Author: starralova
Main Cast: Cho Kyuhyun Super Junior & Choi Sooyoung SNSD
Other Cast: Lee Donghae, Jessica Jung & member Super Junior-SNSD
Rating: PG-15
Genre: Romance, Sad, Family and a little comedy

Anyyeong… yeah akhirnya aku balik lagi… ekekekeee…

Adakah yang menunggu kelanjutan ff ini? Ayo dong pada nungguin yah?? wkwkwww.. aku bawa part 4 nya nih.. ditunggu komentarnya dari kalian ya.. dan mian kalo part ini pendek trus ada typo-typo yang bertebaran. #bow

Oh iya.. buat yang pengen kenal deket sama aku bisa follow twitter aku di @tvilluajeng dan bisa minta folback tinggal mention aja, oke?🙂

Bila ada kesamaan cerita di ff ini, itu hanya kebetulan saja. Soalnya suer ini hasil dari imajinasi-imajinasiku yang bakal sia-sia kalo enggak aku jadiin ff😀

DON’T BE SIDERS!!! TOLONG TINGGALKAN KOMENTAR!!!
Happy Reading!!!

‘Aku ingin memilikimu, tapi apakah takdir memilihku untuk menjadi takdirmu?’

Author POV
“Donghae-ah, gwaenchana? Eomma liat dari tadi kau gelisah, ada apa?” tanya eomma Donghae saat kini mereka sedang menikmati santapan makan malam dirumah. Donghae hanya meringis sambil menggelelngkan kepala.

“Anniya, Eomma. Aku hanya lupa sudah mematikan air di apartement atau belum. Masakan Eomma semakin enak saja” jawab Donghae sekenanya, jujur sebenarnya dia mengkhawatirkan sahabatnya, Kyuhyun. Dan Donghae yakin kini sahabatnya itu sedang ada di club.

“Ah, iya.. Jessica sudah menyampaikan titipan Eomma kan?”

“Sudah. Sebaiknya bila Eomma ingin memberiku sesuatu jangan merepotkan Jessica, Eomma langsung saja menghubungiku, arraseo?” jawab Donghae.

“Hey, itu memang tujuan Eomma. Agar kau bisa lebih dekat dengan Jessica. Dasar tidak peka!” jawab sang eomma sambil memukul kepala anaknya.

“Aish, sakit Eomma! Ckckck, Eomma tau,  Jessica itu galak sekali. Jadi kalau Eomma memang berencana untuk mendekatkanku dengan dia, itu tidak akan terjadi.setiap bertemu dia selalu memukulku, Eomma” adu Donghae, sang Eomma hanya tertawa geli mendengar keluhan sang putra.

“Ya! Kau pasti berbuat sesuatu setiap kali bertemu dengannya kan? Jessica bukan gadis yang seperti itu, Eomma tau pasti. Ah, sudahlah, lagian siapa lagi yang akan Eomma mintai bantuan kalau bukan dia. Eomma sibuk dengan urusan kantor, kau tau?”

“Ne, ne.. arraseo” jawab Donghae dengan patuh.

“Nah, itu baru anak Eomma. Sudah cepat habiskan makanmu!” kata sang Eomma dengan wajah senang. Kedua kini melanjutkan makan malam. Suasana yang hangat di rumah walaupun Donghae hanya berdua dengan Eommanya.

***

Seoul, 9 Juni 2007

Seorang namja tersenyum menang saat tanpa sengaja matanya menemukan seseorang yang sejak tadi dicarinya di lapangan basket yang dijadikan tempat festival band sekolah. Dia hanya berdiri diam dan terus melihat kearah seseorang itu, yeoja berambut panjang yang diikat seadanya dengan cueknya tetap mengunyah hamburger yang dibelinya.

Si yeoja merasa ada yang memperhatikannya, menengokkan kepalanya kearah kiri dan kanan. Hingga mata beningnya bertemu dengan mata tajam milik namja berperawakan tinggi dengan kulit putih pucat, namja itu masih tetap tersenyum kemudian berjalan mendekat kearah si yeoja. Entah kenapa, si yeoja merasa gugup luar biasa saat namja itu kini berada satu meter didepannya.

