpah, walaupun tempat ini cukup remang ia juga melihat kalau namja yang jaraknya satu jengkal darinya itu juga ikut merona.

THE END
*** *** *** *** ***

Author’s Note:

Halo halo halo…. tuhkan beda kan sama ceritanya Heiji dan Kazuha? Kalo di Conan kan si Heiji nya itu tipikal namja cuek dan Kazuha yang agresif dan blak-blakan, disini aku balik, ekeke…
Karakter Kyuhyun aku buat sosok cerewet, nyebelin tapi penuh perhatian sama Sooyoung, sedangkan Sooyoungnya itu tipikal yeoja yang malu ngungkapin perasaannya dan cuek awalnya sama Kyuhyun yang padahal sudah dijadiin calon suaminya malahan sempat benci sama Kyuhyun😀

Hahahaha… ada yang nanya gak kenapa saya tiba-tiba memilih JongYoon jadi support castnya? Ekeke😄

Awalnya itu pengennya jadiin YoonBum, tape berhubung Kibum yang enggak balik-balik ke Super Junior bikin galau gak ketulungan, beralihlah saya milih Jonghyun CN Blue jadi couplenya si Yoona unnie😄

Dan juga gara-gara moment JongYoon di MuBank awal Januari lalu yang bikin teriak-teriak, pokoknya sekarang aku Deer-Burning Shipper😄 ,ekekekee

agak sedih juga sih, tau kalo SooNa udah pacaran sama yang lain, gak sama Kyu-Jonghyun :(( tapi gak masalah, bukannya kita sebagai fans harus dukung semua keputusan idol kita?? :)) tapi masih berharap loh, “selama janur kuning belom melengkung, couple kyuyoung sama jongyoon bisa REAL!!” *emang di Korea ada janur?? -___- *mikir keras*

yang nunggu forever sabar aja yaaa… masih dalam penulisan kok😉

A-yo a-yo GG!!!! Segera berkomentar dikolom komentar!!!😄