Author: starralova
Main Cast: Cho Kyuhyun Super Junior & Choi Sooyoung SNSD
Other Cast: Lee Donghae, Jessica Jung, Choi Siwon, Tiffany Hwang & member Super Junior-SNSD
Rating: PG-15
Genre: Romance, Sad, Family and a little comedy

***

annyeong….!!!

masih adakah yang nunggu ff ini??

mianhae, baru bisa ngepost sekarang soalnya masih sibuk banget ini beradaptasi sama dunia perkuliahan dengan seabreg tugas-tugas dan deadline yang mepet TT.TT

semoga banyak yang suka sama part ini, buat yang nebak-nebak siapa namja yang baru tiba di bandara, tara…. aku jawab di part ini😀

dan seperti yang aku bilang dipart sebelumnya bakal ada 2 cast baru, yang bakal aku jadiin couple kayak HaeSica😄 ,ekekee… soalnya dua cast ini juga couple favorit aku setelah KyuYoung😄 ,hehehe…

gak pernah capek buat ngingetin readers buat RCL😀 sekalian follow my twitter ya @tvilluajeng trus mention aja buat follback🙂

check this out!!!

HAPPY READING!!!

***

‘Aku mencintaimu. Hanya saja, apa mungkin kita bisa bersatu?’

Author POV

Donghae berjalan dengan santai dengan kedua tangan yang masih asik mengotak-atik handphonenya. Tak menyadari didepannya ada seorang gadis yang menatap tajam kearahnya.

“Lee Donghae-ssi, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Sekarang!” suara gadis itu yang kemudian membuat konsentrasi Donghae pada handphonenya terpech. Donghae menengok sumber suara dan menemukan yeoja berambut pirang yang saat ini menatapnya dengan tajam. Donghae mengernyitkan dahinya,

“Ne? Nona es ingin bicara denganku? Lee Donghae?” jawab Donghae dengan ekspresi terkejut yang dibuat-buat saat menunjuk dirinya sendiri. Jessica hanya mencibir sebal.

“Bukan saatnya untuk bercanda. Ini sangat serius!” Jessica kini berjalan maju kearah Donghae.

“Ne? Seserius apa, hm?”

“Ck, kau tidak bisa ya sekali saja bersikap dewasa dan tidak kekanak-kanakan seperti saat ini?” emosi Jessica sudah mulai tidak terkontrol, nada suaranya sudah naik satu oktaf. Donghae masih saja nyengir lalu dengan cepat menarik tangan Jessica dan membawanya pergi dari tempat itu. Saat tau kini mereka sudah mulai menjadi tontonan gratis.

***

“Sekarang apa yang ingin kau bicarakan denganku?” buka Donghae saat keduanya kini duduk di dalam cafe tidak jauh dari kampus. Jessica masih menyeruput ice cappucinnonya saat Donghae mengatakan itu, membuatnya kini sedikit menyemburkan ice cappucinno yang dengan tidak sengaja terkena muka Donghae yang memang duduk didepannya.

“Ah, mianhae. Aku benar-benar tidak sengaja, Hae-ah” kata Jessica dengan segera membersihkan muka Donghae dengan sapu tangan yang diambil dari tasnya.

Mereka saling terdiam saat secara kebetulan tatapan mata keduanya bertemu. Tangan Jessica masih berada di pipi Donghae yang basah akibat semburan mendadak itu. Lama saling menatap, kini tangan kanan Donghae menyentuh tangan Jessica yang masih bertahan di pipinya.

“Mianhae, mengganggu. Ini pesanan cakenya” suara pelayan membuyarkan lamunan masing-masing dan dengan segera Jessica menarik tangannya dari wajah Donghae. Tapi nyatanya Donghae malah menahannya dan tetap menggenggam tangan Jessica.

“Gomawo” kata Donghae tanpa mengalihkan tatapannya pada Jessica. Jessica masih terpaku dengan perilaku Donghae saat ini. Sesaat kemudian si pelayan hanya tersenyum maklum lalu berjalan menjauh dari meja keduanya.

“Hae-ah, tanganku sakit” kata Jessica dengan lirih mencoba melepaskan tangannya dari Donghae.