“Kau menjadi yeojachinguku mulai sekarang, Sooyoung-ah”

***

Waktu sekarang…

Donghae POV

Benar bukan dugaanku, bocah ini pasti mabuk. Sepulang dari rumah aku segera kembali ke apartement dan tidak ada tanda-tanda Kyuhyun disana, karena cukup lelah aku segera membaringkan tubuhku diranjang dan terlelap. Tengah malam aku terbangun mendengar dering telfon masuk. Bingo! Pelayan club menelfonku dan mengatakan ada seorang namja yang mabuk diclubnya padahal club akan segera tutup. Ck, bocah ini selalu merepotkanku. Rutinitas setiap malam yang selalu aku lakukan, menjemput Kyuhyun di club.

Aku sangat heran padanya, efek mabuk yang kemarin belum hilang dan sekarang dia berani minum lagi. Bahkan sekarang lebih parah bukan bir seperti biasa yang dia minum, tapi vocka. Orang gila!

Kembali aku mengingat hari kemarin. Dan sebuah nama, Choi Sooyoung. Siapa gadis itu? Kurasa gadis itu ada hubungannya dengan Kyuhyun. Aku harus mencari tau, harus!

“Kyu-ah, mianhae. Kali ini aku akan ikut campur dengan urusanmu” kataku sambil menatap Kyuhyun yang sudah terlelap di dalam kamar.

***

Sooyoung POV

Entah kenapa pagi ini aku begitu merindukannya. Aku ingin bertemu dengannya. Dapatkah aku bertemu dengannya, Tuhan? Walau hanya melihatnya saja itu sudah lebih dari cukup.

Kelasku masih akan mulai setengah jam lagi, aku masih berjalan santai di jalan setapak yang berada di dekat taman kampus. Aku sangat menyukai hal ini, berjalan dan menghirup penuh-penuh oksigen diudara bebas. Rasanya sangat menentramkan.

Deg!

Wajah itu. Aku melihatnya! Aku melihat lagi wajah itu. Tegas dan percaya diri. Tuhan, secepat ini kau mengabulkan doaku? Aku hanya dapat tersenyum perih melihatnya dari jauh. Dia berjalan menuju tempatku sekarang berdiri. Aku masih mematung saat kulihat kini kedua mata elang miliknya menatap mataku.

Hanya 5 meter jarak diantara kami. Dan bukan lagi mata teduh yang aku lihat seperti empat tahun yang lalu, terlalu kelam mata yang kini menatapku. Hanya beberapa saat sampai akhirnya dia memilih untuk berbalik dan berjalan menjauhiku.

Aku merindukanmu, Kyu-ah.

Kuhela nafas panjang kemudian kembali berjalan kearah kelas yang sebentar lagi akan dimulai. Ternyata Jessica sudah di dalam dan melambai tangan menyuruhku untuk duduk dibangku di sebelahnya. Aku hanya tersenyum singkat dan duduk. Aku masih ingat jelas tatapan matanya tadi, begitu dingin dan kelam. Apakah empat tahun ini sudah merubahnya??

***

Kyuhyun POV

Aku berjalan sedikit cepat dan kembali keparkiran. Dan dengan cepat meninggalkan kampus. Entah takdir seperti apa yang direncanakan Tuhan, aku tidak mengerti. Kembali aku melihatnya, bahkan kali ini dia juga menatapku. Menatapku dengan tatapan yang sama seperti empat tahun yang lalu, hanya saja ada kelelahan ditatapan ini. Kelelahan dan kesedihan.

Choi Sooyoung.

Nama itu terus berputar-putar dikepalaku. Nama seorang gadis yang empat tahun yang lalu memiliki kenangan manis denganku. Gadis yang empat tahun yang lalu aku percayai sebagai takdirku. Dan gadis yang aku cintai.

Mobilku berhenti di tepi sungai Han. Kenangan kami kembali muncul dalam ingatanku, seperti serpihan puzzle terpisah dan kini mulai terangkai kembali. Aku bersandar disandaran kursi kemudi. Ku hirup nafas panjang dan memejamkan mata.

***

Author POV

Seoul, 10 Juni 2007

“Aku masih belum mengerti jalan pikiranmu, Sunbae. Tiba-tiba menjadikanku yeojachingumu dengan seenaknya. Aku membencimu, Sunbae!” tanya yeoja dengan nada tinggi sambil berkacak pinggang. Sekolah memang cukup sepi sekarang, karena sudah satu jam yang lalu bel pulang sekolah berbunyi.

Kyuhyun hanya tertawa geli melihat yeoja didepannya yang sedang berkacak pinggang dan wajah cemberutnya. Cantik, batin Kyuhyun.

