forever part 9

Author: starralova ( @tvilluajeng )

Main Cast: Cho Kyuhyun Super Junior & Choi Sooyoung SNSD

Other Cast: Lee Donghae, Jessica Jung, Choi Siwon, Tiffany Hwang & member Super Junior-SNSD

Rating: PG-15

Genre: Romance, Sad, Family and a little comedy

*****

annyeong!!!!! akhirnya akhirnya akhirnya… aku bisa ngepost part ini😀 jujur aja soalnya beberapa minggu ini wordpress aku gak bisa dibuka, padahal ini tulisan udah selesai dari akhir Januari, tapi baru aku publish sekarang. mianhae ya😦 #bow

kalau masih banyak typo yang bertebaran juga bukan salah ku loh, salahkan tanganku yang pas nulis suka salah mulu😄

sedikit curcol, entah kenapa aku kok ngerasa ff yang aku buat ini makin galau aja ya -__- tapi suer deh, aku gak maksud kayak gitu, sekalinya ide nulis yang keluar itu malah ide cerita galau -___- maafkan author yang ababil ini T.T

belum telat kan kalo aku ngucapin happy birthday buat pasangan evil ini?😀

HAPPY BIRTHDAY EVIL COUPLE!!!!!😄

gak sabar nunggu kalian ngomong ke publik kalau kailan itu pacaran😄 ,ekekekeee…. #plak #ngarep

Happy Reading!!!

Please RCL!!!

love you readers :”

*** *** ***

‘Rasa sakit yang aku terima karena mencintaimu tak seberapa dibanding dengan rasa cintaku untukmu. Seratus kali pun aku tersakiti, akan lebih menyakitkan bila melihat air matamu jatuh karenaku’

Author POV

Sooyoung sudah berdiri didepan sebuah apartement dengan Kyuhyun yang dibopong supir taksi yang tadi membawa mereka dari club. Donghae sempat mengirimi pesan pada Sooyoung untuk membawa Kyuhyun di apartementnya.

“Gamshamnida, ajjhussi. Mianhamnida merepotkan anda” kata Sooyoung saat supir itu merebahkan tubuh Kyuhyun di ranjang di dalam apartement.

“Ah, tidak apa-apa. Lain kali perhatikan suamimu, jangan biarkan dia mabuk-mabukan lagi, ne? Dia ini masih muda, jangan biarkan dia merusak tubuhnya dengan mabuk-mabukkan. Ah, sudahlah. Aku pamit saja” jawab supir taksi dengan sedikit wewejangan, Sooyoung belum sempat menyela kalau mereka bukan pasangan suami-istri tapi supir itu sudah keluar dari apartement dan meninggalkan Sooyoung yang mematung ditempat.

“Ah, Choi Sooyoung sepertinya kali ini kau benar-benar sudah kehilangan akal sehat” guman Sooyoung begitu sadar hal yang dilakukannya sekarang, berada dalam satu ruangan dengan seorang namja yang mabuk, sangat berbahaya.

“Aish, Siwon oppa. Aku harus menghubunginya!” baru sadar melupakan sesuatu yang penting, kini tangan kanannya sibuk menekan screen ponselnya untuk mengabari kakaknya.

Drr.. drrr.. drrr…

“Aish, kenapa oppa menelfon segala sih, aish! Ehm, Yeoboseo oppa?”

“…”

“Ah, iya tadi Sica memintaku menginap dirumahnya, oppa. Dia sedang sendirian dirumah, oppa tau sendirikan aku paling tidak bisa melihat sahabatku yang mengeluh minta tolong jadinya sekarang aku menginap dirumahnya, oppa”

“…”

“Anniya, buat apa aku berbohong?”

“…”

“Arraseo, oppa. Annyeong!”

Klik!

“Mianhae oppa aku harus berbohong kali ini” guman Sooyoung menatap layar ponsel, jujur ada rasa bersalah saat dia harus membohongi oppanya itu.

Kembali terfokus pada namja yang terbaring di ranjang, Sooyoung menghela nafas panjang karena jujur sekarang dia bingung apa yang harus ia lakukan.

“Youngie… youngie… youngie..” rancau Kyuhyun membuat Sooyoung tersadar dari lamunannya. Berjalan mendekat kearah Kyuhyun dan menggenggam tangan Kyuhyun. Respon dari namja itu pun sangat ajaib, suara rancauannya berhenti. Tangan kiri Sooyoung yang menggenggamnya balik ia genggam dengan erat seperti tak ingin melepasnya.

