Seperti pemberitahuan saya sebelumnya bahwa blog saya ini akan saya isi dengan synopsis atau ringkasan dari novel-novel the best yang pernah saya baca, setelah sebelumnya “Beauty And The Best” kali ini saya akan membuat sebuah ringkasan dari “Dia, Tanpa Aku” ada yang pernah baca novel ini ?? penjelasan singkat, novel ini dibuat oleh Mbak Esti Kinasih yang juga pernah membuat novel best seller “FAIRISH”. Pasti tau dong sama “FAIRISH” ?? kalo gak tau, TERLALU !!! *pasti siSandygag tau deh     -__-*  *abaikan* back to topic ! jadi mbak Esti ini adalah salah satu novelisIndonesiafavorit saya J. Okeh deh gak pake lama, langsung baca ya ….. don’t forget RCL !!!!

Seorang siswa SMA kelas 2 bernama Ronald naksir sama siswi SMP kelas 3 bernama Citra. Si Ronald ini gengsi gitu buat pacaran sama anak SMP, jadi dia bakal nunggu si Citra masuk SMA dulu and pake seragam “putih abu-abu”. Jadi selama si Citra masih duduk di bangku SMP Ronald hanya bisa PDKT sama Citra dari jauh, bahkan Ronald gak berani buat kenalan sama Citra meskipun Ronald sering nongrong di depan sekolah Citra.

Penantian Ronald gak sia-sia saat Citra masuk di SMA yang sama dengan adeknya, si Reinald. Awalnya sih sempet ngambek, saat tau Citra gak masuk di SMAnya, apalagi saat tahu Reinald sekelas sama Citra. Tapi semua itu langsung lenyap saat dia ingat inilah saatnya untuk mengungkapkan perasaannya sama Citra. Malam minggu *malam yang asik untuk apel* ^_^. Tapi semua itu gak sesuai harapan Ronald, semua harapan Ronald gak terwujud. Ronald tertabrak mobil sat dia akan melangkahkan kaki ke rumah Citra setibanya dia ada didepan gang rumah Citra, dan tewas di tempat. *baca dibagian ini mata saya berkaca-kaca*

Lanjut …….

Setelah meninggalnya Ronald, sikap Reinald berubah ketus sama Citra. Padahal Citra gak tau sama sekali maslah ini. Sikap Reinald ini membuatnya sering beradu mulut dengan Citra hanya untuk membahas masalah sepele saja. Akibat sebuah kejadian, membuat Citra terpaksa duduk sebangku dengan Reinald. Gak berhenti disini, tapi semenjak mereka duduk sebangku temen-temen sekelas mereka mengira kalo mereka itu pacaran. *Huwa tambah ruwetkan-____-*  * tapi lucu juga sih, mereka bisa duduk sebangku padahal gak pernah akur* seiring dengan berjalannya waktu Reinald jadi merasa jadi Ronald saat Citra gak ngerespon kemarahan yang dibuat untuk mancing Citra.

Sikap Citra inilah yang membuat Reinald kelimpungan gimana caranya untuk menarik perhatian si Citra, sedang Citranya sendiri cuek-cuek aja tuh ngehadapin si Reinald. *huh… sedih juga ngerasaain gimana putus asanya si Reinald*

Hingga suatu saat, Citra yang kelupaan bawa buku cetak Pkn membuatnya kebingungan pagi-pagi di kelas. Reinald yang ngeliat kebingungan Citra segera bertanya, meski dapet sambutan jutek dari Citra, Reinald tetep ngajak ngomong Citra. Hingga bel masuk sekolah berkumandang *emang adzan??*. Reinald menyerahkan buku cetaknya agar dipake Citra. Guru Pkn.nya yang emang terkenal disiplin ini memang gag mentolerir siswanya yang gak membawa buku cetak mata pelajarannya. Hingga membuat Reinald terpaksa dikeluarkan dari kelas dari mata pelajaran Pkn. Citra yang merasa bersalah, setelah berakhirnya mata pelajaran Pkn langsung mencari Reinald dikantin dan menemukannya sedang duduk di salah satu bangku kantin. Moment ini yang membuat perseteruan mereka berakhir. Meski di awali dengan rasa canggung, akhirnya mereka bisa mengobrol bebas tanpa celah. Reinald berkata didepan foto kakak kandungnya, Ronald bahwa dia tidak akan lagi menjaga Citra untuk Ronald, tapi dia akan menjaga Citra karena dirinya sendiri. *secara gak langsung, Reinald ngaku nih kalo dia suka sama Citra*

Kini Citra yang memiliki sikap jahil tingkat dewa sering membuat Reinald sering menjadi benteng saat Citra dikejar sama anak-anak yang menjadi korban kejahilannya. Tapi hal inilah yang membuat mereka (baca: Reinald dan Citra) menjadi saling merasa nyaman dan gak terpisahkan.

Semua itu gak berjalan lancar, saat Reinald merasa bahwa Ronald marah melihat kedekatannya dengan Citra. Banyak kejadian-kejadian janggal yang di alami Reinald bahkan juga Citra. Hingga keputusan diambil oleh Reinald, dia akan manjauhi Citra karena Ronald sekarang bisa menjaga Citra. *so sad deh* Citra yang kini merasa Reinald menjauh dari dirinya hanya bisa diam, meski rasa penasarannya terhadap Reinald muncul tapi dia gak berani ngomong sama Reinald dengan alasan gengsi. Hubungan Reinald dan Citra kembali canggung meski mereka masih duduk sebangku. * sumpah, baca yang bagian ini saya nangis loh L*

Hingga akhirnya dari ketidak sengajaan Ronald “ngungkapin” kalo dia rela Citra untuk adiknya, Reinald. Dan kini Ronald bahagia melihat Reinald bersama Citra.

—–Selesai—–

*endingnya gejekan???*

*maap deh*  emang gak ahli bikin ringkasan or sinopsis.

Kalo uda terlanjur baca musti komen loh !!!!!