Bingung mau mosting apa ya …..????

Saking bingungnya saya kali ini ., saya akan memposting sebuah hal yang mungkin kalian anggap tidak penting. Okeh deh gag pake banyak cingcong…

Pasti udah liatkan yang about me diblog saya?? Boong banget kalo ngomong kagag liat, lha wong aku tampilin di beranda kok !! *evil laugh*….

Oke oke kali ini saya serius..

Saya akan berbaki dengan kalian semua tentang keseharian saya di sekolah. Eitssss … bukan saya saja yang dibahas tapi seluruh warga didalam kelas saya tercinta😀..

Penjelasan singkat ya.., saya menjalani hidup hampir 2 tahun didalam kelas IPA 6 di almamater tercinta SMAN 2 NGANJUK, atau lebih terkenal dengan nama SMADA. Didalam kelas inilah saya merasakan bagaimana sesungguhnya peran seorang pelajar SMA. Banyak manis,pahit,asam dan rasa tawar yang saya rasakan didalam kelas ini.kelas IPA 6 yang lebih terkenal dengan nama EXPRESS ini adalah salah satu kelas yang sangat popular di seantero sekolah saya. Bukan hanya dikalangan siswanya, namun dikalangan para guru kelas ini adalah kelas yang sangat popular diantara kelas lainnya *kepedean banget yah gue* hahaha… lanjut !!!

Awalnya, saat pertama kali melihat daftar nama kelas IPA 6 saya merasa sangat asing dan berharap saya bisa dipindah. Namun apa daya ternyata saya harus tetap berada dalam kelas IPA 6 ini. Saya hanya bisa menggelengkan kepala saat tahu siapa saja yang nantinya menjadi teman sekelas saya. Dan alhamdulillah, dari total jumlah kapasitas kelas sebesar 36 siswa ini, saya menjadi salah satu orang beruntung itu. Didalam daftar nama siswa IPA 6 yang saya lihat, saya menemukan banyak dari nama-nama yang menurut saya adalah “siswa yang brutal” cowok maupun ceweknya. Saya hanya bisa pasrah dan meratapi seperti apa nasib saya selama 2 tahun kedepan nantinya.

Dihari pertama masuk saya sudah mengalami kesialan. Saya tidak memiliki teman sebangku.*poor me*  Tapiiiii ,…. saya baru tahu ada sebuah bangku yang masih kosong disebelah bangku seorang siswi, segeralah saya menghampiri bangku itu. Dan tahukah anda siapa teman bangku saya itu ??? dia adalah si PARALEL 1 seangkatan saya. Shock ,kaget, kaku, merinding disko(?) dan dengan tampang cengo saya berkata “so amazing”. Dan berjalanlah kehidupan saya didalam kelas “terkutuk ini”.

Seiring dengan berputarnya bumi pada porosnya *apa seeh* saya merasa dapat beradaptasi dilingkungan baru saya ini. Saya mulai terbiasa duduk dengan si Paralel 1 dan saya terbiasa berinteraksi dengan teman-teman sekelas saya. Yah .. saya berfikir tidak terlalu buruk juga berada dikelas ini. Seiring dengan banyaknya hari yang kita lalui bersama dengan teman-teman, saya merasa telah menyatu dikelas ini, IPA 6. motto yang selalu kami pegang adalah “IPA MBURI ORA KERI” filosofinya bahwa walaupun kita adalah kelas IPA paling belakang *maklum jumlah kelas IPA=6, IPS=3* dan dianggap sebagai kelas yang gagal kami akan terus membuktikan bahwa kami akan tetap menjadi yang terdepan *kayak iklan motor Yamoto*.