“Aku disini, Kyuhyun oppa. Aku disini” jawab Sooyoung dengan tangan kanannya yang mengelus rambut Kyuhyun.

***

Sinar mentari pagi menembus celah pintu kaca balkon kamar apartement yang hanya tertutup kain gorden berwarna putih, seorang namja masih tertidur nyenyak diranjang dan seorang yeoja yang tidur terduduk di tepi ranjang dengan menelungkupkan kepalanya ditepi ranjang itu, tangan mereka saling bertaut erat seakan tak ingin terpisah.

Si yeoja terbangun terlebih dulu, sedikit kaget dengan keadaannya saat ini namun beberapa detik teringat kejadian kemarin malam. Senyum tulus mengembang diwajahnya melihat wajah malaikat seorang namja yang masih tertidur diranjang itu, melihat tangannya yang masih digenggam erat si namja membuat yeoja ini sedikit bersemu.

Dielusnya rambut si namja dengan pelan seakan tak ingin membangunkan namja itu dari tidur nyenyaknya, tatapannya berubah pilu dan sendu tak ada senyum lagi diwajah yeoja ini. Menginggat kembali bila nanti namja itu terbangun, pastinya sikap dingin dan kebencian akan ia berikan pada si yeoja.

Dengan sangat hati-hati si yeoja melepaskan tangannya yang digenggam si namja, setelahnya dia segera berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajah lusuhnya yang baru saja bangun tidur. Masih tak tega meninggalkan namja itu sendirian, si yeoja berjalan ke arah dapur berharap bisa memasakkan sesuatu untuk si namja.

***

Suara sedikit berisik di dapur membuat si namja terbangun. Dibukanya kedua matanya dengan pelan, seketika sakit luar biasa ia rasakan dikepalanya.

“Aish, kenapa kepalaku sakit sekali? Aish, apa kemarin aku mabuk berat? Donghae, kemana dia?” gumannya masih dengan menahan sakit luar biasa dikepalanya.

“Siapa yang ada didapur? Aish,” lanjutnya lalu mencoba berjalan keluar kamar.
Mata Kyuhyun memincing pada sosok yang membelakanginya. Seorang yeoja yang asik pada dunianya di dapur sampai tidak menyadari ada seseorang yang mengamatinya dari jauh.

Kyuhyun mencoba mendekati pantry untuk memastikan siapa sosok yeoja yang ada diapartementnya dan Donghae pagi ini.

Merasa ada yang berjalan mendekat kearahnya, reflek Sooyoung berbalik arah dan melihat Kyuhyun yang sedikit tertatih berjalan mendekat kearahnya dengan tangan kanan masih memegangi kepalanya.

Keduanya terkejut, terlebih Kyuhyun. Dihadapannya sekarang hanya terhalang meja makan, Choi Sooyoung berdiri dengan spatula ditangan kanannya dan tak lupa clemek yang terpasang ditubuhnya. Sungguh seperti mimpi bagi Kyuhyun.

“Annyeong, Kyuhyun-ssi” sapa Sooyoung dengan wajah ceria. Rasanya Kyuhyun janggal sekali dengan panggilan itu, Kyuhyun-ssi.

“Apa yang kau lakukan disini?” jawab Kyuhyun dengan sinis sambil menatap intens kedua mata Sooyoung.

Sooyoung merasa seperti dikuliti hidup-hidup saat ini, mata tajam Kyuhyun seperti membunuhnya dan tak membiarkan sepatah katapun keluar dari mulutnya.

“Aku.. aku.. itu.. kemarin Donghae-ssi memintaku untuk membawamu yang mabuk di club, jadi seka-” jawab Sooyoung setelah beberapa saat terdiam mencoba untuk merangkai kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Tatapan Kyuhyun tetap saja sinis dan tidak bersahabat.

“Dan kau belum pulang sampai saat ini?”

“Eh, um… itu.. itu.. karena ak-”

“Kau bisa pulang sekarang. Mianhae merepotkanmu kemarin, Sooyoung-ssi” potong Kyuhyun segera dengan penekanan di kalimat terakhirnya.

Sedikit terkejut, Sooyoung hanya tersenyum perih dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Segera meletakkan spatula yang ia pegang, mematikan kompor yang masih menyala dan melepas clemek yang melekat ditubuhnya. Sesaat matanya memandang kearah Kyuhyun yang masih menatap tajam kearahnya kemudian berjalan melewati Kyuhyun menyambar tas slempang yang tergeletak di sofa,

“Annyeong, oppa” tutupnya tanpa memandang Kyuhyun saat telah melangkah di pintu apartement.

