knkj-crop

Author: starralova ( @ajtvillu ) <— ganti username😀

Main Cast: Cho Kyuhyun Super Junior & Choi Sooyoung SNSD

Other Cast: Lee Donghae, Jessica Jung, Choi Siwon, Tiffany Hwang & member Super Junior-SNSD

Rating: PG-17

Genre: Romance, Sad, Family and a little comedy


*** *** *** *** ***

Saya datang  lagi!!!! xixixixi😄

Mumpung libur panjang dan enggak ada kerjaan jadilah fanfic ini cepet lanjutnya :3 (bisa dibilang penebusan dosa saya yang empat bulan enggak lanjutin fanfic ini XD)

maunya sih besok minggu aja ini part saya publish tapi gak tau kenapa saya yang enggak ada kerjaan siang ini dan mumpung modem bersahabat ya…akhirnya part ini saya publish😀

Senengkan????? Seneng dong!!! -_______-

Tau gak, aku seneng banget loh, ternyata ada reader setia ff ini :”D *kasih peluk* Empat bulan tanpa kabar kelanjutan ff ini dan masih ada yang setia nunggu lanjutannya, huwaaaaaa… saya terharu berat loh :”D ya walaupun kecewa berat kolom komennya part 10 gak sesuai sama viewer yang melejit -____-

Typo yang bertebaran atau apapun bentuk kegejean dalam fanfic ini anggap sebagai kesalahan alami author yang manusia biasa dan tak luput dari salah ini, ekekekeeee

Oh ya, di part ini ada adegan yang 17+ loh walaupun enggak terlalu vulgar :3, sumpah sebenernya enggak niat, tapi itu bagian ngalir aja pas aku nulis😄 mohon ya yang di bawah 17 tahun dilarang baca bagian itu😄 *kecuali ijin ortu dulu :d

Makin ngaco aja omongan saya -__-

Happy Reading!!!!

Don’t Forget!!! R C L!!!

*** *** *** *** ***

‘Aku percaya dengan takdir. Aku percaya dengan jalan yang sudah Tuhan berikan. Dan aku percaya, kau adalah takdir dan jalan yang sudah Tuhan berikan untukku’

*** *** ***

Author POV

Dua orang namja duduk saling berhadapan disebuah cafe siang ini. Suasana diam dan canggung terasa memenuhi keduanya ditambah cafe yang kali ini sepi hanya ada empat pengunjung, yang dua diantaranya adalah mereka.

“Bagaimana kabarmu, Kyuhyun-ah?” buka namja bersetelan formal dengan raut tegasnya.

“Aku baik-baik saja, Siwon hyung. Hyung sendiri?” tanya balik namja yang duduk didepannya saat sebelumnya menyesap cappucinno pesanannya.

“Aku baik-baik saja sekarang. Terutama saat ini, melihat yeodongsaengku bahagia aku merasa ikut bahagia” jawab Siwon yang kini menampilkan senyum cerahnya, “kalau saja kau tidak mengawalinya, mungkin aku akan ikut campur lagi dengan hubungan kalian” lanjutnya sambil menatap Kyuhyun dengan sengit, yang ditatap hanya tersenyum simpul.

“Kalau saja adikmu itu tidak memulainya, mungkin sampai sekarang aku tidak berani melangkah, hyung” jawab Kyuhyun sambil menghela nafas panjang.

“Ah, kau tau hyung? Dia sempat mengancamku, dia berkata akan melepaskanku kalau aku tetap mendiamkannya. Aish, dia benar-benar hebat dalam menghancurkan hatiku” lanjutnya yang kini terlihat sangat kesal mengingat ancaman Sooyoung padanya beberapa waktu lalu.

Tawa Siwon meledak kala mendengar penuturan laki-laki yang dicintai yeodongsaengnya itu dan melihat ekspresi yang diperlihatkan laki-laki itu saat sedang kesal.

“Jinjjayo? Wah, Sooyoungie sungguh hebat! Dengan menggertak seperti itu saja sudah membuatmu seperti mayat hidup” sindir Siwon saat memperhatikan Kyuhyun yang memang masih belum pulih dari demamnya. Kyuhyun hanya mendengus kesal.

“Mianhae, adik ipar” kata Siwon mulai serius lalu melanjutankannya, “Sebenarnya tujuanku mengajakmu bertemu adalah untuk mengucapkan terimakasih kau tetap berada disisi Sooyoungie. Dan aku mohon jangan lagi melepaskannya apapun yang terjadi. Entah appaku yang masih menentang hubungan kalian ataupun cobaan lainnya, kau mengerti?”

