Author: starralova
Main Cast: Cho Kyuhyun Super Junior & Choi Sooyoung SNSD
Other Cast: Lee Donghae, Jessica Jung & member Super Junior-SNSD
Rating: PG-15
Genre: Romance, Sad, Family and a little comedy

annyeong… aku balik lagi nih😀 cepet kan?? Ini nih alasan kenapa part 2nya aku pendekin, soalnya di part 3 ini agak panjang😀, trus juga part 4nya ntar juga bakal sedikit lama soalnya aku mau UTS nih TT.TT..doain yaaa…..

doain aja ya UTS aku lancar trus cepet lanjutin ff ini🙂 makasih banget yang udah setia nunggu ff ini.. aku bangga banget ternyata masih ada yang mau nunggu ff abalku ini :””D makasih juga yang ngasih kritik dan saran, dan mian ya gak bisa bales setiap komen dari readers..

eh, kalo ada yang pengen kenal sama aku #plak *mulai promosi* ekeeekekeke… follow twitter aku yaa.. @tvilluajeng mention aja kalo minta follback trus bisa saling sharing deh, tentang ff aku atau ngasih kritik dan saran,.. biar tambah banyak temen knight😀

DON’T BE SIDERS!!! TOLONG TINGGALKAN KOMENTAR!!!
Happy Reading!!!

Author POV
‘Bolehkan kali ini aku bersikap egois? Bolehkan kali ini aku menuruti semua kata hatiku? Bolehkan kali ini aku memilih apa yang aku inginkan? Tapi mungkinkah semua itu terjadi?’
Seoul, 19 Agustus 2007
“Apa sebenarnya mimpimu?” tanya seorang yeoja pada namja yang sekarang duduk didepannya.

“Mimpiku?” si namja nampak berfikir keras. Sang yeoja hanya menganggukkan kepala dan tersenyum pada namja itu.

“Mimpiku adalah menjadi pianis yang mendunia dan mendapatkan riuh tepuk tangan saat konser tunggalku” jawab sang namja sambil menerawang ke langit, “Kau?” tanyanya kini pada yeoja didepannya.

“Menjadi yeoja yang hidup bahagia” jawab si yeoja dengan senyum pahit yang terlihat samar. Si namja mengerutkan kening mendengar jawaban si yeoja, “Maksudmu? Kau tidak merasa bahagia sekarang ini, Youngie?”