Blam! Pintu apartement tertutup.

Kyuhyun masih diam tak bergerak, kata terakhir dari seorang Choi Sooyoung cukup membuat hatinya berdesir. Panggilan yang sudah lama ia rindukan, panggilan yang dulu selalu ia dengar setiap harinya. Oppa.

Menatap meja makan yang telah tersaji makanan untuk sarapan pagi dua orang itu membuat Kyuhyun menyesal karena perbuatannya tadi. Hanya sarapan simpel, dua cangkir kopi dengan asap yang masih mengepul, dua potong roti bakar dan telur mata sapi yang masih berada diteflon diatas kompor. Kakinya siap berbalik arah untuk mengejar Sooyoung, tapi ego dan gengsi yang ia miliki menghentikan semua niatnya itu.

“Aggrrrrhh!” rintih Kyuhyun sambil mengacak rambutnya, tubuhnya terasa limbung dan dengan tiba-tiba terduduk di lantai dapur.

“Mianhae, Youngie..” lirihnya dengan setetes air mata yang sudah mengalir dipipinya.

***

Sooyoung berlari keluar dari apartement dengan menahan air mata yang siap keluar dari matanya. Sungguh semua tindakan Kyuhyun pagi ini sangat menyakitkan hatinya.

Apa salahku, oppa? batin Sooyoung.

Dengan cepat menghentikan taksi dan masuk ke dalamnya, membiarkan isak tangis yang sejak tadi ia tahan tumpah. Persetan dengan tanggapan supir taksi yang memandanginya bingung. Sooyoung hanya ingin melepas semua beban yang mengganjal di hatinya dan menangis adalah hal satu-satunya yang bisa ia lakukan sekarang.

***

Sooyoung berjalan gontai memasuki gerbang rumahnya, Siwon yang sudah duduk manis di bangku taman dengan secangkir kopi dan koran yang dibacanya.

Manyadari ada seseorang yang mendekat, mata tajam Siwon beralih dari korannya dan menatap Sooyoung yang ternyata sudah berjalan melewatinya.

Alis Siwon bertaut, tidak biasanya dongsaengnya berwajah mendung seperti itu dipagi hari seperti ini.

Apa yang terjadi pagi ini dengannya? batin Siwon.

“Youngie…” panggil Siwon pada dongsaeng tersayangnya itu namun tak ada tanggapan dari adiknya itu, “ada yang tidak beres, tapi apa lagi?” guman Siwon lalu kembali mengalihkan pandangannya pada koran bisnis yang sekarang masih ada digenggamannya.

“Ada apa dengan dongsaengmu pagi ini, Siwonie?” tanya sang eomma duduk di samping Siwon, yang juga menyadari diamnya Sooyoung pagi hari ini.

“Aku juga tidak tau, eomma. Kemarin dia meminta ijin padaku untuk menginap dirumah sahabatnya Jessica, dan pagi ini setelah pulang dari sana dia sudah seperti itu” jawab Siwon sambil melipat koran yang ia baca, mungkin sudah tidak minat lagi membaca artikel bisnis yang tersuguh di koran tersebut.

***

Seoul, 8 Februari 2008

Sore hari seperti biasanya Kyuhyun sudah menunggu Sooyoung di belakang gedung sekolah. Sudah hampir satu jam menunggu dan tidak ada tanda-tanda kehadiran yeoja itu, membuat Kyuhyun khawatir sekarang.

Memang setelah hubungan mereka diketahui oleh ayah Sooyoung, mereka sangat sulit untuk bertemu. dan baru Kyuhyun ketahui kemarin ternyata appanya pun tidak menyetujui hubungannya dengan yeoja bermarga Choi itu.

Karena alasan itu, Kyuhyun ingin bertemu Sooyoung hari ini. Menyelesaikan semua yang menurut Kyuhyun hanya kesalahpahaman yang pasti akan selesai bila mereka bertemu.

“Ayolah, Youngie.. kau dimana sih?” guman Kyuhyun dengan nada tidak sabarnya.

Hari sudah semakin gelap dan yeoja yang dari tadi ia tunggu tak datang-datang, sedikit membuat Kyuhyun kecewa. Masih berharap yeoja itu akan datang, Kyuhyun tetap bertahan duduk di bawah pohon di belakang gedung sekolahnya.