Kyuhyun cukup kaget mendengar penuturan kakak dari yeoja yang dicintainya. Dia memang tau, sejak dari dulu Siwon sudah menyukainya dan merestui hubungannya dengan Sooyoung. Tapi Kyuhyun tak mengira kalau kakak Sooyoung yang sekarang dihadapannya memohon padanya untuk tidak lagi meninggalkan Sooyoung.

“Hyung, aku akan menjaganya. Maafkan aku untuk membuat Sooyoung menangis dan terluka empat tahun ini, tapi aku berjanji aku akan membahagiakannya mulai saat ini” jawab Kyuhyun dengan mantap, rasanya seperti mendapat kekuatan baru saat tau kakak Sooyoung pun percaya padanya. Siwon tersenyum, memang sejak awal ia sudah mempercayai namja didepannya ini akan membahagiakan adiknya walaupun keduanya sempat saling terluka dan tersakiti.

“Aku harap kau benar-benar memegang kata-katamu, Cho Kyuhyun. Appaku seminggu lagi akan kembali dari kunjungan bisnisnya, mintalah lagi restu darinya. Bila itu masih belum berhasil janganlah menyerah, buktikan kalau kau memang mencintai Sooyoungie”

“Aku akan melakukannya, Hyung. Gomawo sudah mempercayaiku menjaga Sooyoungie” kata Kyuhyun dengan serius dan dibalas dengan tepukan dibahu kirinya.

“Hyung percaya padamu, adik ipar” jawab Siwon, “sebenarnya aku memiliki ide yang bagus bila kau ingin mendapat restu dari appaku, kau mau tau?” lanjut Siwon, Kyuhyun mengernyit tak paham tapi mencondongkan kepalanya kearah Siwon.

“Bawa kabur Youngie lalu kawin lari dan kembalilah saat kalian sudah membawa cucu untuk appaku. Bagaimana? Apa kau setuju?” kata Siwon dengan wajah jahilnya. Dan Kyuhyun membeku seketika. Sungguh ia tidak pernah berfikiran seperti itu sebelumnya, membawa Sooyoung kabur? Kawin lagi? Sepertinya kakak Sooyoung ini sudah gila, pikirnya.

***

Hari ini keberangkatan Siwon ke Jeju. Setelah mengantarkan ke bandara kakaknya, Sooyoung kembali akan memulai aktif di kampus setelah banyak membolos. Rasanya begitu menyenangkan mengingat ia sudah berbaikkan dengan Kyuhyun.  Kampus akan menjadi tempat yang menyenangkan kalau ada Kyuhyun oppa disini pikirnya saat berjalan memasuki koridor fakultas.

“Apa yang membuatmu senyum-senyum seperti itu, nona Choi?” kata suara bass yang terdengar ditelinga kirinya yang ia hafal diluar kepala, suara Cho Kyuhyun. Dan itu membuat darahnya mendesir hebat.

“Oppa!” kata Sooyoung mengintrupsi laki-laki yang dengan seenaknya merangkulnya dan berbisik tepat ditelinga kirinya. Si laki-laki hanya terkekeh pelan tak memperdulikan protes dari yeojanya.

***

Jessica benar-benar bingung dengan dua orang yang tersenyum bahagia didepannya itu. Si yeoja yang menatapnya dan si namja yang menatap yeojanya.

“Sungguh pemandangan yang menggelikan, aku belum merencanakan hal untuk membuat kalian kembali. Tapi sekarang kalian sudah datang berdua, cerita cinta kalian benar-benar seperti cerita Romeo dan Juliet” kedua orang yang diajak bicara hanya senyum-senyum, tak menanggapi kata-kata Jessica.

“Wah, ada acara apa sekarang? Kenapa semua berkumpul disini?” suara jahil Donghae menggema di cafe yang mereka datangi saat ini, “Ah, akhirnya kalian berbaikkan. Aku senang melihatnya” lanjutnya lalu ber-high five dengan Kyuhyun dan duduk di kursi kosong disebelah Jessica. Jessica hanya menatap sinis kearah Donghae.

“Wae? Bukankah harusnya kita juga ikut bahagia?” tanya Donghae melihat tatapan membunuh dari Jessica.

“Ya, kalian sungguh kompak. Rasanya aku seperti orang bodoh sekarang. Youngie kau begitu tega, kenapa tidak pernah menceritakan masalah ini padaku, eoh?” cerocos Jessica yang kini menatap sebal kearah yeoja didepannya.

“Mianhae, Sica. Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya tidak ingin kau repot dengan masalahku” jawab Sooyoung dengan wajah menyesalnya.

“Ah, bagaimana kalau hari ini kita double date?” saran Kyuhyun, dan seketika Jessica menyemburkan milkshake yang ia minum.

“Ya! Kau gila?”

“Waeyo?” tanya Kyuhyun tanpa dosa.