Si yeoja hanya tergelak kemudian menatap lurus pada mata si namja, “Apa kau bisa membahagiakanku?” lirihnya.
***
Waktu sekarang…
Siang ini Kyuhyun terlihat terburu-buru melewati koridor kampus, kelasnya sudah berlangsung sejak 20 menit yang lalu dan dia baru saja sampai di kampus. Dari arah berlawanan ada dua orang yeoja yang sedang asik mengobrol dan melewati Kyuhyun begitu saja.
Deg!
Dada Kyuhyun bergemuruh tiba-tiba melihat sekilas wajah salah satu dari yeoja tadi. Wajah yeoja yang selama empat tahun ini masih terkunci di fikiran dan otaknya. Lututnya terasa lemas mendadak. Tenggorokannya terasa kering, oksigen dalam tubuhnya terasa menghilang sampai dadanya sesak beberapa saat. Niat awalnya untuk masuk ke kelas yang berada 5 meter dihadapannya hilang. Kyuhyun memilih untuk kembali keparkiran dan dengan cepat pergi dari kampus. Club. Satu-satunya tempat pelariannya sekarang.
Kyuhyun kembali meraba dadanya, tiba-tiba rasa sakit yang luar biasa menjalar dari dadanya. Dia semakin menaikkan kecepatan laju mobilnya. Kemudian dengan tiba-tiba berhenti mendadak, sampai kepalanya hampir membentur dasbor mobilnya sendiri. Kepalanya mulai terasa pening, dihempaskan tubuhnya di sandaran mobil. Airmatanya keluar tak terkontrol, dia hanya diam dan menerawang jauh pada kenangannya empat tahun lalu. Kenangan bersama seorang yeoja yang ia percayai adalah takdirnya, sebelum kini keadaan merubah semuanya.
Setelah merasa dapat mengontrol emosinya, Kyuhyun kembali melajukan mobilnya ke tempat tujuan awalnya, club atau bar yang buka siang hari saat ini.
***
Kyuhyun POV
Dia kembali. Kenapa dia harus kembali?? Kenapa takdir selalu mempermainkanku? Kembali kuraba dadaku. Sesak. Rasanya menyesakkan, seperti ada benda dengan bobot berton-ton bersarang didadaku. Kuteguk bir untuk mengilangkan rasa sesak itu. Gagal. Aku merasa melihat kilatan-kilatan flashback, kenangan-kenangan yang sudah aku kubur selama empat tahun ini dengan tak terkendali memenuhi samua pikiranku, memaksaku untuk kembali mengingatnya. Kurasakan ada sesuatu yang mengalir dari ujung mataku, air mata yang dengan sendirinya keluar dari mataku. Aku menyerah, menyerah untuk semua takdir yang membingungkan ini.
***
Author POV
Donghae benar-benar tak mengerti jalan pikiran sahabatnya. Kyuhyun yang tadi sempat menghubunginya berkata dia akan masuk ke kelas walaupun telat, tapi sampai dosen keluar dari ruang kuliah pun batang hidung Kyuhyun tak terlihat. Hingga akhirnya Kyuhyun menghubungi, dan yang membuat Donghae kebingungan adalah, tiba-tiba suara Kyuhyun yang mabuk berat menyapanya,

“Hae-ah, dia kembali. Apa yang harus aku lakukan, Hae-ah? Apa??” suara Kyuhyun dengan lirih, kemudian terdengar isakan orang menangis. Donghae segera sadar, Kyuhyun mabuk lagi. Dengan segera disambarnya kunci mobil dan berlari keparkiran untuk segera menemukan sahabatnya itu.

Setelah cukup lama mencari keberadaan Kyuhyun yang tak kunjung ditemukan juga, Donghae sudah akan berbelok ke jalan menuju apartementnya saat menyadari ada mobil Kyuhyun yang terparkir tak jauh dari tempatnya sekarang. Donghae segera kesana dan mencari keberadaan Kyuhyun.

Donghae menghembuskan nafas lega dan segera menghampiri sahabatnya yang kini merancau tidak jelas dimeja bar.

“Kyu-ah?” kata Donghae sambil menepuk punggung Kyuhyun. Kyuhyun menengok ke belakang dan tertawa lebar,

“Wah, kau sahabat terbaikku, Lee Donghae. Hanya kau saja yang pengertian. Bagaimana aku membalas kebaikanmu ini??” cerocos Kyuhyun sambil bangkit dan berjalan sempoyongan, “Gomawo, Hae-ah” lanjutnya kemudian jatuh kepelukan Donghae.
***
Donghae POV
Aku benar-benar seperti orang bodoh sekarang. Bahkan, aku tak mampu membantu sahabatku ini. Setelah membawanya pulang dan membaringkannya di ranjang, dia terus saja memanggil-manggil satu nama. Nama seorang yeoja. Aku bahkan dapat melihat butir air mata jatuh dari matanya yang terpejam itu. Cho Kyuhyun, seperti apa masa lalumu? Sampai kau terlihat sangat hancur seperti ini.