“Anniya. Kau harus bertanggung jawab karena telah mengotori wajahku” jawab Donghae masih menatap kedua manik mata Jessica. “kau harus bertanggung jawab, nona es” lanjut Donghae dengan diselingi smirk menawannya.
Jessica diam tak berkutik, dan sesaat kemudian menundukkan kepalanya.

Entah kenapa saat bertatapan tadi oksigen di paru-parunya tiba-tiba menghilang kemudian berganti berjuta kupu-kupu yang menggelitik perutnya sangat menggelikan tapi juga menyenangkan.

“Ck, bukankah aku sudah membersihkannya? Cuci muka sana di toilet!” jawab Jessica dengan ketus sambil melempar sapu tangannya ke wajah Donghae. Donghae hanya tertawa geli lalu bangkit dari duduknya untuk mencuci muka di toilet. Jessica menghembuskan nafas leganya lalu menyentuh dadanya yang kini detaknya tak normal.

“Eottoke?” guman Jessica.

***

Sooyoung masih saja mengurung diri dikamarnya. Kejadian beberapa hari yang lalu di kampus masih sangat diingatnya. Air mata yang belum mengering dipipinya menandakan dia baru saja menangis. Ingatan Kyuhyun yang mencium yeoja di kampus membuatnya seperti ini. Tidak pergi ke kampus bahkan keluar dari kamarnya.

“Youngie, kau ada didalamkan? Biarkan Oppa masuk, ne?” suara tegas namun lembut dari seorang namja diluar kamarnya membuat Sooyoung berdiri dan berjalan kearah pintu. Sooyoung tau betul itu suara Oppanya, Choi Siwon. Sudah hampir tiga tahun ia tidak bertemu dengan sang oppa yang memang melanjutkan studi megisternya di Amerika Serikat.

“Oppa..” kata Sooyoung dengan lirih lalu memeluk dengan erat saudara kandung satu-satunya ini. Siwon hanya tersenyum dan membalas pelukan yeodongsaengnya. Siwon tau, adiknya ini kini menangis di bahunya. Baju yang dipakainya terasa basah, Siwon hanya diam dan menepuk punggung si adik untuk menenangkan tangisnya. Siwon sudah tau semuanya, sang ibu sudah menceritakan semuanya padanya.

“Uri Youngie, kenapa sekarang sangat cengeng sekali, hm?” kata Siwon saat Sooyoung sudah tenang dipelukannya, hanya masih terdengar suara sesegukan Sooyoung.

“Karena, aku, sangat, merindukan, Oppa” jawab Sooyoung dengan terbata-bata. Bohong. Tentu saja Siwon tau pasti alasan sebenarnya sang adik menangis.

“Arraseo, sudah ya jangan menangis lagi, ne? Oppa sudah ada disini untuk dongsaeng oppa yang sangat oppa sayang” kata Siwon sambil mengusap air mata Sooyoung dengan kedua ibu jarinya dan terseyum pada dongsaengnya ini.

***

Kyuhyun POV

“Tuan muda, tuan besar ingin bertemu dengan anda” ucap orang suruhan appa yang menemuiku siang ini di kampus.

“Ne? Kenapa lagi dia? Mau mengusik kehidupanku lagi? Shirreo! Aku tidak mau bertemu dengannya” kataku dengan tegas dan meninggalkannya.

“Tapi tuan besar sedang sakit, tuan. Beliau hanya ingin bertemu anda” kata orang itu seketika menghentikan langkahku. Abeoji sedang sakit, bagaimana mungkin?

“Jangan berbohong! Abeoji adalah orang yang sehat, tidak mungkin mendadak dia jatuh sakit. Pilihlah alasan yang masuk akal” jawabku mencoba memungkiri semua yang diucapkan orang suruhan appa itu.

“Anniya, tuan muda. Saya tidak mengada-ada. Beliau terkena serangan jantung”

Deg!

Abeoji..

Aku berbalik arah dan menatap orang tersebut,

“Sejak kapan?” kataku sedikit terbata. Pria itu hanya menghembuskan nafasnya.