“Ide bagus. Ayo kita lakukan!” jawab Donghae dengan semangat dan berdiri dari duduknya sambil menarik tangan Jessica, “kau dengan Sooyoung dan aku dengan Jessica, begitukan?” lanjutnya dengan tatapan jahil. Kyuhyun hanya menjawab dengan smirknya.

“Ya!!!” teriak Jessica.

***

Sooyoung POV

Kyuhyun oppa mengantarkan aku pulang sore ini, setelah kencan menyenangkan tadi. Dia masih mengemudikan mobilnya dengan tenang, senyum bahagia terpancar diwajahnya.

“Apa aku begitu tampan, eoh? Aku tidak bisa berkonsentrasi menyetir kalau kau tetap menatapku seperti itu, kau tau?” suaranya mengintrupsiku. Aish, aku ketahuan sedang memperhatikannya. Lalu aku memilih menatap jalanan yang kami lewati. Aku mendengar kekehannya.

“Waeyo?” tanyaku ketus saat mendengar dia terus tertawa.

“Teruslah menatapku. Itu lebih baik daripada kau menatap jalanan diluar sana” jawabnya enteng masih terfokus pada jalanan. Dan seketika membuat wajahku memanas.

***

“Siwon hyung mememuiku beberapa hari yang lalu” suara Kyuhyun oppa memecah keheningan yang muncul diantara kami..

“Apa yang dikatakan Siwon oppa?”

“Ah, hanya obrolan biasa dan ya.. dia memintaku untuk menjagamu” jawab Kyuhyun oppa yang matanya masih tak lepas dari jalanan. Kedua alisku menyatu,

“Hanya itu saja? Geojitmal!” kubuat suaraku menjadi ketus. Dan kulihat ia melirikku, “Pasti ada hal lain yang dikatakan Siwon oppa, Oppa tak bisa bohong padaku” aku tetap melanjutkan kata-kataku, tak peduli kini ganti dia yang menautkan alisnya.

“Aku tidak bohong. Ah, ya, dia memberikan saran yang luar biasa gila. Ah jinjja, Siwon hyung benar-benar” kulihat kini dia yang menggerutu.

“Waeyo?” tanyaku yang dibalas gelengan cepat darinya. Aku bersikap tak peduli, ada sesautu yang harus kukatakan padanya,

“Oppa, empat hari lagi appa akan kembali dari kunjungan bisnisnya. Aku ingin oppa datang ke rumah, ayo kita selesaikan masalah ini, oppa” jujur dari tadi aku menimbang-nimbang akan mengatakan ini atau tidak, aku takut Kyuhyun oppa tidak mau melakukannya.

“Ah, benar. Ayo kita lakukan. Kita akan melakukannya bersama-sama” jawabnya sesaat setelah menatapku. Aku melihat dia tersenyum dan aku membalas senyumannya itu.

“Gomawo, oppa”

***

Author POV

Hari kepulangan Choi Jungnam dari kunjungan bisnisnya bertepatan dengan sebuah pesta yang diadakan Yedang Group, perusahaan multidimention kelas internasional. Semua orang-orang penting dan pejabat-pejabat tinggi negara hadir dalam pesta ini. Pesta yang menjadi ajang bertemunya para konglomerat.

“Appa yakin akan hadir di pesta itu? bukannya apa masih sangat lelah setelah luar negeri?” kata Sooyoung memperingatkan appanya yang tetap bersikukuh datang ke acara besar yang dibuat Yedang.

“Ah, lalu siapa yang akan datang kalau bukan appa? Oppamu ada di Jeju saat ini? kalau mengakhawatirkan appa, ayo ikut appa ke pesta itu” jawab appanya dengan santai lalu berajalan ke arah kamarnya.

“Aish jinjja. Padahal aku berencana meminta Kyuhyun oppa untuk ke rumah. Bagaimana ini?” desah putus asa keluar dari bibir Sooyoung, “terpaksa harus diundur, mungkin besok aku akan meminta Kyuhyun oppa ke rumah” putusnya dan memilih mengikuti sang appa ke pesta, salah satu cara untuk mendapatkan simpati dari appanya.

***

Hampir setengah jam, Sooyoung hanya berdiri seperti orang bodoh di pojok ballroom hotel bintang lima ini. acara pesta besar? Sooyoung berani bersumpah, acara pesta ini adalah pesta yang paling membosankan dalam hidupnya. Hanya berisi pebisnis-pebisnis dengan pakaian formal dan sepatu pantofel yang mengkilap. Sungguh sial, dia harus terjebak didalam pesta bisnis seperti ini. Lebih baik aku dirumah tadi bisa menonton drama atau hal lain yang lebih menyenangkan dari ini, batin Sooyoung sambil menundukkan kepalanya.