Dering telfon memecahkan lamunanku. Nama pemanggilnya membuatku mengerutkan kening,

“Nona Jung? Ada apa dia menghubungiku?” kataku kemudian mengangkat panggilan itu, “Yeoboseo? Ada apa? Kau merindukanku, nona es?” kujauhkan handphone dari telingaku saat mendengar suara nyaringnya, dan aku tergelak mendengarnya.
***
Sooyoung POV
Pagi yang cerah. Suara kicau burung terdengar dari kamarku. Aku sangat menyukai hal ini, kuhirup udara pagi yang segar dan bersih dari jendela kamarku. Sampai tiba-tiba aku merasakan sesak luar biasa di dadaku. Sebuah nama yang sudah lama aku kubur, tiba-tiba muncul dalam pikiranku. Membuat dadaku sesak, kuraba dadaku. Bukan lagi sesak sekarang, tapi nyeri yang luar biasa menyakitkan menyergapku. Kali ini kakiku sudah tidak mampu menumpu badanku, dengan sekejap aku jatuh terduduk dilantai kamar. Air mata yang sudah aku janjikan tidak akan keluar lagi, dengan sendirinya jatuh membahasahi kedua belah pipiku.

“Lakukan seperti yang aku lakukan, Youngie!”

“Andwae! Aku tidak mau melakukannya”

“Hey, udara pagi sangat bagus untuk kesehatan. Kau itu kurang sehat tau, lihat badanmu itu! Kurus seperti tiang, tidak sehat sama sekali”

“Yah! Jangan menghinaku”

Ingatan bersama dia selalu muncul dengan sendirinya. Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku sungguh tak mengerti dengan jalan takdir ini.
***
Author POV
Seoul, 2 Juni 2007

“Kita bertemu lagi, nona ceroboh” sapa seorang namja pada yeoja yang kini terlihat serius membaca komik dibawah pohon di belakang gedung sekolah. Si yeoja kaget dan segera menoleh mencari sumber suara yang mengganggu konsentrasinya membaca komik kesukaannya.

“Ck, Sunbae rupanya. Sunbae mengikutiku ya?” tanya si yeoja sambil memincingkan mata menatap namja itu. Sang namja hanya geleng-geleng kepala, lalu duduk disebelah si yeoja.

“Pede sekali kau, nona ceroboh. Apa yang kau baca? Komik? Ckck…”
“Yah! Sunbae, jangan merebutnya!” kata si yeoja saat si namja merebut komik yang dia baca.

“Kau itu harusnya belajar, bukan membaca komik seperti ini. Dasar nona ceroboh” jawab si namja mengembalikan komik yang ia rebut kemudian mengacak rambut si yeoja. Si yeoja hanya menghembuskan nafas sebal melihat rambutnya di acak-acak dan kembali berkutat pada komiknya. Si namja hanya memandang si yeoja dengan senyumnya.

“Kau percaya takdir?” tanya si namja, si yeoja segera menoleh pada si namja dan mengerutkan kedua alisnya,

“Maksud sunbae apa?” tanya si yeoja polos

“Aku percaya takdir. Dan kuanggap kau adalah takdirku” jawab si namja dengan matanya yang menatap tepat pada manik mata si yeoja.

“Eh?” si yeoja semakin tidak mengerti pada ucapan si namja.

“Sekali lagi kita bertemu secara kebetulan seperti sekarang ini, kau harus mau jadi pacarku, arraseo?” kata si namja kemudian bangkit dari duduknya, tersenyum pada si yeoja sambil kembali mengacak rambut si yeoja dan berjalan menjauh dari si yeoja yang kini hanya terbengong-bengong tak mengerti. Bukan tidak mengerti sebenarnya, hanya terlalu kaget dan tidak percaya yang diucapkan sunbaenya itu.
***
Kyuhyun POV
Sial. Kepalaku seperti mau pecah rasanya. Aku masih memakai baju kemarin, berarti aku tadi malam mabuk dan pasti ikan makpo itu yang membawaku pulang.

“Hey, lain kali kalau kau ingin mabuk jangan membawaku juga. Kau begitu memalukan kemarin, mabuk di siang bolong dan merancau tidak jelas, ckckck…” kata Donghae mengagetkanku. Tunggu, dia bilang kemarin siang? Aku mabuk kemarin siang dan baru sadar sekarang? Woa..aku begitu parah kemarin, aku tersenyum malu sambil menggaruk-garuk rambutku.