Tiga jam sudah terlewati dan Sooyoung belum muncul juga. Kyuhyun benar-benar kecewa saat ini, wajahnya sudah mengeras menahan amarah dalam sekali hentakan dia berdiri lalu berjalan meninggalkan tempat itu.

Aku sangat kecewa padamu, Youngie.. batin Kyuhyun.

***

Waktu sekarang…

Donghae berjalan santai melewati gedung fakultasnya pagi ini, belum menyadari bencana yang siap menghadangnya saat ini.

“Tuan ikan!!!” bingo!

Teriak yeoja berambut pirang dengan suara cempreng ciri khasnya menghentikan langkah Donghae. Dia menghembuskan nafas sejenak, mengontrol detak jantung lebih tepatnya. Namja dengan gelar playboy ini memang tidak pernah bisa mengontrol kegugupan dan detak jantungnya bila berhadapan dengan yeoja berambut pirang ini, Jessica Jung.

“Waeyo, nona es?” jawab Donghae dan berbalik setelah berhasil mengontrol dirinya. Si yeoja hanya tersenyum manis lalu berjalan mendekat.

“Kau benar-benar kembali kerumah? Tidak tinggal di apartement lagi?” Donghae mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan seorang Jessica Jung.

“Ya! Kenapa menatapku seperti itu, tuan ikan?” teriak Jessica saat Donghae tak kunjung menjawab pertanyaannya.

“Kau tidak sedang sakit kan? Atau kau demam? Ah, atau kepalamu habis terbentur, nona es?” Donghae balik bertanya dengan nada khawatir, tangan kanannya sudah terulur menyentuh kening Jessica untuk memastikan keadaan yeoja didepannya itu.

Seketika raut wajah Jessica berubah, semburat merah muncul di permukaan wajah putihnya. Jarak wajah Donghae yang semakin mendekat ke wajahnya menjadi penyebabnya, ditambah kulit tangan Donghae yang telah menyentuh keningnya.

“Ya!!” teriak Jessica segera menjauhkan wajahnya dan menepis tangan Donghae yang berada di keningnya. Tak berani menatap manik mata Donghae, Jessica hanya menunduk menatap ujung heels yang sekarang dipakainya. Jessica hanya berharap Donghae tidak menyadari kegugupannya kali ini dan segera meninggalkannya.

“Ah, kau aneh sekali hari ini, nona es. Aku pergi dulu ya.. mata kuliahku sebentar lagi akan dimulai. Annyeong!” pamit Donghae meninggalkan Jessica yang masih menunduk, setelah sebelumnya mengacak pelan rambut yeoja itu dan tersenyum dengan manis.

Setelah kepergian Donghae, Jessica menyentuh dadanya dimana jantungnya yang kini berdetak begitu cepat tak normal dan perasaan yang tiba-tiba menggelitik perutnya saat tangan Donghae menyentuh keningnya serta mengacak rambutnya tadi, benar-benar aneh.

“Eottoke?” guman Jessica. Seperti dua minggu yang lalu, perasaan itu kembali muncul. Jessica masih belum bisa memastikannya, atau lebih tepatnya belum siap menyebut perasaan yang ia rasakan saat ini.

***

Kyuhyun POV

Aku memilih berdiam diri seharian di apartement ini. Persetan dengan kuliahku hari ini, aku hanya ingin menenangkan diri kali ini.

Entah untuk yang kesekian kalinya aku menghela nafas panjang dan mengusap gusar wajahku. Rasanya benar-benar membingungkan, disatu sisi aku merasa senang Sooyoung masih memperhatikanku tapi disisi lain aku merasa takut untuk mengakui rasa senangku ini. aku takut itu hanya sementara dan rasa sakitlah yang akan aku terima jauh lebih lama.

Sampai siang ini aku hanya duduk saja di sofa apartement tak berniat untuk berganti pakaian yang aku pakai kemarin malam apalagi untuk mandi.

“Hey, kenapa tidak datang ke kampus pagi ini?” suara Donghae membuatku menoleh kearah pintu. Bahkan tadi aku tak mendengar suara pintu dan langkah kakinya.

“Malas” jawabku dengan singkat. Donghae hanya mengangkat bahu tanda tak peduli lalu berjalan ke dapur, tak lama kembali lagi dengan roti bakar di tangan kanannya ia duduk di sofa sampingku.

“Kau tau, tadi pagi dia menyapaku, eoh? Dia terlihat khawatir padaku, aku senang sekali, hehehe..” kata Donghae dengan riang, terlihat jelas pasti seorang Jessica Jung yang baru saja ia bicarakan itu.