“Sejak 3bulan yang lalu. Pulanglah, tuan. Tuan besar sangat ingin bertemu dengan anda. Sekarang bukan lagi saatnya anda bersikap egois. Tuan besar ingin bertemu dengan anda” kata-katanya begitu tepat bagiku. Aku terlalu bersikap egois dan mementingkan keinginanku. Ne, aku sudah memutuskannya. Aku akan kembali kerumah dan memperbaiki hubunganku dengan Abeoji.

***

Author POV

Seoul, 2 Juli 2007

“Kencan pertama dengan Kyuhyun oppa. Apa yang harus aku pakai?” kata Sooyoung pada dirinya sendiri dan panik, membongkar isi lemarinya. Kini kamarnya seperti kapal pecah. Sang kakak masuk dan takjub melihat kamar si adik.
“Wah, kenapa ada kapal pecah didalam rumah? Ckck, apa yang kau lakukan, Youngie?” kata sang kakak saat masuk ke kamar si adik.

“Ya! Oppa jangan berisik. Eottoke? Sudah jam 6 dan aku belum siap apa-apa. Oppa, eottoke?” jawab si adik dengan raut sedih pada sang kakak. Si kakak hanya tersenyum lalu berjalan kearah tumpukan baju si adik, memilah-milah sebentar dan mengambil dress selutut berwarna krem dan menyerahkan pada si adik.

“Apapun yang kau pakai, namjachingumu akan suka bila dia benar-benar mencintaimu. Oppa sudah memilihkan ini. Cepat pakai!” kata si kakak, si adik hanya tersenyum senang. Kemudian berjalan masuk ke kamar mandi untuk berganti baju.

***

Waktu sekarang…

Suasana makan malam yang kaku dan tegang. Keheningan berakhir saat si anak laki-laki membuka suara,

“Bagaimana kabar Appa?” yang hanya direspon dengan deheman oleh sang ayah.

“Ah, aku lupa. Dirumah ini kita tidak boleh berbicara saat makan. Mianhae, tapi tidak bisakah itu diubah? Ck, sangat membosankan makan seperti ini?” lanjut si namja sambil menatap yeodongsaengnya dan sang ibu dengan tersenyum. Sang appa hanya menatap tajam kearah anak laki-lakinya itu.

“Sooyoung-ah, besok kau akan bertemu dengan calon tunanganmu” kata sang appa mengganti topik pembicaraan. Topik yang sangat sensitif bagi Sooyoung.

“Appa, aku sudah mengatakan padamu. Aku tidak mau dijodohkan dengan siapapun. Aku tidak peduli” jawab Sooyoung dengan tegas sambil menatap sang appa.

“Dan appa tekankan, tidak ada penolakan. Ini perintah appa!” suara sang appa terdengar meninggi. Siwon menghela nafas berat.

“Appa, aku dengar tuan Hwang memiliki anak perempuan yang setahun lebih tua dari Sooyoungie” potong Siwon saat sang adik akan berbicara, “Aku tertarik padanya. Maukah appa memintanya untukku pada tuan Hwang?” lanjutnya sambil menatap mata sang appa. Hanya ini yang bisa Siwon lakukan, menghindarkan perjodohan adiknya dan mengantikannya. Dia berbohong atas semua ucapannya. Bahkan dia tidak tau wajah dari anak tuan Hwang itu. Itu semua ia lakukan demi sang adik, adik yang sangat ia sayangi.

“Aku tau kau hanya ingin membantu adikmu dari perjodohan ini. Awalnya memang kau yang akan appa jodohkan dengan anak tuan Hwang, tapi dia menolaknya. Lalu adiknya lah yang setuju dengan perjodohan ini. Kalau kau memang benar menyukai putri tuan Hwang itu, dekatilah dia sampai dia mau menikah denganmu dan appa akan membatalkan perjodohan Sooyoung” kata sang appa dengan tenang lalu bangkit dari kursinya dan berjalan masuk ke ruang kerjanya. Disusul sang ibu yang juga bangkit dari kursi ruang makan.
Siwon terhenyak dengan kata-kata sang appa. Sang adik menggenggam tangannya. Siwon masih terdiam.