“Evil, jangan senyum-senyum seperti itu. Kau belum gila kan?” lanjut Donghae dengan gaya yang menurutku sangat menyebalkan kemudian berjalan meninggalkan kamarku.

“Aish!” kepalaku kembali berdenyut, sakit sekali. Aku kembali merebahkan diri di ranjang. Sepertinya hari ini aku akan tidur seharian untuk menghilangkan rasa sakit kepalaku ini. Aku kembali mengingat, apa yang membuat seorang Cho Kyuhyun ini mabuk sampai parah. Damn! Aku mengingatnya. Kepalaku kembali terasa sakit, bahkan kali ini rasa sakit juga merambat pada dadaku.

Rahangku tiba-tiba mengeras menahan semua emosi. Tanganku meremas selimut yang berada disamping tanganku. Kenapa dia kembali lagi? Kenapa bisa dia satu kampus denganku? Dan kenapa dadaku ini masih berdesir saat melihatnya? Ya Tuhan.. apa yang harus aku lakukan? Takdir seperti apa ini?

Ku acak-acak rambutku dengan kasar untuk menghilangkan rasa sakit yang menyerang kepalaku ini. Bukan menghilang, kini malah lebih nyeri lagi. Kupukul-pukul dadaku yang begitu nyeri dan sesak, aku berharap akan hilang kesakitanku ini. Aku menyerah. Bahkan sekarang aku tidak tau harus menyerah untuk apa kali ini.
***
Author POV
Jessica menunggu dengan tidak sabar di depan koridor gedung kampus. Beberapa kali dia menghentakkan sepatu heelsnya di lantai saking sebalnya. Matanya tidak lepas dari jalan didepannya. Setelah hampir satu jam berdiri, orang yang ditunggunya datang dengan wajah tanpa dosa dan senyum manisnya.
“Mianhae, menungguku lama, nona es?”

“Ck, kalau bukan permintaan dari Eommamu tidak sudi aku bertemu denganmu, tuan ikan”

“Oh ya? Bukannya kau senang sekali bisa bertemu denganku pagi ini?”

“In your dream, Lee Donghae-ssi. Aku tidak mau lama-lama berbicara denganmu, eommamu berpesan agar kau pulang, Donghae-ssi. Dan ini titipan dari beliau. Annyeong”

“Tunggu!” kata Donghae mencegah kepergian Jessica yang sudah berbalik memunggunginya, Jessica kembali berbalik dengan wajah datarnya,

“Apa lagi?”

“Tidak ada morning kiss untukku, hm?” kata Donghae sambil menunjukkan senyum mautnya, Jessica memincingkan matanya, kemudian berjalan mendekati Donghae.

“Mianhae, aku hampir lupa jagiya” jawab Jessica semakin mendekati Donghae, saat jarak keduanya tinggal 30 senti lagi, “Morning kiss sudah tidak jaman lagi, jagi. Jadi aku berikan morning kick tak apa kan?” lanjut Jessica dan dengan sekuat tenaga menendang tulang kering Donghae menggunakan sepatu heelsnya, spontan Donghae menjerit kesakitan.

“Itu morning kick untuk namja mesum sepertimu, Lee Donghae-ssi” kata Jessica kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan Donghae yang masih kesakitan sampai-sampai sekarang dia membungkukkan badan.