Dengan cepat aku merebut roti bakar yang siap dimakan Donghae,
“Ya!” teriaknya melihatku merebut roti bakarnya.

“Ini kau ambil di meja makan kan? Ini milikku tau!” jawabku dengan sinis lalu berlalu ke kamar. Enak saja dia memakan roti buatan Youngie untukku, tidak akan kubiarkan.

***

Author POV

“Soo-ah! Ah, akhirnya aku melihatmu. Kajja ikut aku! Aku ingin bercerita banyak denganmu” cerocos Jessica saat ikut duduk disebelah Sooyoung yang sedang sendiri di taman gedung fakultas mereka.

Sooyoung tetap berdiam ditempatnya, fokusnya sekarang bukan Jessica tapi pikirannya melayang pada sosok namja yang membutanya menangis pagi ini. jessica menatap aneh melihat sahabatnya yang sama sekali tidak memberinya respon.

“Hello? Soo-ah? Hello?!” tangan Jessica sudah terulur didepan wajah Sooyoung dan bergerak ke kanan ke kiri.

“Eh, eoh.. Sica-ah? Sejak kapan kau disini?” tanya Sooyoung dengan wajah bingung. Jessica mengangkat alis setinggi-tingginya. Jadi daritadi dia tidak mendengarkan ucapanku? batin Jessica.

***

Jessica dan Sooyoung kini duduk di cafe tak jauh dari kampus mereka, masih dengan tatapan menyelidik Jessica yang terus mengawasi gerak-gerik Sooyoung.

“Soo-ah, sebenarnya apa yang terjadi padamu hari ini? Kau melamun tadi saat aku bicara denganmu, ada apa?” kata Jessica memulai percakapan saat sejak tadi mereka berdua hanya diam.

“Anniya, Sica-ah. Aku tidak apa-apa kok, cuman tadi ada sedikit hal yang harus aku pikirkan sampai tidak sadar kau sudah ada disampingku. Ah iya, kau ingin bercerita apa denganku?” jawab Sooyoung sedikit ragu dengan jawabannya sendiri lalu mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.

Jessica merengut mendapat jawaban dari sahabatnya itu, tidak puas tentunya. Tapi senyumnya segera muncul saat ia kembali ingat apa tujuannya mengajak Sooyoung ke cafe ini.

“Hm.. Soo-ah, apa kau pernah merasakan wajahmu yang tiba-tiba bersemu karena seorang namja? Dan rasanya diperut seperti ada yang menggelitik, rasanya sangat geli tapi menyenangkan. Kau pernah merasakannya?” tanya Jessica sambil mendekatkan wajahnya ke Sooyoung.

Sooyoung tersenyum simpul, “Aku baru saja merasakannya kemarin malam,”
Ekspresi kaget tergambar jelas di wajah Jessica, “Jeongmal? Wah… Siapa namja itu?”

Sooyoung kembali tersenyum. Tidak menjawab pertanyaan dari Jessica, kini Sooyoung malah asik meminum ice cappucinno pesanannya dan memandang jalanan yang berada diluar cafe di jendela sebelah kanannya.

“Hey, aku bertanya padamu Choi Sooyoung!” sungut Jessica yang tidak mendapat tanggapan dari Sooyoung.

“Siapa namja yang membuatmu seperti itu, Sica-ah? Apakah Lee Donghae?” kini ganti Sooyoung yang balik bertanya. Satu nama yang diucapkan Sooyoung, sukses membuat gadis berambut blonde itu diam membeku dan seketika wajahnya bersemu merah.

Sooyung tergelak melihat ekspresi sahabatnya. Jessica hanya menunduk dan mengaduk-aduk milkshake pesanannya.

“Aku bisa melihat itu, Sica-ah. Meski kau tak menjawab pertanyaanku dari sikapmu aku bisa tau. kau tertangkap basah, Jessica Jung”

“Cih, sok tau sekali. Kata siapa namja itu Lee Donghae? Bahkan aku tidak ingat punya kenalan namja bernama Lee Donghae. Harus kau ingat itu, Soo-ah!” jawaban Jessica itu justru membuat Sooyoung tertawa.

“Semakin kau membantahnya wajahmu itu semakin bersemu, Sica-ah” kata Sooyoung yang semakin menyudutkan Jessica.