“Oppa tidak perlu melakukan ini. Aku bisa menolak perjodohan ini dengan banyak cara. Oppa tidak perlu mengorbankan perasaan oppa. Aku tau oppa masih menunggu Yoona-ah untuk kembali” kata Sooyoung dengan lembut dan tersenyum pada sang oppa. Siwon yang melihatnya menjadi tidak tega,

“Anniya, oppa akan melakukan ini. Kebahagiaan dongsaeng oppa lebih penting daripada kebahagiaan oppa sendiri” jawab Siwon sambil tersenyum. Mengeratkan genggaman tangannya pada Sooyoung. Lalu menambahkan dengan ekspresi sebal,

“Oppa cukup kaget dengan kata-kata appa tadi. Ada gadis yang menolak oppa, bahkan sebelum bertemu dengan oppa. Oppa cukup tersinggung oleh hal itu. Gadis seperti apa yang berani menolak oppa?” kemudian mengacak-acak rambut dongsaengnya. Sooyoung tertawa melihat ekspresi sebal sang oppa.

“Dia gadis yang pintar, oppa. Dia pasti tau oppa itu playboy, makanya dia menolak perjodohannya dengan oppa. Ckck, oppa sungguh malang. Belum bertemu tapi sudah ditolak” kata Sooyoung sambil menampilkan ekspresi meremehkannya pada sang oppa. Siwon merengut dan Sooyoung tertawa lebar melihat hal itu.

***

Kyuhyun POV

Keadaan Abeoji sangat parah. Ada banyak alat yang terpasang di kepala, tangan, hidung dan mulutnya. Sungguh aku tidak tega melihatnya. Aku mengingat saat aku masih bersamanya, masa kecil yang selalu aku rindukan.

Masa dimana dia masih mencurahkan perhatiannya padaku, sebelum bisnis dan perusahaan menjadi prioritas utamanya.

“Abeoji, aku pulang” kataku dengan lirih, pertahanku rasanya ingin runtuh melihat keadaan abeoji sekarang. Sosok yang dulunya sangat gagah dan sehat kini hanya berbaring dan bernafas dengan bantuan medis.

Hanya dia satu-satunya keluargaku. Hanya dia satu-satunya orang tuaku. Aku duduk di samping ranjangnya dan menggenggam tangan kanannya. Tangan yang selalu kuat, kini terlihat sangat rapuh.

“Abeoji, mianhamnida. Maafkan aku” kini suaraku bergetar, air mataku sudah menetes dengan sendirinya. Aku tenggelamkan wajahku pada tangan abeoji, aku merasa tidak pantas menjadi anaknya. Aku terlalu egois karena hanya berfikir untuk diriku sendiri. Aku selalu tidak mau mendengarkan penjelasan dari abeoji.

“Abeoji, mianhamnida. Maafkan aku.. Maafkan aku..” terus ku ulang kata maaf untuk abeoji, sungguh aku sangat menyesal melihat keadaannya yang seperti ini.

“Mianhamnida, Abeoji. Akan aku lakukan apapun itu untuk menebus kesalahanku” tambahku. Inilah yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku.

***

Sooyoung POV

Entah kenapa kembalinya Siwon oppa sedikit melupakan perasaan sakit hatiku. Dia selalu bisa membuatku tertawa dengan leluconnya yang terkadang tidak lucu, tapi ekspresinya itu yang membuatku selalu tertawa.

“Hey, dongsaeng! Kau ini senang sekali sih melamun, apa yang kau lamunkan, hm?” suara tegas Siwon oppa membuat lamunanku berhenti. Aku tersenyum melihatnya berjalan kearahku dengan kening yang mengkerut karena bingung.

“Hey, jangan senyum seperti itu. Oppa jadi takut” lanjutnya kemudian duduk di bangku sebelahku yang berada di halaman belakang rumah kami.

“Ck, oppa membuat moodku memburuk. Sudah pergi sana, atau pikirkan bagaimana caranya untuk membuat putri tuan Hwang jatuh cinta padamu” sungutku dan sedikit menyindirnya, dia merengut dan menghela nafas panjang.

“Hah… rasanya akan sulit. Bahkan kiriman bunga yang aku kirim hari ini dikantornya, ia kembalikan. Ck, aku sungguh penasaran pada gadis bernama Hwang Miyoung ini” kata Siwon oppa dengan frustasi. Aku tertawa mendengar penuturannya.