“Apa yang dilakukan nona cantik ini di pojok ruangan saat semua orang berpesta?” suara namja yang sangat ia hafal membuat yeoja cantik yang saat ini menggunakan gaun krem sepanjang diatas lutut membeku. Tidak mungkin Kyuhyun oppa ada disini, batinnya.

“Sooyoung-ah~ apa yang kau lakukan disini?” suara itu kembali mengintrupsi Sooyoung untuk mengangkat kepalanya. Dihadapannya Kyuhyun berdiri gagah dengan setelan texudo hitam yang didalamnya hanya menggunakan kaos putih polos tersenyum lebar dihadapannya.

“Apa kau terpesona melihatku?” Kyuhyun kembali bersuara saat dilihatnya Sooyoung hanya diam memandanginya dengan kagum dan bingung.

“Ah, aku hanya kaget. Kenapa oppa bisa ada disini?” jawab Sooyoung saat tersadar dari lamunannya. Kyuhyun kembali tersenyum.

“Tentu saja, hei yang mengadakan pesta ini Yedang Group dan perusahaan abeojiku juga mendapat undangan”

“Ah iya tentu saja, kenapa aku bisa melupakannya” jawab Sooyoung dengan lirih.

“Dimana appamu? Kau datang bersama appamu kan?” Sooyoung mengangguk dengan gugup, dia baru ingat dia bersama appanya kali ini. Dan tentu saja akan terjadi hal yang tidak diinginkan bila kedua orang itu bertemu.

“Apa harus sekarang di tempat umum seperti ini? kenapa ridak besok saja, oppa?”

“Lebih cepat akan lebih baik dan aku rasa aku mendapat tambahan kekuatan jika aku mengatakannya disini”

“Tapi-“

“Sooyoung-ah!” kata-kata Sooyoung terputus saat mendengar suara berat sang appa mengintrupsinya. Kyuhyun juga ikut menoleh ke sumber suara tersebut, lalu dengan cepat membungkuk hormat.

“Selamat malam, ahjussi” kata Kyuhyun saat appa Sooyoung berada tepat dihadapannya dan menatapnya dengan dingin.

“Apa lagi kali ini? Bukankah aku menyuruhmu untuk menjauh dari Sooyoung, Cho Kyuhyun-ssi?”

“Mianhae, ahjussi. Aku tidak menuruti perintah ajhussi tapi aku mohon biarkan kali ini aku bersama Sooyoung, aku benar-benar mencintai Sooyoung” jawab Kyuhyun disertai dengan bungkukan tanda permohonan maafnya.

Appa Sooyoung hanya tersenyum sinis, lalu dengan cepat menarik tangan Sooyoung dan membawanya pulang.

“Cankanmanyo, ahjussi!” Kyuhyun menghentikan langkah appa Sooyoung dengan memegang tangan Sooyoung yang terayun bebas.

“Apa lagi? Kau tidak ingat empat tahun yang lalu? Dan seperti empat tahun yang lalu aku akan tetap menentang hubungan kalian! marga Cho? Aku tak sudi menjadikannya menjadi suami untuk putriku! Camkan itu Kyuhyun-ssi!” dengan tarikkan kuat genggaman tangan Kyuhyun di tangan Sooyoung terlepas dan Kyuhyun mematung melihat kepergian Sooyoung dengan appanya.

Semuanya terlihat jelas dihadapannya,  tuan Cho dapat melihat semua kejadian yang dialami putranya dari lantai dua ballroom ini dan cukup menyinggung harga dirinya. Sepertinya memang dia harus bertindak, secepatnya.

***

Kyuhyun termenung dibar, setelah kepergian Sooyoung dia memilih untuk berjalan kearah bar yang berada dalam hotel. Dua jam hanya dia habiskan untuk termenung dan sama sekali tidak menyentuh vodka dimeja yang tadi dipesannya.

Kata-kata dari appa Sooyoung terus berputar dikepalanya,

“…marga Cho? Aku tak sudi menjadikannya menjadi suami untuk putriku! Camkan itu Kyuhyun-ssi!”

Keberanian yang ada untuk menemui appa Sooyoung kini telah lenyap, nyalinya menciut seketika. Apakah sebegitu rendahnya dirinya sampai-sampai appa Sooyoung sangat membencinya. Ah tidak,  yang lebih tepat membenci marga dari abeojinya.

Ditatapnya segelas vodka yang sejak tadi meminta untuk diminum,

“Aku tidak akan membiarkan oppa minum-minum lagi. Awas kalau sampai aku mengetahui oppa tetap meminum alkohol! Walaupun bir atau soju aku tetap tidak mengijinkannya!”