“Ya! Itu tidak mungkin! Aish, hari ini kau menyebalkan sekali sih. Aku ke toilet dulu” jawab Jessica mencoba menghilangkan rasa salah tingkahnya.

Hal inilah yang ditakutkan Jessica, perasaannya yang mulai muncul ini tak bisa ia tutupi. Lee Donghae, kalau bisa dibilang dia adalah namja satu-satunya yang dekat dengan Jessica bahkan sejak kecil.

***

Kyuhyun POV

Ikan ini memang sangat menyebalkan. Dari tadi dia hanya mengocehkan sebuah nama, mengganggu tidurku saja.

“Hey, evil kau mendengarkanku kan? Hey, aku juga tidak mengerti apa yang terjadi padaku sebenarnya? Tapi jujur saja memang sejak dulu aku menyukainya, kau tau dia itu ber-”

“Kau butuh saran dariku bukan?” potongku dengan cepat, masih berbaring diranjang dan Donghae yang duduk di pinggir ranjang. Aku melihatnya mengangguk patuh, seperti anak anjing yang diberi makan.

“Ambil kunci mobilmu sekarang, pergi ke tempat parkir dan cepat datangi rumah Jessica Jung. Itu saran dariku. Cepat! Sebelum Jessica Jung yang kau bicarakan itu memilih namja lain” kataku panjang lebar lalu segera berbalik memunggunginya. Tak kupikirkan seperti apa ekspresi Lee Donghae saat ini.

Tak berapa lama, aku mendengarnya mengumpat dan berjalan keluar dari kamar. Entah akan melakukan saranku yang gila tadi atau pergi ketempat lain, aku tidak peduli.

***

Sooyoung POV

“Ya! Kau melamun lagi Choi Sooyoung! Ada apa denganmu hari ini? benar-benar aneh” kata Jessica saat kembali dari toilet sebelum duduk lagi di hadapanku.

“Anniya. Bukannya siang ini masih ada mata kuliah Prof. Park, kajja kita kembali!” jawabku mencoba mengalihkan topik yang akan Jessica tanyakan padaku karena jujur aku belum siap membaginya dengan orang lain bahkan Siwon oppa pun tidak tau tentang perasaanku ini.

“Ah iya, Jinjja! Bisa gawat kalau kita terlambat masuk di kelasnya. Kajja!” kulihat Jessica yang lebih terlihat panik. Dengan terburu-buru dia berjalan ke pintu cafe dan lihatlah bahkan ponselnya lupa ia bawa.

“Hey, ponselmu tertinggal, nona Jung!” kataku berjalan mengikutinya dan membawa ponsel Jessica yang ketinggalan.

Kulihat layarnya yang berkedip-kedip tanda ada panggilan masuk,

Tuan Ikan calling!

“Sica-ah, ada telfon masuk!”

Alis Jessica terangkat, “Lalu? Kau angkatlah! itu kan ponselmu” kata Jessica, dia belum menyadari kalau ponselnya lah yang aku maksud. Aku tersenyum jahil sambil menatapnya.

“Bolehkah? Ini dari Tuan Ikan loh, kau tidak berniat mengangkatnya sendiri? Baiklah,” jawabku tenang tapi belum sempat aku menekan tombol hijau tanda menerima panggilan, Jessica sudah lebih dulu merebut ponselnya dariku.

“Dasar tidak sopan!” kata Jessica lalu berjalan mendahuluiku. Aku hanya tertawa melihatnya, sempat kulihat wajahnya bersemu tadi.

Kau ketahuan, Jessica Jung!

***

Author POV

“Tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda dari Hwang Corp” kata seorang yeoja disambungan telfon. Siwon tersenyum,

“Antarkan dia keruanganku, Sekretaris Han”

“Ne, tuan”

Senyum Siwon semakin lebar, entah darimana dia yakin kalau Tiffany Hwang lah tamunya itu.

Hanya beberapa menit, pintu ruangannya terbuka. Sekretaris Han membungkuk hormat kearahnya lalu meninggalkannya dengan seorang yeoja yang masih berdiri di ambang pintu ruangannya.

“Apa kau mau tetap berdiri disana, nona Hwang?” kata Siwon masih dengan laporan yang ada dimejanya.

Tiffany hanya memutar bola matanya, sedikit sebal dengan kelakuan Siwon tapi berjalan masuk keruangan Siwon dan duduk di salah satu sofa yang ada diruangan ini.