“Gadis itu kuat sekali menendangnya. Aish… Jessica Jung, dia tidak pernah berubah” kata Donghae kemudian dengan sedikit terpincang-pincang berjalan ke kelasnya.
***
Choi Sooyoung sudah berdiri di depan pintu cafetaria kampus saat suara handphonenya yang berdering menandakan ada sebuah pesan masuk, dengan cepat dibukanya pesan itu.
‘Tunggu aku didepan cafetaria. Aku akan kesana. Ada yang ingin aku ceritakan padamu’ seperti itulah isi pesan dari Jessica, Sooyoung yang membacanya hanya tersenyum geli lalu duduk di dekat pintu cafetaria yang memang disediakan tempat duduk disana. Tak lama seorang gadis berambut pirang yang ditunggunya tiba. Jessica terlihat begitu sebal dihadapan Sooyoung,

“Apa yang terjadi padamu? Sampai-sampai kau terlihat semenakutkan itu” tanya Sooyoung pada Jessica, yang ditanyai hanya mendengus sebal kemudian berjalan cepat masuk kedalam cafetaria. Sooyoung hanya menatap bingung kawan barunya itu, kemudian berjalan menyusul Jessica.

“Lee Donghae menyebalkan!!!” teriak Jessica saat kini mereka sudah duduk dimeja paling pojok kiri dalam cafetaria.

“Mwo? Siapa itu Lee Donghae?” tanya Sooyoung masih belum paham dengan maksud Jessica, Jessica hanya berdecak lidah lalu meminum ice capuccino yang baru dibelinya hingga tinggal setengah gelas.
***
Sore hari, Donghae baru tiba di apartementnya. Mencurigai keadaan aprtement yang sepi saat dia tiba, buru-buru dia berjalan kearah kamar Kyuhyun. Bernafas lega, Kyuhyun masih terpejam di ranjangnya.

“Ya! Evil! Mau sampai kapan kau tidur terus seperti itu? Ayo bangun!” kata Donghae sambil mengguncang tubuh Kyuhyun.

“Hm.? Jangan menggangguku, Hae-ah. Kepalaku seperti mau pecah rasanya, sakit sekali.” jawab Kyuhyun dengan suara serak, Donghae hanya bisa menghela nafas.

“Arraseo, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku, ne? Aku harus pulang kerumah sebentar, eommaku menyuruhku untuk pulang” kata Donghae sambil menepuk punggung sahabatnya itu dan berjalan keluar dari kamar.

Setelah Donghae yang keluar dari kamarnya, Kyuhyun segera berbalik menghadap pintu. Wajahnya menyiratkan keputus asaan. Mata elang yang biasanya dapat memikat ribuan yeoja, kini redup dan memancarkan kesedihan. Dia menghela nafas beberapa kali untuk menghilangkan rasa sesak didadanya, sebelum akhirnya bangkit dari ranjang. Mungkin minum lagi dapat menghilangkan semua pikiran sialan ini, batin Kyuhyun.
***
Kyuhyun POV
Entah kenapa laju mobil ini tak membawaku ke club seperti tujuan awalku, tapi membawaku ke sebuah rumah mewah yang sangat aku kenali didepanku ini. Rahangku tiba-tiba mengeras. Ingatan empat tahun lalu muncul kembali diingatanku. Tuhan, sebegitu sulitkah aku untuk melupakan kenangan itu? Aku tertawa pahit, mungkin sampai seribu tahun pun aku tidak mungkin bisa melupakan kenangan itu.

Setelah puas memandang rumah itu, segera kunyalakan mesin mobilku dan dengan kecepatan gila aku pergi dari sana dan ke club seperti tujuan awalku. Mungkin aku akan mabuk lebih parah dari kemarin.

Club hari ini sangat ramai, aku hanya duduk dibar dan memesan vocka. Tidak berniat untuk turun dan menari dibawah walaupun banyak yeoja yang tadi menawariku untuk menari.

Aku benar-benar sakit kepala sekarang. Kupegangi kepalaku. Sial. Rasa sakitnya tak kunjung hilang. Kuletakkan di atas meja dan kupejamkan mata. Dan tiba-tiba semuanya gelap.

To Be Continue….

RCL yo RCL yo… RCLnya ditunggu😀

Gomawo yang udah baca dan komen #bow