Kyuhyun teringat kata-kata Sooyoung seminggu yang lalu saat dia berniat untuk menegak wine kesukaannya. Kata-kata yang menjadi mantranya sejak tadi untuk tidak meminum vodka dihadapannya.

Dengan frustasi Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kasar dan memilih berdiri lalu meninggalkan bar itu. Dia benar-benar butuh istirahat saat ini, istirahat untuk mendinginkan kepalanya yang rasanya mau pecah hanya karena memikirkan hubungannya dengan Sooyoung.

“Aish Jinjja!” umpatnya

***

“Cho Insung, sungguh berani kau menampakkan wajahmu dihadapanku” ucapan skartik meluncur dari bibir Choi Jungnam saat melihat Cho Insung, mantan sahabatnya itu berdiri dengan bantuan tongkat dihadapannya saat jam kerja.

“Lama tak bertemu, Choi Jungnam. Bagaimana kabarmu?” Cho Insung menjawabnya dengan santai yang hanya dibalas senyum sinis oleh mantan sahabatnya itu.

“Kemarin putramu dan sekarang kau yang ingin bermasalah denganku? Oh, sungguh!” Choi Jungnam membalas sapaan mantan sahabatnya itu tanpa melepas tatapan tajamnya. Tak disangka, Cho Insung melepaskan tongkat yang dia pegang dan dengan kaki yang gemetar terduduk bersimpuh dihadapan Choi Jungnam.

“Apa ini masih kurang untuk menebus kesalahanku, Jungnam?” Choi Jungnam terperangah, tindakan yang yang tak pernah terfikirkan olehnya, seorang Cho Insung yang berlutut dihadapannya.

“Bisakah kau biarkan putraku hidup bersama putrimu? Atau aku perlu melakukan hal lain untuk menghapus semua kebencianmu untuk putraku, katakan apa itu, Jungnam-ah? Katakan!” kata-kata Insung yang terdengar putus asa mau tak mau membuat Jungnam membungkuk dan membantu Insung berdiri,

“Jangan lakukan ini, seorang Cho Insung tidak pernah merendahkan harga dirinya untuk hal seperti ini” kata Choi Jungnam,

“Dan ini aku lakukan sekarang, maafkan aku, Jungnam-ah” kini yang terdengar adalah isakan bukti penyesalan dari pria yang berumur lebih dari setengah abad itu.

***

Siang ini seusai kuliahnya, Sooyoung memilih pergi ke aprtement Kyuhyun yang sejak kemarin ia khawatirkan akan berbuat nekat lagi.

“Yah! Choi Sooyoung mau kemana?” teriak Jessica yang melihat Sooyoung terburu-buru membereskan catatannya dan berlalu dari kelas. Sooyoung hanya tersenyum singkat sebagai balasannya atas pertanyaan Jessica, membuat yeoja yang dipanggil ice princess itu mendengus sebal,

“Pasti bertemu dengan Kyuhyun. Aish, aku juga iri dengan mereka!” gumannya frustasi, tanpa sadar ada seorang namja yang sejak tadi berdiri dibelakangnya bahkan Sooyoung pun mengetahuinya.

“Kenapa tidak berkencan saja, eoh?” bisik sebuah suara tepat di telinga kanan Jessica yang membuat seketika jantungnya mendesir, suara seorang Lee Donghae.

“Ya!” setelah beberapa saat menormalkan ekspresi wajahnya, Jessica langsung berteriak pada Donghae yang membuat namja itu melototkan matanya tanda kaget.

“Jangan ganggu aku!” lanjut Jessica yang masih saja dengan suara ketus berjalan menjauh dari Donghae tapi sebelumnya menendang tulang kering namja itu.

“Aish! Sakit Jessica Jung!” teriakan kesakitan terdengar menggema dilorong kelas dan membuat beberapa pasang mata menatap Donghae prihatin. Kasian sekali hidup Lee Donghae si pangeran kampus terus-terusan dianiaya si ice princess Jessica Jung pikir mereka.

***

Sooyoung POV

Lima menitan ini aku hanya berdiri mematung dipintu apartement bernomor 178 ini. Bagaimana bila Kyuhyun oppa kembali bersikap dingin padaku? Bagaimana dia akan kembali menolakku? Bagaimana aku harus melalui ini semua lagi? Beberapa kemungkin sejak tadi aku fikirkan. Ah, jinja!

Ceklek!

Tiba-tiba pintu terdorong ke belakang tanda ada seseorang yang membukanya dari dalam. Kulihat wajah Kyuhyun oppa yang sepertinya berniat keluar terkejut melihatku yang hanya mematung didepan pintu apartementnya.