“Oppa, apa oppa benar baik-baik saja? Oppa tidak perlu berkorban seperti ini untukku. Aku bisa mengadapi ini sendiri” kataku, jujur aku merasa tidak enak. Siwon oppa sudah terlalu banyak berkorban dan mengalah untukku.

“Oppa baik-baik saja. Kau tenang saja, tidak perlu khawatir. Lihatlah dirimu itu, kau lah yang perlu oppa khawatirkan. Badanmu kurus kering seperti itu, tidak memiliki lemak sama sekali. Seperti orang kekurangan gizi saja” jawab Siwon oppa yang kini menatap khawatir kearahku.

“Oppa ingin melihatmu bahagia. Mungkin hanya ini yang bisa oppa berikan padamu, selebihnya carilah kebahagiaanmu sendiri, dongsaeng” lanjutnya dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya. Aku terharu mendengar kata-katanya, dia mamang oppa yang paling baik sedunia. Aku bersyukur memilikinya.

“Gomawo, oppa” kataku dengan senyum tulus. Siwon oppa hanya membalasnya dengan kembali mengacak rambut panjangku dengan sayang.

***

Hari ini aku pergi ke kampus. Bersama Siwon oppa cukup membuatku untuk mengerti dan tidak mengindar dari masalah. Kali ini aku harus menemui Kyuhyun dan berbicara empat mata dengannya.

Aku berjalan ke koridor kelas Kyuhyun dan secara kebetulan aku melihatnya baru keluar dari kelas dan Donghae yang juga berjalan dibelakangnya. Dia melihatku. Aku tersenyum kaku kemudian berjalan kearahnya yang masih diam ditempat.

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” kata Kyuhyun dengan dingin. Aku berhasil mengajaknya berbicara dan disinilah kami sekarang, di cafe yang berada tidak jauh dari kampus.

“Bagaimana kabarmu, Kyu-ah?” kataku dengan tersenyum. Kyuhyun menatapku dengan tatapan bertanya lalu tersenyum sinis,

“Apa perlu aku menjawab pertanyaan yang seharusnya kau tau jawabnya?”

“Apa kau hidup dengan sehat empat tahun ini, Kyu-ah?” aku masih tetap memberinya pertanyaan dan dia selalu menjawab dengan pertanyaan baru.

“Apa aku terlihat hidup dengan tidak sehat?”

“Apakah kau masih mencintaiku, Kyu-ah?” itu pertanyaan terakhirku. Aku menerima semua jawaban yang akan ia berikan padaku, aku sudah siap dengan konsekuensinya. Kyuhyun menatapku, menatapku dengan mata elangnya. Lama dan dalam. Dia menghembuskan nafasnya dengan kasar dan tertawa dengan hambar, lalu bangkit dari kursinya dan berjalan keluar dari cafe.

Meninggalkanku yang masih menunggu jawaban darinya.

***

Kyuhyun POV

Omong kosong apalagi ini? Dia datang padaku dan menanyakan apakah aku masih mencintainya. Apakah masih berhak aku menjawab pertanyaan itu? Pertanyaan yang empat tahun ini tidak bisa aku jawab. Aku tidak mengerti dengan perasaanku sendiri. Aku merasa ada bagian dariku yang hilang dan kosong. Tapi aku takut bagian yang hilang itu akan menyakitiku bila aku kembali meletakkannya ditempat semula.

Choi Sooyoung. Bagian yang hilang itu adalah Choi Sooyoung.

Bagian yang memang aku siapkan untuk Choi Sooyoung. Bagian milik Choi Sooyoung, bagian yang aku biarkan tetap kosong sampai sekarang, sampai pemilik aslinya datang dan menempati bagian itu lagi.

Aku sadar, sekarang tidak lagi sama seperti empat tahun yang lalu. Aku tidak mungkin bersikap egois untuk diriku sendiri. Perusahaan abeoji berada ditanganku sekarang. Dan aku tau akan lebih sulit untuk bersamanya lagi sekarang. Appanya tidak mungkin pernah merestui kami. Jadi satu-satunya jalan adalah aku pergi dari hidupnya. Melupakan bagian kosong yang seharusnya ditempati oleh Choi Sooyoung di hatiku.

Hanya kenanganlah yang nantinya akan mengingatkanku padanya. Aku harus benar-benar melupakannya mulai sekarang.