Siwon masih berkutat dengan berkasnya di meja dengan sesekali tersenyum saat menatap Tiffany. Tiga puluh menit berlalu dan masih tidak ada tanda-tanda Siwon akan mengakhiri pekerjaannya,

“Sepertinya kau sangat sibuk, tuan Choi” kata Tiffany berdiri dari duduknya, “mungkin lain kali aku-”

“Lima belas menit lagi jam makan siang, jadi mungkin kau masih mau bersabar menungguku, nona Hwang?” potong Siwon masih tetap fokus pada berkas dimejanya.

Tiffany mendengus sebal. Menunggu sudah lebih dari setengah jam dan dengan entengnya dia menyuruh Tiffany menunggu lagi. Tidak lagi, batinnya.

“Ck, ternyata kau bukanlah orang yang sabaran ya” kata Siwon saat Tiffany tetap berjalan melangkah ke pintu ruangan.

Tiffany tidak menggubris kata-kata Siwon dan tetap berjalan. Dengan cepat Siwon menyambar jas yang tersampir di kursi kerjanya dan berlari mengejar Tiffany.

***

“Yeoja ini benar-benar..” guman Siwon saat melihat Tiffany yang menunggu lift.
Siwon berdiri di belakang Tiffany masih dengan senyum manisnya, Tiffany yang ada didepannya tak menyadari hal itu.

Pintu lift terbuka, tidak ada seorang pun didalam lift. Tiffany berjalan memasuki diikuti Siwon dibelakangnya.

“Neo?” kata Tiffany saat sadar Siwon yang berdiri dibelakangnya.

Siwon hanya tersenyum, “Wae? Pekerjaanku sudah selesai jadi sekarang aku akan berbicara dengan tamuku” jawab Siwon tanpa dosa. Tiffany hanya mendengus, dia sangat sebal kali ini.

“Hey, kau kan sudah menungguku lama jadi aku sungguh merasa tidak enak kalau membiarkanmu pergi begitu saja” kata Siwon saat Tiffany tetap cemberut.

“Kajja, kita makan siang bersama” lanjutnya sambil menggennggam tangan kanan Tiffany dengan cuek. Tak menyadari gadis disampingnya yang tercekat sesaat.

***

Kyuhyun POV

Hari ini aku masih tetap berada di apartement, tidak berniat untuk kembali kerumah. Kemarin Donghae tidak pulang dan aku yakin dia pasti berada dirumahnya. Baguslah, jadi aku bisa menyendiri di apartement ini tanpa diganggu ikan itu.

“Evil!” aku mendengar suara orang yang batu saja aku pikirkan, Lee Donghae. Aku tetap fokus pada ramyun yang kubuat di dapur.

“Ya! Kau itu, kenapa tidak menjawabku? Aku kira kau pulang ke rumahmu, ternyata masih disini. Menyendiri disini, eoh? Menghindari seseorang?” kata Donghae saat menemukanku di dapur berkutat dengan sebungkus ramyun.

“Ck, sudah jangan cerewet. Kau kesini tidak berniat untuk menceramahiku kan?” jawabku cuek.

Donghae mengambil beberapa bungkus ramyun yang tergeletak di pantry, “Kau makan ini dari kemarin?”

Aku tetap cuek tak berniat menjawab pertanyaannya. Karena sebal melihatku yang dari tadi mengacuhkannya, kulihat kini Donghae berjalan menjauh dari dapur,

“Cih, aku tidak akan bertanya lagi padamu. Aku kesini untuk mengambil pakaianku. Eommaku kali ini tidak main-main, aish..” aku tersenyum tipis menanggapi gumanannya itu.

***

“Oh ya, jangan seperti ini terus. Makanlah makanan yang sehat, apa perlu aku panggilkan Sooyoung lagi untukmu? Cih, kekanak-kanakan!” kata Donghae sesaat setelah keluar dari kamarnya dan berjalan melewatiku yang membeku karena kata-katanya tadi.

Memanggil Sooyoung lagi? Lagi?

Blam! Terdengar suara pintu tertutup.

Sial, aku baru ingat sekarang. Jangan-jangan kemarin Sooyoung ada diapartement, itu semua ulah Donghae?  Lee Donghae, awas kau!

“Aish, sial kau Lee Donghae!” umpatku sekenanya saat kulihat pintu apartement yang tertutup tanda Donghae sudah pergi. Selera makanku tiba-tiba menghilang begitu saja.