“Kau tidak mungkin bisa membenci namjachingumu sendiri, Sooyoung-ah. Aku sudah mengatakan padamu, kalau kita bertemu lagi karena takdir saat itulah kau menjadi pacarku dan tidak ada penolakan. Arraseo?” kata Kyuhyun dengan lembut sambil mengacak-acak rambut Sooyoung. Sooyoung tetap cemberut.

“Tapi Sun-“

“Tidak ada penolakan. Kita sekarang berpacaran, arachi?” potong Kyuhyun dengan cepat sambil menatap manik mata Sooyoung.

Sooyoung merasa oksigen disekitarnya menghilang,  jantungnya yang harusnya berdetak dengan normal, kini berdetak tak normal apalagi saat mata Kyuhyun menatapnya dengan lembut. Sooyoung mengangguk patuh. Dan Kyuhyun tersenyum lebar kemudian memeluk tubuh Sooyoung dengan erat.

“Kalau kau ragu denganku, aku akan membuktikannya untukmu. Saranghaeyo, Sooyoung-ah” kata Kyuhyun dengan mantap masih tetap memeluk tubuh Sooyoung, dan Sooyoung hanya mengangguk.

***

Waktu sekarang…

Donghae masih sibuk dengan handphonenya saat sebuah suara memanggilnya. Hingga akhirnya tangannya dengan rela ditarik oleh si pemanggil,

“Ya!! Kau tuli ya??” suara cempreng Jessica mengintrupsi Donghae.

“Ya!! Kau ini, aish!! Apalagi sekarang, ha??” bentak Donghae karena terganggu.

“Cih, menyebalkan. Aku hanya ingin mengembalikan bukumu ini. Kau sendirikan yang menyuruhku untuk mengembalikannya?” kata Jessica dengan angkuh sambil menyodorkan buku yang tebalnya hampir 5 sentimeter, “dan, oh mian. Kalau aku mengganggumu” lanjutnya dengan dingin saat melirik kearah handphone Donghae. Kemudian berjalan menjauh. Donghae hanya terbengong, lalu menatap buku yang ada digenggamannya bergantian dengan handphone digenggaman lainnya.

Setelah sadar, kemudian tertawa geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia yakin kalau Jessica bersikap seperti itu karena handphonenya, yang memang saat ini dia sedang berkirim pesan dengan teman wanitanya.

“Nona es cemburu ternyata” katanya saat melihat punggung Jessica yang semakin menjauh.

***

“Cih, Lee Donghae menyebalkan. Dia hanya sibuk dengan wanita-wanita sekelilingnya, apa bedanya dia dengan temannya yang playboy itu? Cih..” Jessica masih saja berguman, sampai tidak menyadari kalau orang yang diajak bicara hanya diam saja, melamun dengan pikirannya sendiri,

“Ya!! Soo-ah, kau mendengarkanku kan? Hello!!” kata Jessica yang tidak mendapat respon dari Sooyoung yang berjalan di sampingnya,

“Eh, mian, Sica-ah. Aku masih berfikir tugas dari mr. Park tadi, kapan kita mengerjakannya?” kata Sooyoung jelas berbohong. Kini yang ada difikiran yeoja tinggi ini adalah satu nama di masa lalunya, yang kini kembali mengusiknya. Cho Kyuhyun.

“Ckck, kau ini melamun terus. Tadi saat dikelas kau juga seperti ini, apa yang terjadi? Kau bisa bercerita kepadaku, Soo-ah. Kita berteman kan?” kata Jessica kini memegang tangan temannya itu. Sooyoung hanya tersenyum singkat.

“Ne, tapi sungguh aku memikirkan tugas mr. Park yang tadi” dusta Sooyoung,

“Kajja! Aku sangat lapar, Sica-ah!” lanjutnya kemudian menarik tangan Jessica.

***

Cafetaria siang ini memang sangat ramai, dan penyebabnya adalah dua namja yang sedang duduk di bangku tengah cafetaria. Cho Kyuhyun dan Lee Donghae, dua namja tersebut. Setelah sedikit menenangkan hatinya, Kyuhyun kembali ke kampus dan menemui Donghae dan di sinilah mereka sekarang.

Dari arah pintu ada dua orang gadis yang baru saja sampai di cafetaria, seorang berambut panjang pirang dan seorang yeoja yang lebih tinggi. Keduanya berjalan tanpa memandang sekeliling karena asik mengobrol. Sampai pandangan mata si yeoja tinggi bertemu dengan mata tajam milik seseorang. Si yeoja membeku seketika, dia tidak sanggup lagi berjalan, lututnya seketika bergetar, Jessica yang menyadari ada yang aneh dengan temannya segera memeganginya dan mencari penyebab temannya seperti itu.