***

Author POV

Sooyoung pergi ke tempat penuh kenangannya, ladang ilalang. Sooyoung tersenyum mengingat semua kenangan yang ia lewati disini. Semua kenangan bahagia yang ia lewati bersama Cho Kyuhyun.

Melewati jalan setapak yang panjang tidak membuatnya berhenti, ia tetap berjalan dengan senyum mengembang di wajahnya. Menghirup oksigen penuh-penuh ditempat ini, seperti yang Kyuhyun ajarkan padanya empat tahun yang lalu.

Sooyoung kini duduk di batu besar yang letaknya di sebelah pohon rindang di ladang itu. Pandangannya menuju kearah kota Seoul yang tampak kecil namun padat di sore hari seperti ini. Senyumnya kembali mengembang mengingat semua kenangan-kenangan bersamanya Kyuhyun.

Kembali teringat pertemuannya dengan Kyuhyun tadi, masih menyisakan tanda tanya besar dikepalanya. Dia belum tau seperti apa perasaan namja itu sekarang padanya, semua masih terlihat semu dan abu-abu.

“Sampai kapanpun, aku tetap mencintai Cho Kyuhyun..” lirihnya, lalu terisak. Sooyoung sudah merasa lelah dengan semua jalan hidupnya sekarang, bahkan untuk bisa bersama namja yang ia cintai adalah hal yang mustahil baginya. Appanya dulu menentangnya, bahkan sampai kapanpun akan tetap menentangnya.

***

Siwon POV

Yeoja ini memang benar-benar menyebalkan. Bahkan ia menolak bertemu denganku dengan alasan sibuk. Aish, jinjja!!

“Pak Kim, dimana kantor utama Hwang corp? Cepat beritahu!” bahkan pak Kim juga mendapat kekesalanku karena yeoja ini. Hwang Miyoung, yeoja seperti apa dirimu ini?

Hari ini aku harus bertemu dengannya. Seenaknya saja dia menolak bertemu denganku, bahkan banyak yeoja diluar sana yang mengantri untuk bisa bertemu denganku. Dia benar-benar yeoja yang aneh.

Begitu sampai dikantor pusat Hwang corp, aku segera menuju bagian resepsionis dan menanyakan ruangan Hwang Miyoung, anak sulung pemilik perusahaan ini.

“Mianhae, nona Tiffany sedang ikut rapat dengan dewan dereksi sampai jam 2 siang ini” kata resepsionis padaku. Mwo? Rapat sampai jam 2? Dan ini masih jam 11 siang? Begitu butuh perjuangan untuk menemuinya.

“Arraseo. Aku akan kembali jam 2 nanti. Dan tolong kau sampaikan padanya, Choi Siwon ingin bertemu dengannya setelah rapat” jawabku dengan pasrah kemudian berjalan keluar. Si resepsionis hanya mengangguk paham.

“Tiffany? Nama Inggrisnya adalah Tiffany, nama yang menarik” ucapku pada diri sendiri sambil tersenyum, aku semakin penasaran pada yeoja ini.

***

Jam 2 tepat aku kembali ke kantor Hwang corp, setelah sebelumnya terpaksa menggantikan appa mengikuti rapat proyek pembangunan hotel baru di kantor kami.

“Apakah sekarang nona Tiffany bisa aku temui?” tanyaku pada resepsionis, si resepsionis yang masih sama seperti tadi hanya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian mengantarkanku ke ruangan Tiffany Hwang.

Kini aku sudah berdiri didepan ruangannya. Kenapa aku jadi gugup seperti ini? Tenang Siwon. Dia hanya yeoja seperti yang biasa kau temui, bahkan kau hanya butuh 5 menit untuk membuatnya jatuh cinta padamu, batinku.

Resepsionis tadi membukakan pintu dan menyuruhku untuk masuk. Kemudian dia pamit dan berjalan keluar ruangan. Setelah meilhat si resepsionis tadi menutup pintu, aku arahkan pandanganku ke depan, dan.. aku melihat seorang yeoja berambut coklat panjang bergelombang dengan seriusnya tetap berkutat pada dokumen-dokumen yang berserakan di meja kerjanya. Kuperhatikan wajahnya, perpaduan wajah oriental khas korea dengan wajah barat. Cantik, itu kesan pertamaku. Bahkan saat dia masih tetap serius membaca dokumen-dokumen dengan kening yang sesekali mengkerut. Aku berdehem untuk membuatnya menyadari kehadiranku. Dia mendongkak dan menatapku,

“Ah, mianhae. Aku terlalu fokus pada laporan-laporan ini, sampai tidak sadar ada tamu yang ingin bertemu denganku” katanya kini berdiri dan berjalan kearahku.