***

Author POV

Sore hari nyatanya tak membuat berakhirnya aktifitas yang berlangsung di kampus, masih banyak mahasiswa yang hilir mudik berjalan keluar masuk dari kelas ke kelas. Tak terkecuali dua yeoja yang sedang asik mengobrol disalah satu bangku di taman gedung fakultasnya, hingga seorang namja yang berjalan menghampiri mereka berdua.

“Annyeong..” sapa namja itu dengan suara lembutnya. Dua orang yeoja didepannya menunjukkan dua ekspresi yang saling bertolak belakang, yeoja yang berambut pirang memilih untuk diam dan menatap datar si namja sedang yeoja satunya tersenyum ramah dan membalas sapaan si namja.

“Annyeong, Donghae-ssi”

“Sooyoung-ssi, mianhae aku ada urusan dengan yeoja disampingmu jadi-” belum selesai Donghae berkata, Sooyoung sudah terlebih dulu memotong sambil tetap tersenyum kearahnya.

“Gaure, aku sudah selesai dengannya kok. Ah ya, sekalian antarkan dia pulang ya, Donghae-ssi. Rencananya sih, aku yang akan mengantarkannya tapi aku juga ada urusan mendadak.. jadi kau bisa mengantarkannya kan?” kata Sooyoung dengan cuek tak menyadari tatapan Jessica yang menatapnya dengan tajam.

Donghae tersenyum mendapat jawaban dari Sooyoung, “Gomawo, Sooyoung-ssi. Dan kalau kau ada waktu, kau bisa mengunjungi apartementku. Kyuhyun, kurasa dia sekarang ini benar-benar gila karenamu, Sooyoung-ssi”

Kata-kata Donghae mau tak mau kembali mengingatkan Sooyoung pada kejadian dua hari yang lalu. Raut wajah yang awalnya ceria kini berubah mendung dan sendu.

“Gwaenchana?” tanya Jessica sambil menepuk bahu kiri Sooyoung saat menyadari wajah mendung sahabatnya itu. Sooyoung hanya tersenyum menjawab pertanyaan Jessica.

“Kajja, nona es! Eommaku benar-benar marah nanti kalau aku tidak segera membawamu” kata Donghae yang sudah beberapa kali melirik kearah jam tangannya.

“Kalian pergilah. Aku akan pergi sebentar lagi kok” kata Sooyoung saat melihat tatapan khawatir berlebihan dari Jessica tak lupa senyum cerianya.

Jessica menghembuskan nafas lega lalu berdiri dari duduknya, “Kau harus segera pulang ya? Annyeong Sooyoung-ah”

Tak lama mereka beranjak meninggalkan Sooyoung dari taman yang sudah sepi tertepa cahaya indah senja yang sebentar lagi tertutup gelapnya langit.

***

Sooyoung POV

Aku sudah berdiri sejak lima belas menitan di depan pintu apartement ini. Kata-kata Donghae tadi cukup menyiksa fikiranku saat ini. Setelah bergelut dengan hatiku, kuberanikan menekan bel di pintu.

Tak lama kudengar suara langkah kaki dari dalam yang mendekat kearah pintu, lalu kulihat pintu yang terdorong kebelakang tanda seseorang yang membukanya.

Yang pertama kulihat adalah wajah pucatnya dan mata lelahnya. Sosok Kyuhyun yang benar-benar berbeda dan baru kulihat kali ini.

“Waeyo?” tanyanya dengan lemah.

***

Author POV

Kyuhyun masih bertahan di pintu dengan sebelah tangannya yang menyangga di daun pintu, pandangannya yang kabur dan tubuhnya sedikit limbung.

“Kyuhyun oppa..” kata Sooyoung dengan lirih, walaupun pandangannya yang kabur Kyuhyun masih dengan jelas mendengar panggilan itu.

Senyum lega yang hanya terlihat semu terukir diwajah pucatnya yang nyatanya tidak dapat dilihat Sooyoung.

“Oppa..” kembali panggilan yang selalu dirindukan Kyuhyun terucap di mulut Sooyoung. Dan tiba-tiba pandanganya yang semakin gelap dan tubuhnya yang semakin berat, hingga tubuhnya terdorong ke depan dan memeluk tubuh kurus Sooyoung.

Pelukan tak terduga yang didapatkan Sooyoung dari Kyuhyun. Pelukan yang nyatanya selalu dirindukan Sooyoung. Walau kali ini Kyuhyun memeluknya dalam keadaan yang tak sadar, tapi entah kenapa hatinya kembali mendesir bahagia atas pelukan ini.

“Oppa, bogoshippo..”

To Be Continue…