Dimeja tengah Kyuhyun masih menatap tajam kearah yeoja itu, Choi Sooyoung. Donghae masih sibuk mengoceh, sampai tak menyadari perubahan wajah temannya yang kian kelam. tapi tetap tidak ada yang menyadari dibalik wajahnya yang kian kelam itu, hatinya juga kian sakit. Semuanya melebur jadi satu.

Kyuhyun segera bangkit dari kursinya, kemudian berjalan kearah pintu cafetaria dengan tetap menatap si yeoja tinggi dan tanpa sengaja menyenggol bahu Sooyoung saat melewatinya. Sooyoung hampir saja jatuh kalau saja Jessica tidak menahan tubuhnya.

“Sica-ah, aku harus pergi!” kata Sooyoung kemudian berbalik dan segera menyusul Kyuhyun yang telah lebih dulu keluar. Jessica hanya terbengong melihat kejadian itu, Donghae yang menyadari Kyuhyun sudah tidak ada didepannya kebingungan. Jessica menghela nafas sebentar lalu berjalan ke salah satu meja yang kosong.

***

Diluar cafetaria Sooyoung segera mengejar Kyuhyun yang berjalan dengan cepat, hingga didekat taman kampus yang lumayan sepi Sooyoung berhenti dan berteriak,

“Kyuhyun-ah! Tunggu! Ada yang ingin aku katakan!” Kyuhyun tidak berhenti juga.

Kyuhyun berhenti tanpa berbalik arah, “Katakan saja, aku mendengarkannya”

“Haruskah seperti ini?” suara Sooyoung dengan lirih.

“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan, chogiyo?” Deg!

Bagaikan ribuan jarum yang menusuk jantungnya, Sooyoung benar-benar merasa sakit sekarang. Air matanya sudah ada dipelupuk mata, dan Kyuhyun tetap tidak berbalik menghadapnya.

“Lihatlah aku, jebal..” lirih Sooyoung dengan suara serak, Kyuhyun tau pasti yeoja itu kini sudah menangis. Tangan Kyuhyun mengepal kuat, perasaannya meluap begitu saja. Kalau bisa memilih, Kyuhyun akan memilih berbalik dan memeluk yeoja itu, dia tidak pernah bisa melihat seorang Choi Sooyoung yang menangis.

“Aku mohon, Kyu-ah” lagi, lirih suara Sooyoung terdengar. Bukan hanya Sooyoung yang menangis, mata Kyuhyun kini juga memerah menahan luapan perasaan yang dia pendam empat tahun ini. Dan dia yakin kalau dia berbalik dan menatap yeoja itu, air matanya akan jatuh. Dia yakin. Memantapkan hati, Kyuhyun berkata dengan lirih,

“Anggap kita tidak saling mengenal, Sooyoung-ssi” kata-kata Kyuhyun kemudian berjalan menjauh. Lutut Sooyoung kembali melemas, tidak dapat bertumpu sempurna hingga akhirnya dia terduduk di tanah. Air mata yang tadi hanya berada dipelupuk mata, kini jatuh dipipinya dengan deras. Isakan tangisnya terdengar. Sesorang menghampirinya dan berjongkok didepannya,

“Uljima, kau tidak boleh menangis, Sooyoung-ssi” suara lembut seorang namja, Lee Donghae sambil menyodorkan sapu tangan miliknya. Dia mendengar samuanya, semua yang dikatakan Kyuhyun dan Sooyoung.

***

Kyuhyun POV
Aku tak tau seperti apa sekarang perasaanku. Aku benci mengatakan ini, aku masih memiliki perasaan yang sama seperti empat tahun yang lalu pada seorang gadis yang sama. Choi Sooyoung. Salahkan aku masih mencintainya, Tuhan?

Air mataku kembali jatuh setiap aku mengingatnya. Setelah pertemuan yang tak terduga tadi, aku memutuskan untuk kembali menenangkan hatiku dan disinilah aku berada sekarang, di tepi sungai Han. Dan sekarang pikiranku melayang jauh pada kenangan empat tahun yang lalu. Semuanya memang berawal dari empat tahun yang lalu.

Dadaku kembali sesak, air mata kembali mengalir di kedua mataku. Inilah aku yang sesungguhnya. Cho Kyuhyun yang malang dan cengeng.

“Taukah kau, aku selalu seperti ini setiap mengingatmu, Youngie..” kataku dengan lirih.

To Be Continue..