“Eoh? Apa yang kau lakukan disini? Kenapa tidak langsung masuk saja? Kenapa wajahmu pucat, Sooyoungie?” rentetan pertanyaan diajukannya padaku dengan ekspresi khawatirnya.

Aku tidak menjawab pertanyaannya dan memilih untuk menghambur ke pelukan namja ini, seorang Cho Kyuhyun yang menghangatkan hatiku.

“Eh, ada apa sebenarnya?” tanyanya yang bingung dengan pelukan mendadak dariku. Aku melepaskan pelukan itu,

“Aku pikir oppa akan membenciku lagi karena appa kemarin” jawabku sambil menunduk. Kyuhyun oppa menangkup kedua pipiku hingga mendongkak dan bertemu langsung dengan kedua bola matanya.

“Aku tidak akan melakukan kesalahan yang bodoh seperti itu lagi dan bukankah kita akan berjuang sampai appamu merestui hubungan kita?” kata Kyuhyun oppa dengan kedua matanya yang menatap lembut kearahku lalu dicondongkan kepalanya untuk mengecup bibirku singkat,

“Kajja masuk, kau tau dari kau memelukku sampai saat ini penghuni lain melihat kita loh” lanjutnya lebih lirih dan aku segera menunduk malu serta mengikuti langkahnya yang membawaku masuk ke apartement. Oh, Choi Sooyoung begitu memalukannya dirimu!

***

Sudah sejam aku menunggu disini dan si pemilik apartement ini malah pergi meninggalkan aku sendiri dengan alasan ada keperluan mendadak setelah memaksaku masuk.

Kudengar suara suara pintu terbuka dan Kyuhyun oppa yang membaawa dua kantong plastik yang penuh dengan bahan-bahan makanan.

“Ayo kita memasak!” serunya semangat dan berjalan melewatiku yang terbengong di ruang tengah apartement yang bersebelahan dengan dapur dan aku memilih mengikutinya.

“Apa yang akan oppa lakukan?” tanyaku bingung dengannya yang masih saja memasang wajah gembira sambil mengeluarkan bahan-bahan makanan yang dibelinya.

“Aku belum makan sejak tadi pagi dan karena kau datang jadi lebih baik kita memasak bersama untuk makan siang, bagaimana?”

Aku mengernyit, apa dia lupa aku ini tidak bisa masak? Kecuali masak air ataupun ramyun. Apa dia lupa kejadian saat aku memberinya bekal buatanku saat sekolah menengah yang berujung dengan dia yang tidak masuk tiga hari karena masakanku yang beracun itu.

“Apa oppa lupa aku tidak bisa memasak?” tanyaku lirih. Kyuhyun oppa menghentikan kegiatannya dan menatap kearahku dengan senyum yang manis,

“Aku ingat makanya biarkan aku yang memasak, eoh?” jawabnya lalu mengacak pelan rambutku, “dan perlu kau ingat aku tidak ingin makan masakanmu kalau itu masih beracun” lanjutnya dengan smirk jahil.

“Ya! Aku memang tidak pernah bisa memasak oppa, cih” Kyuhyun oppa terbahak melihatku merajuk marah.

***

Kyuhyun POV

Aku suka sekali melihat wajah merajuknya. Lucu dan polos. Aku memilih terus menggodanya dengan mengacak-acak rambutnya dan akhirnya dia akan cemberut lalu kemudian merajuk.

“Tara! Pasta ala chef Kyuhyun siap!” teriakku dari arah dapur untuk memanggil Sooyoung yang memang aku paksa untuk diam dan tidak menggangguku memasak walaupun niatnya adalah untuk membantuku.

Sesaat kulihat Sooyoung sudah duduk manis di meja makan dengan wajah berbinar, haha… lihatlah shikshin ini bila dihadapkan dengan makanan.

“Wah!! Oppa hebat! Dilihat dari penampilannya saja seperti masakan dari hotel berbintang” Sooyoung menatap pasta buatanku yang ada didepannya dengan berbinar bahagia. Dasar shikshin!

“Dan perlu kau tau rasanya pun tak kalah dari masakan hotel berbintang” tambahku menyombongkan diri dan dibalas cibiran lirih dari Sooyoung.

“Makanlah, kau pasti suka” kataku setelahnya dan tersenyum padanya. Sooyoung hanya mengangguk dan dengan cepat menyuapkan sesendok kemulutnya.

Kupandangi Sooyoung yang masih mengunyah pasta dimulutnya dengan sabar, aku ingin tau bagaimana masakanku menurutnya.

“Wah! Mashita! Oppa daebak!” seru Sooyoung saat menyelesaikan kunyahannya dan memberiku dua jempol padaku.

“Jinjja?” tanyaku dibalas anggukan olehnya dan menyuapkan sesendok pasta dari piringnya.