Banyak moment yang kelas kami alami dan membuktikan bahwa kami tetap bisa berprestasi *halah*. Yah, bukannya sombong sih… *ngomongnya gag sombong tapi kok malah di ngomongin*. Prestasi awal yang kelas kami raih adalah juara 1 lomba Sholawat Nabi yang diadakan pihak sekolah. Kemudian juara 2 berpidato dan yang paling penting kini kelas kami disegani oleh warga sekolah. Walaupun tak sedikit cacian dan makian yang kami(read: IPA6) peroleh dari beberapa guru dan juga siswa-siswi. Kelas kami dianggap sebagai kelas yang terlalu bandel dan suka seenaknya sendiri, kata-kata “LOS” tiap kali muncul dikala seorang guru sedang menasehati kami *hm, untuk yang ini jangan ditiru ya!!!*. dan hal itulah yang akhirnya memancing beberapa guru untuk marah dan berakhir dengan nasehat dari wali kelas tercinta J. Yah… setelah berita kenakalan kami diketahui wali kelas kami hanya bisa berdiam dan tidak berkutik sama sekali serta menundukan kepala dalam-dalam. Tapii, saking bandelnya kami ini setelah wali kelas selesai mengajar sifat asli kami akan muncul kembali atau malahan lebih parah dari sebelumnya.

Pernah tuh, suatu waktu saat pembagian UH Fisika pada hari Rabu jam terakhir, kami hampir seluruh siswa diwajibkan push up karena guru kami menghukum kami karena nilai Fisika kami yang jeblok. Ckckck., memalukan bukan??.. tapi entah gag ada kapoknya kami tetap saja tersenyum lebar mendengar perkataan guru kami itu. Semua kelakuan kami itu tetap berlanjut sampai kenaikkan kelas XII dan kekompakkan kamipun semakin kokoh dengan peristiwa yang kami alami selam setahun itu.

Dikelas XII pun kebandelan kami tidak berakhir, kami malah tambah menjadi seperti virus yang terus menyebar dengan cepat dilingkungan yang tidak sehat seperti kami ini *maksudnya apa ya???*. ngomong-ngomong untung saja si Paralel 1 yang duduk bersebelahan dengan saya tidak terkontaminasi oleh hal-hal bandel yang kami lakukan *walaupun teman sebangkunya sudah terkontaminasi sih* *abaikan*. Yah saya menjadi salah satu pelopor gerakan emansipasi wanita dikelas IPA6. kamipun(read: siswi cewek) ikut andil dalam kebandelan yang kami lakukan. Yah, walupun siswa cowoknya sih yang menjadi pelopor utamanya. Tapi anehnya meskipun kami ini bandel, kami tetap mendapatkan keberuntungan yang tak terkira  *Apa seeh*.

Hingga sampai akhirnya banyak anak-anak kelas lain yang iri terhadap kekompakan kelas kami ini. Kejadian yang paling bikin ngakak adalah saat baru-baru ini pas mata pelajaran B.Indonesia bersama bapak “L” kami hanya bisa menguap saja saat berlangsungnya pelajaran itu, namun tiba-tiba saat bapak “L” bertanya pada kami “lalu, sawah yang menjadi ladang itu akan jadi apa ?” Tanya bapak “L”. tiba-tiba Si ahli Kimia menjawab, “jadi bingung, pak!” jawabnya lantang. Kontan seisi kelas langsung terbangun dari tidur dan tertawa terbahak-bahak, anehnya bapak “L” juga ikut tertawa mendengan jawaban teman saya tadi. Kekonyolan lain adalah saat dimana setiap siswi yang malu menunjukkan kegilaanya, justru kelas kami akan menunjukkannya tanpa rasa malu sedikitpun. Pedoman kami hanya “LOS” saat salah seorang teman yang malu dengan apa yang kita lakukan.

Tapi kini tinggal sebentar kebersamaan yang kami jalani, karena hanya dalam hitungan bulan saja kami akan segera meninggalkan masa “putih abu-abu” ini dan melanjutkan di masa perkuliahan :’). Tapi kami berjanji akan tetap mengenang masa-masa indah ini sampai nanti  ..….