“Jadi apa yang membuat seorang Choi Siwon ini ingin bertemu denganku?” tembaknya langsung bahkan kali ini dia tersenyum. Deg! Senyuman yang begitu lucu bagiku, matanya menghilang saat dia tersenyum dan bibirnya tertarik keatas, senyum yang sangat manis dan lucu.

***

Author POV

“Saranghaeyo..”

“Nado saranghaeyo, Cho Kyuhyun”

“Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Itu janjiku”

Kyuhyun langsung bangun begitu mimpi tentang masa lalunya kembali muncul. Bahkan dia masih ingat seperti apa keseriusannya saat mengatakan itu pada Sooyoung. Janji yang kini ia ingkari dan bahkan dia membuat yeoja itu menangis. Kyuhyun merasa bersalah sekarang. Mimpi itu seperti nyata baginya, sangat nyata.

Masih dengan setengah nyawa yang terkumpul, Kyuhyun berjalan kearah kamar mandi kamarnya. Dia memang memutuskan untuk kembali dirumah dan tinggal disana. Tidak lagi tinggal bersama Donghae di apartement. Merawat sang appa menjadi prioritasnya sekarang.

Handphonenya berdering saat dia keluar dari kamar mandi. Saat mengecek jam dinding yang terpasang di kamarnya yang masih menunjukkan jam 4 pagi, Kyuhyun sedikit mengkerutkan keningnya. Siapa yang menelfon pagi buta seperti ini, batinnya.

Sedikit tersentak saat melihat kontak nama di handphonenya. Sooyoungie. Dia masih menyimpan kontak Sooyoung sampai saat ini. Dan ada rasa senang juga yang muncul dihatinya menyadari bahwa Sooyoung pun masih ingat nomornya.

Rasa senang yang tadi muncul, sekarang lenyap tak tersisa berganti rasa sesak didadanya. Kyuhyun tidak berniat untuk mengangkat panggilan itu. Dia hanya memandang layar handphonenya dengan tatapan yang sulit diartikan. Meletakkan kembali handphonenya di meja, lalu berjalan keluar kamar dan memilih untuk jogging pagi.

***

Seorang yeoja masih saja duduk dengan ketakutan di taman yang sepi. Ancaman appanya yang akan tetap menjodohkannya dengan putra tuan Hwang membuatnya nekat kabur dari rumah pagi buta seperti ini. Hanya bermodalkan sweater dan handphone yang sekarang digenggamnya. Dia sudah bertekat, inilah jalan yang ia pilih. Kabur dari rumah dan hidup bersama namja yang dicintainya

Tapi nyatanya sang namja yang sejak tadi terus dihubunginya tidak mengangkat telfonnya. Sooyoung hanya bisa memeluk tubuhnya yang kedinginan. Sweater yang ia gunakan tidak cukup untuk membuatnya merasa hangat. Bahkan kini dia menggigil, karena kedinginan. Entah mendapat keberanian dari mana ia berani mengambil keputusan paling beresiko dalam hidupnya.

Tidak menyerah kali ini dia mengirim pesan pada si namja dan berharap semoga si namja membaca pesannya itu. Itu harapan terakhirnya, hanya namja itu harapannya.

To Be Continue…

akhirnyaaaa…. gimana-gimana??? masih ada typo yang bertebaran kah?? berarti aku masih belum teliti ngeditnya #bow

dan… tara!!! 2 cast yang aku tambahin itu SiFany😄 ayo-ayo yang Sifany shipper,, seneng kan??? ekekee… buat yang ngerasa gak srek sama couple ini gak papa.. yang penting KyuYoung tetep utamanya😄 ,ekekee

KYUYOUNG JJANG!!!!

KNIGHT JJANG!!!

RCL pleaseeeee… #bow