“Oppa harus sering-sering memasakkan pasta untukku! Ah, tau begini aku akan menyuruh oppa memasak saja untukku, ekekeke..” katanya dan diakhiri tawa geli. Sooyoung hanya mencibir mendengar kata-kataku.

***

Setelah makan siang aku dan Sooyoung memilih menghabiskan waktu didepan telivisi dengan posisi kepalanya yang bersandar dibahuku.

“Apa yang harus kita lakukan agar appa merestui kita? Oppa ada ide?” tanya Sooyoung dengan tatapan yang masih mengarah ke telivisi yang menampilkan tingkah konyol Spongebob dan Patrick.

Jujur aku juga bingung, apa yang harus aku lakukan sekarang. Appa Sooyoung benar-benar membenciku dan keluargaku.

“Apa aku harus menuruti saran Siwon hyung saja ya?” gumanku yang sebenarnya kutunjukkan untuk diri sendiri.

“Mwo? Siwon oppa memberi saran apa?” tanya Sooyoung yang segera bangkit dari sandarannya dibahuku. Entah kenapa aku jadi ingin menggodanya.

“Mm.. sebuah saran yang katanya pasti akan membuat appamu merestui hubungan kita” Sooyoung makin tertarik dan menatapku untuk segera mengatakan seperti apa saran dari oppanya itu.

“Apa kau setuju?” tanyaku dan jawaban Sooyoung adalah sebuah anggukan semangat. Hehe… Choi Sooyoung kau masuk perangkap! Kusunggingkan smirk andalanku.

“Apa sarannya oppa?” tanya Sooyoung lagi, aku mendekatkan kepalaku ke telingga kanannya dan membisikkan saran ajaib dari oppanya itu.

“Kita harus segera memiliki anak, eothe?” lirihku sedikit mendesah, aku merasa Sooyoung mematung setelah aku berbisik. Ekeke… kau yang menginginkannya, Choi Sooyoung. Kujauhkan wajahku dari telinganya tapi berhenti saat kedua mata kami saling bertatapan.

Ah, Choi Sooyoung aku ingin menciummu.

Kucondongkan kembali kepalaku tapi kini kearah wajahnya, hembusan lembut dari nafasnya entah mengapa membuatku tambah ingin menciumnya.

“Aku mencintaimu..” kataku lirih lalu dengan cepat menyambar bibir merah merekahnya yang hanya dipoles lipbam warna natural dan pastinya sudah hilang akibat makan siang tadi. Mengecupnya beberapa kali lalu melumatnya dengan lembut, kulihat Sooyoung menutup matanya.

Tanganku sudah memeluk pinggangnya saat ini, memeluk erat tubuh kecil Sooyoung untuk mengintimkan kegiatan kami. Sooyoung hanya pasrah dengan tetap menelusupkan jari-jarinya di rambut belakangku menikmati ciuman yang kuberikan. Posisi kami yang awalnya hanya duduk berhadapan, sekarang Sooyoung sudah terpojok di ujung sofa dan aku yang menindih tubuhnya. Tanganku mulai nakal untuk membelai lembut kaki jenjangnya yang masih tertutup jeans panjang, lalu menjelajah ke blues yang dipakainya.

Aku benar-benar gila karena yeoja ini.

Saat dirasa oksigen yang menipis ditubuh kami, aku memilih mengakhiri tautan bibir kami lalu berpindah ke leher jenjang Sooyoung yang menguarkan aroma khas miliknya, aroma lavender. Mengecup lehernya dengan posesif sampai terdengar pekikan tertahan dari Sooyoung yang berada dibawahku saat aku menghisap lehernya dan meninggalkan bekas disana.

“Oppa..” lirihnya saat tatapan kami kembali bertemu setalah kulepaskan kecupan dilehernya. Tatapan sayu itu, aku benar-benar akan gila kerena tatapan seorang Choi Sooyoung. Tanpa mendengar kelanjutan dari kata-kata Sooyoung, aku memilih kembali menenggelamkan wajahku ke lehernya dan menghirup dalam aromanya.

“Jangan!” pekik Sooyoung dan menghalau tangan nakalku yang akan membuka kancing bluesnya.

***

Author POV

Sepuluh menitan baik Kyuhyun ataupun Sooyoung hanya saling membisu setelah kegiatan panas mereka.

Deheman Kyuhyun menghentikan kebisuan diantara mereka dan memilih berdiri berjalan ke arah kamarnya, “Sudah larut, aku akan mengantarmu pulang”

Sooyoung hanya memilih diam menunduk, sungguh rasanya malu sekali harus berhadapan dengan Kyuhyun saat ini.

Setelah beberapa menit, Kyuhyun berjalan dari arah kamar dan menenteng jaket ditangan kanannya lalu berjalan kearah Sooyoung dan menyerahkan jaket itu, “Pakailah, udara malam cukup dingin”

“Gomawo” balas Sooyoung masih menundukkan kepalanya dan beranjak berdiri lalu berjalan dibelakang Kyuhyun.

***

Choi Jungnam melamunkan pertemuan tak terduganya tadi siang dengan Cho Insung. Permohonan maaf dari Cho Insung dan merestui hubungan kedua putra putri mereka.

“Bisakah kau biarkan putraku hidup bersama putrimu? Atau aku perlu melakukan hal lain untuk menghapus semua kebencianmu untuk putraku, katakan apa itu, Jungnam-ah? Katakan!”

Kata-kata yang penuh keputusan dari mantan sahabat dekatnya, membuatnya memikirkan masalah yang berakar dari kejadian 21 tahun yang lalu.

“Jungmin-ah, apa kau juga berfikir bahwa ini semua sia-sia?” tanya lirih, tak berapa lama Soohee sang istri muncul diambang pintu ruang kerjanya dengan secangkir teh herbal.

“Apa yang kau fikirkan, yeobo?” tanya Soohee setelah meletakkan cangkir tepat dihadapan Choi Jungnam.

“Aku benar-benar pusing memikirkan ini, Cho Insung menemuiku tadi siang” jawab Jungnam.

“Cho Insung? Apa yang terjadi?” tanya Soohee, memorinya mengingat kembali nama itu. cho Insung, sahabat suaminya yang akan menikahi Choi Jungmin adik iparnya yang menyebabkan putrinya menderita karena dendam ayahnya.

“Dia memohon maaf padaku dan menjelaskan semua hal yang menyebabkan kepergiannya dihari pernikahannya” jelas Jungman kembali menerawang pertemuan tadi siang, “Dan baru kuketaui dia baru saja sadar dari komanya setahun belakangan ini” lanjut Jungman setelah menyesap teh herbal buatan istrinya.

“Haruskan aku memaafkan kesalahannya, yeobo?”

Soohee memilih tersenyum dan mengelus tangan sang suami, “Semua keputusan ada ditanganmu, yeobo. Tetapi yang ingin aku sarankan, jangan lagi melukai hati putri kita. Dia sudah cukup menderita karena keegoisan appanya”

Jungnam menghela nafas panjang, memijit pelan tengkuk belakang kepalanya yang rasanya selalu sakit bila ia memikirkan hal-hal yang membuat stress seperti ini.

“Lebih baik kau istirahat, yeobo. Lihatlah penyakit sakit kepalamu kambuh lagikan gara-gara memikirkan hal ini” kata Soohee lalu memilih meninggalkan sang suami yang memang gila kerja itu. Tak berapa lama Jungnam pun memilih hal sama, kata-kata sang istri memanglah benar berfikir terlalu keras akan menambah penyakit dimasa tuanya sekarang ini.

***

“Apa yang membuatmu ingin menemuiku, Jungnam-ah?” buka Insung saat tamu tak terduganya menemuinya pagi ini dan mengajaknya berbicara empat mata, Choi Jungnam.

“Cho Kyuhyun… Aku ingin kau mengirimnya ke luar negeri, kau setuju?” kata Jungnam setelah beberapa kali menimbang topik yang akan ia bicarakan dengan Insung kali ini.

Cho Insung sungguh kaget, kemarin ia sudah memohon untuk memberi restu pada putranya tapi kenapa Jungnam memintanya untuk mengirim Kyuhyun ke luar negeri.

“Mworago?”

“Aku ingin memisahkan mereka berdua..” jawab Jungnam dengan tenang.

To Be Continue…

Hahahahahaaaa….. sumpah bukan maksud saya bikin ini fanfic makin absurd -___- idenya ngalir begitu saja😄

Yang mau nimpuk saya silahkan… yang mau protes silahkan…. yang mau bully saya silahkan (lagian juga udah sering dibully sama temen-temen)😄

Saya jelaskan lagi part ini menjadi pre-end dari fanfic ini :)  Part endnya udah saya tulis cuman baru setengahnya saja, dan ya… pengennya sih sebelum Lebaran bakalan saya publish part endingnya :3

Jadi tolong ya tinggalin jejak di part ini dan kalau kolom komentarnya mengecewakan, saya akan memprotect part endnya (becanda-becanda)😄 *ketawa setan bareng KyuYoung

A-Yo silahkan… diisi kolom komentarnya😀

Boleh ngasih pujian kalo author cantik😄 juga boleh nanya-nanya ke author kok😄 , authornya kan enggak gigit #udahjinak .__.